Blighted Ovum

Blighted Ovum? Apa itu? saya sendiri tidak mengerti istilah ini. Saya baru mengerti saat Kamis, tanggal 19 september 2013 kemarin baru saja menemui dokter kandungan tempat saya berkonsultasi tentang kandungan saya. Dokter menjelaskan secara singkat tentang Bilghted Ovum kepada saya dan suami, penjelasan singkat yang mudah dimengerti.

Blighted Ovum merupakan kegagalan kehamilan dini atau dikenal dengan kehamilan anembroyonic adalah penyebab umum dari keguguran. Hal ini terjadi ketika implan telur yang dibuahi di dalam rahim tapi embrio yang dikasilkan berhenti berkembang sangat awal atau tidak membentuk sama sekali. Dan hal ini tidak kita ketahui biasanya sampai pada akhir tri semester pertama.

blighted-ovum

Dan ini yang terjadi pada kehamilan saya. Dokter bilang saya tidak sendirian mengalami hal ini, nilai persentase dari terjadinya Blighted Ovum ini bukan angkah yang kecil dan saya tidak perlu khawatir untuk bisa segera hamil lagi.

Dokter benar, mungkin saya tidak sendirian, Banyak sekali teman yang menceritakan cerita yang sama dengan apa yang saya alami akan tetapi kesedihan saya tetaplah sangat dalam. Karena pengharapan dan penantian kami akan kehadiran Bintang kecil di dalam keluarga kami sangat lama. Telah banyak rencana indah untuknya saat lahir nanti.

Atas saran dokter Jum’at pagi, 20 September 2013 kami pergi ke Rumah Sakit untuk melakukan abortus karena Dokter mengatakan akan lebih baik jika kami melakukan tindakan lebih awal sebelum saya mengalami pendarahan hebat, karena menunggu hanya membuat kondisi saya kurang baik.

Saya merasa hancur saat berbaring di ruang bersalin, seharusnya hal ini saya lakukan enam bulan lagi untuk melahirkan bukan abortus seperti ini. Saat dokter menyuntikkan bius saya harap saat itu saya tidak akan terbangun lagi karena saat dibangunkan karena  proses kuret  sudah selesai saya masih menangis terisak. Suami terus menciumi tangan saya, menenangkan saya agar saya tidak terlampau bersedih akan tetapi saya tahu bahwasannya sebenarnya dia juga menyimpan kesedihan sama seperti saya.

Saat itu saya berpikir, kenapa seorang perempuan bisa menggugurkan kandungannya? Saya berpikir betapa kejam dan tak berhati nurani mereka yang menggugurkan kandungannya? Tidakkah mereka melihat? kami yang menantikan seorang bayi di dalam keluarga kami harus mengalami kepedihan karena kegagalan ini? Saya tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya saat itu, membayangkan proses kuret ini meskipun sebenarnya hal ini bukan kemauan kami dan semua ini memang sudah kehendak Allah SWT.

Dokter dan juga suster berulang kali mengingatkan bahwasannya setelah ini saya masih bisa hamil lagi, jadi tidak perlu khawatir. Saya tersenyum pedih, tiga bulan calon bayi itu sudah berada dalam rahim saya dan tiba-tiba harus kehilangannya? Saya tidak tahu bagaimana menceritakan kesedihan ini.

Akan tetapi, saya percaya pastilah ALLAH memiliki rencana lain yang paling indah untuk saya atau mungkin ALLAH punya alasan kenapa kehamilan saya kali ini gagal. Saya masih terus mencari jawaban dan hikmah dari kejadian ini sambil terus mencoba mensyukuri apapun yang sudah terjadi dalam kehidupan saya dari awal pernikahan kami hingga sekarang. Saya yakin, ALLAH tahu saya kuat menghadapi segala teguran yang diberikannya kepada saya. Saya lebih senang semua yang terjadi selama ini disebut teguran agar saya terus memperbaiki diri.

Hidup memang begini terdiri dari rangakain canda, tawa, tangis, kebahagiaan juga kesedihan namun demikian semoga saya dan keluarga selalu berada dalam lindungan ALLAW SWT.

Advertisements

18 thoughts on “Blighted Ovum

  1. Hani.. aku baru tahu.. ketakutan seorang ibu yang sedang hamil memang adalah janin yang tidak.tumbuh sesuai dengan waktunya.. dan sedih banget membaca tulisan ini 😦

    semoga tabah ya han.. dan semoga bisa diberikan lagi yang lebih baik..

  2. Pingback: Peranan suami saat istri hamil

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s