Potret Masa Depan

Bagaimana hubungan kita dengan orang tua? Saya yakin jawabannya “Baik” .

Bahasan saya kali ini bukanlah tentang orang tua dalam artian sebenarnya, akan tetapi para orang-orang tua yang sudah lanjut usia bisa jadi orang tua kita atau mungkin kakek dan nenek atau bahkan orang lain.

Saya ingin menyambung artikel saya yang berjudul “Pokoknya Tidak rela!” Di sana terjadi pertikaian antara Anak dan Bapak yang sudah lanjut usia, sangat disayangkan si Anak tidak begitu mengerti bagaimana physicist orang tua semakin bertambah umur akan seperti anak kecil, its not completely like that karena semua tidak bisa diukur dari usia. Bagi orang-orang yang otaknya masih productive, active bersosialisasi dan menutrisi otak mereka dengan pengetahuan (entah itu lewat media cetak, buku atau electronic) proses penuaan ini tentunya akan lebih lambat.

Orang tua adalah potret masa depan kita, ada banyak hal yang harus kita tahu agar para orang tua ini senang berada di sekitar kita. Saya sering mendengar dan menjadi tempat curhat para Nenek atau para Mama bagaimana dia merasa kurang nyaman dengan sikap para anak atau cucu mereka.  

Berhubungan dengan mereka; bagi yang cuek akan sedikit sulit karena orang tua itu senang diperhatikan, mereka senang dipuji karena mereka ingin tetap hebat di usia mereka seperti saat mereka masih mudah. Mereka senang ditanya “Nenek sehat?’ sangat simple tapi buat mereka itu sangat berarti. Mereka yang tetap berkarya di usia senja sangatlah hebat dan pantas dijadikan panutan karena tak banyak orang tua yang mampu melakukan hal itu. Hanya beberapa.

Namun demikian, jangan pernah meremehkan mereka yang sudah tidak productive atau mampu berkarya lagi, tetap hargai mereka, puji dan beri perhatian dengan tulus dan jadilah teman yang baik yang senantiasa mau menyediakan telinganya buat mereka. Jangan bosan jika terkadang kita mendengarkan cerita yang sama, karena hal ini sangat biasa bukannya mereka sengaja tetapi alam bawa sadar mereka yang bercampur dengan emosi saat itu yang membuatnya terjadi.

Satu lagi, kalau kita tinggal dengan mereka jangan menunggu mereka minta tolong kita baru membantu mereka. Karena hati mereka sangat lembut, jadi lebih pekah saja daripada kita berdosa kan karena membiarkan orang tua/nenek/kakek kita kesulitan. Dan lagi, jangan terlalu ajak mereka berpikir tentang masalah-masalah yang kita hadapi karena mereka akan berpikir 2 kali atau bahkan lebih keras dari kita  kasihan kan kalau mereka jadi sakit gara-gara memikirkan kita?

Tidak semua orang tua itu pelupa, bawel, suka mengulang-ulang cerita dan juga seperti anak kecil but last but not least, sayangi mereka bagaimanapun mareka kini dan kelak kita juga akan seperti mereka karena mereka adalah Potret Masa Depan kita  🙂

Advertisements

7 thoughts on “Potret Masa Depan

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s