Hadapi dia si muka dua

Apakah Anda sedang dihadapkan dengan orang-orang bermuka dua di dalam lingkungan Anda? Entah itu lingkungan kerja atau pun lingkungan tetangga, persahabtan atau bahkan keluarga besar Anda?

Ok, bersabar menghadapi dengan senyum dan mendo’akannya mungkin sudah membuat Anda fade up! atau sudah muak karena terkadang kita memang tidak bisa terus-terusan menjadi malaikat yang baik hati buat mereka, Nah, berikut saya kasih tipsnya bagaimana menghadapi si muka dua ini, eh tapi gak usah ditanggapi dengan serius ya…just for fun tapi boleh dicoba, he he he Continue reading

Pentingnya impian

Kalau dibaca judulnya mirip-mirip kata pembuka sebuah orasi di seminar motivasi MLM gitu ya…jangan begitu saya dulu aktif di MLM tertentu dan kalau kita ambil ilmu dari setiap motivasi seminarnya memang luaarrr biasa! Walau pun tetap tak ada motivator terhebat selain diri kita sendiri.

Tapi berbicara tentang impian, tak hanya mereka yang bergabung di MLM lho yang harus punya impian. Saya sadar betul butuhnya impian itu malahan dikenalkan pada anak-anak, ya tentunya kita harus mengenalkan mereka macam-macam impian yang terdekat; misalkan jjika orang tuanya musisi kenalkan dengan dunia musik, kalau orang tuanya penulis kenalkan dengan dunia tulis menulis. Continue reading

Sekali maling tetap maling

Menurut teman, apakah maling bisa bertaubat? tapi untuk kasus saya ini saya tidak percaya kalau maling  bisa berubah menjadi baik meski sudah kita baikin! Dan saya tiba-tiba saja menjadi malas berbuat baik padanya, saya juga menyuruh suami saya jangan baik-baik sama dia, gak usah deh kasihan-kasihan wong yang dikasihani kurang ajar begitu.

Peristiwa sore ini membuat saya “ngeh” dan sadar bahwasannya “sekali maling akan tetap maling“. Continue reading

Bagaimana kita tahu kalau kita unik?

Hani

Model adalah saya sendiri sama si “ehem” yang menggambarkan keunikan kami, yang pasti saya cantik dia nggak, he he he

Sejujurnya saya senang sekali dengan aktifitas ngantor, bahkan saat sakit pun kadang saya kepikiran kalau lebih enak di kantor daripada di rumah, mungkin karena masih belum ada anak ya…..

Di kantor itu saya bisa selalu mendapatkan suasana baru, kalau pun stress pasti ada yang bikin saya ketawa atau sayanya yang sableng mentertawakan ke-setresan, he he he. Dalam kesablengan pun saya masih sering bilang “Gak ada jalan itu gak ada, pasti ada!” dan gak jarang pernyataan ini membuat orang ikutan sableng.

Moment yang paling saya suka saat ada di kantor adalah saat saya bertemu klien apalagi kalau deal dan si dia sudah kasih deposit, saat bukan outlook ada respond positive dari client dan atau ada email permintaan untuk proyek baru! Dan yang pasti, yang kami lakukan di sebelum pekerjaan di mulai adalah morning briefing. Di sela-sela morning briefing ini kami biasanya selingi dengan bercanda, saling mengolok, intinya menjadikan suasana tak tegang terutama saat sedang ada masalah, di sinilah saya merasa bahwasannya everyone is unique!

Continue reading

Membentuk Karakter Ala Bunda Siti

Karakter itu dapat terbentuk dari mana saja, baik itu lingkungan dalam ruang lingkup yang besar misalkan sekolah, lingkungan tetangga dan lain-lain ruang lingkup terkecil yaitu keluarga. Dalam lingkup keluarga seorang ibu memiliki peranan terpenting untuk pembentukan karakter anak-anaknya.

Bunda saya, seorang ibu rumah tangga yang sangat tangguh dan sadar penuh tentang pembentukan karakter anaknya. Terlahir di keluarga yang mendidiknya untuk mandiri dari usia dini, Bunda  mengajarkan saya juga tentang kemandirian dalam menyongsong kehidupan. Di sela-sela belajar kemandirian itulah, secara tak sadar Bunda telah menanamkan sifat kepemimpinan di dalam diri saya. Continue reading

Apa maksudnya?

