When Communication Goes Wrong…..

PO ini sangat tidak layak diturunkan” satu penggalan kalimat singkat ini sepertinya biasa, akan tetapi buat seorang saya hal ini sangat-lah tidak biasa. Saya terbiasa menyampaikan sesuatu dengan cara halus, kalau pun seseorang melakukan kesalahan saya akan mengatakan “Sepertinya ini tidak benar dan yang benar adalah begini” nada tegas itu memang perlu akan tetapi pemilihan kata yang tepat seharusnya di pakai.

Tidak LAYAK pakai dalam pandangan saya ini sudah menjadi sampah, mungkin kebudayaan seseorang memang mempengaruhi. Bagi beberapa orang menggunakan kalimat seperti contoh di atas mungkin bukan hal yang “WOW” dan perlu dikritik akan tetapi bagi beberapa orang pastinya akan memberikan makna yang kurang baik.

Masalah komunikasi seperti ini juga terjadi dalam sebuah hubungan, entah itu dengan saudara kandung, ipar, orang tua atau bahkan pasangan kita jadi tidak hanya dalam dunia kerja.

Jika kesalah fahaman terjadi di dalam sebuah organisasi atau dunia kerja yang ada adalah kerja team jadi kurang benar, yang terjadi di sini adalah salah satu dari mereka beranggapan dirinya lebih layak sehingga yang satunya merasa lebih layak. Akan sangat membingungkan jika yang merasa tidak layak minta digantikan karena yang merasa layak belum tentu mampu, he he he

Hanya sebuah, opini saja….

Jika terjadi dalam sebuah hubungan pun ini akan menimbulkan pertengkaran dan bukan tidak mungkin sebuah perpisahan. Dari pengalaman saya sendiri, saya sering salah faham dengan kalimat pasangan saya yang menurut saya itu tidak pas untuk diucapkan sehingga menyinggung perasaan. Namun, oleh karena saya komunikasika hal tersebut kalimat tersebut pun tidak pernah diucapkan dan pasangan mulai mengerti bagaimana cara menyampaikan pendapatnya tanpa melukai perasaan saya.

Kepandaian berkomunikasi itu penting dan bukan berarti saya, yang menulis ini pandai dalam berkomunikasi akan tetapi kita sama-sama belajar dan jika ada yang mengingatkan itu baik karena dari kesalahan itu lah kita terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Advertisements

17 thoughts on “When Communication Goes Wrong…..

  1. Berkomunikasi menurut saya memerlukan perpaduan antara kecerdasan pikiran dan kejernihan hati yang bermuara pada padanan kata. Yang tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang adalah unik, memiliki sifat dan karakter berbeda. jadi ga bisa “one size fits all”… perlu trik. Apalagi kalau kita bekerja dalam suatu lingkungan yang heterogen, hmmmmmm.

  2. sama dengan membaca resep masakan dari internet, di sana di sampaikan kincung, yang tak paham pasti bakalan bingung ga ketulungan, ternyata yang dimaksud adalah kecombrang. alangkah baiknya dalam berkomunikasi disampaikan pula penjelasan atau detail hal yang dimaksud, biar tak terjadi salah paham…

  3. Kejelian dalam komunikasi memang perlu melihat dengan siapa kita berkomunikasi. Selain rentan terjadi kekerasan verbal juga rentan ketidakpatuhan si pendengar. Jadi lebih tepat jika melihat dengan siapa kita berkomunikasi.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s