Sahabat, begini pada suatu hari saya mendengarkan sebuah percakapan dan dalam percakapan itu saya mendengarkan satu kalimat sebenarnya biasa, namun karena yang mengatakan itu adalah “Seseorang” itu maka saya menerimanya menjadi lain atau memiliki makna lain.

Kalimat itu adalah “Saya makan, tapi gak rakus” biasa bukan? namun dalam beberapa kesempatan keadaan kenapa bisa berubah arti. Continue reading

Aku sedih..

Ya, kemarin aku sempat menangis
Rasanya, ada rasa yang mengiris dan menyayat hati…
Menyumbat paru-paruku hingga sesak dan sulit untuk bernafas.
Aku sedih….

Aku bilang aku sedih…

Aku sedih karena hanya memiliki kamar kecil dan sempit
Aku sedih karena memiliki penghasilan kecil
Aku sedih, sedih melihat semua kekuranganku

Tapi, aku lebih sedih saat sadar aku kurang bersyukur…

Maafkan aku Tuhan atas kesedihanku.
Terima kasih atas segala anugerah yang sudah Engaku berikan

Aku sedih karena tidak bersyukur

Apa yang kau pikirkan?

Saya melihat seorang Bapak tua, di punggungnya ada sebuah lemari pintu dua dia melangkah terhuyung menyusuri jalanan yang teramat panas. Dia berjalan terus menelusuri jalan berharap ada yang memanggil dan membeli lemari yang di bawahnya. Mukanya lusuh dan kusam.

Di tempat lain, saya melihat seorang lelaki tua yang berjalan dari kompleks perumahan ke perumahan yang lain sambil memukul-mukulkan ember barang dagangannya, berharap ada yang memanggil dan membeli embernya tapi sayang tak seorang pun yang membelinya karena di rumah pun sudah ada tumpukan ember tak terpakai.

Di pasar, saya melihat ibu-ibu tua yang menahan lelah karena sekeranjang belanjaan yang ada di atas kepalanya, dia berjalan terhuyung menulusuri jalan tanjakan menuju lokasi parkir. Ternyata dia hanya buruh angkat barang di pasar itu, dia tersenyum penuh syukur setelah menerima lembaran 5 ribu dari ibu-ibu si pemilik belanjaan.

Continue reading

Jika Kentut Itu Dosa

Pernahkah berpikir bagaimana jika kentut itu dosa? Sudah pasti tidak akan ada yang berani kentut dan jika tidak ada yang berani kentut apa jadinya peradapan umat manusia di dunia ini?

Dan bagi saya, jika kentut itu dosa maka dosa saya akan teramat banyak. Entah semenjak kapan saya jadi keseringan kentut meskipun itu saya lakukan di kamar, you know-lah siapa yang jadi korban bom atom itu? He he he. Continue reading

4 Alasan Kenapa Mencuci Pakai Tangan

Saya dulu jaman ngekos malas sekali dengan pekerjaan mencuci apalagi menyetrika, jadi pekerjaan laundry ini saya serahkan saja pada ahlinya yaitu “Jasa Laundry” yang ada di sekitaran kost-kostan.

Namun demikian, dengan perkembangan jaman (weleh-weleh) saya mulai sadar bahwasannya ada bebarapa hal yang sebenarnya bisa saya kerjakan sendiri dan ini akan sangat ekonomis dan baik untuk kesehatan kantong saya.  Dan akhirnya, saya pun berinisiatif mencuci sendiri! Awalnya sih mencuci pakai mesin cuci karena memang ada mesin cuci, akan tetapi berawal dari baju seragam saya yang cepat bulukan akibat terlampau sering digilas saya pun beralih mencuci pakai tangan. Saya sudah melakukan aktifitas mencuci pakai tangan ini selama dua minggu, saat mencuci pun saya sempat merenung dan berpikir kalau ternyata mencuci pakai tangan itu banyak untungnya.
Continue reading