Apa maksudnya?

Sahabat, begini pada suatu hari saya mendengarkan sebuah percakapan dan dalam percakapan itu saya mendengarkan satu kalimat sebenarnya biasa, namun karena yang mengatakan itu adalah “Seseorang” itu maka saya menerimanya menjadi lain atau memiliki makna lain.

Kalimat itu adalah “Saya makan, tapi gak rakus” biasa bukan? namun dalam beberapa kesempatan keadaan kenapa bisa berubah arti.

Pekerja saat istirahat makan siang

Pekerja I : Jun, kok kamu makannya sedikit sekali

Pekerja II: Saya makan, tapi gak rakus !

Pegawai Pajak sedang audit

Accounting : Ini semua berkas-berkas yang bisa diperiksa, Pak? Apa ada kekurangan lain?

Pegawai Pajak : Saya akan periksa dulu tapi saya minta kelengkapan lain untuk segera dilampirkan

Accounting : Baik, Pak…namun ada beberapa bulan kami missing data, Pak.

Pegawai Pajak: Tenang saja, Mbak. Saya makan tapi gak rakus kok…

Di sudut lain

Saya mencoba mengartikan kalimat terakhirnya.

Makan tapi gak rakus, saya juga begitu kok saya makan seperlunya saja. Bahkan kalau bisa saya berhenti sebelum kekenyangan, he he

Kembali ke pertanyaan saya, jadi apa maksud dari “Makan tapi tidak rakus” di dalam pembicaraan ini?

Advertisements

9 thoughts on “Apa maksudnya?

  1. .:.Sambil duduk bersila Kayak Ikyu-san.:.tuk..tuk..tuk
    Bismillah:
    |Makan tapi tidak rakus|
    Pekerja saat istirahat makan siang
    ===========================
    Makan tapi tidak rakus yang dimaksud tetap merujuk pada frase “makan” sesungguhnya. Dengan kata lain, pekerja II butuh makan, namun memang dikala sudah kenyang, dia tahu waktu kapan untuk berhenti . Ya semua orang tahu kalo makan itu sebuah kebutuhan dan naluri manusiwanya keluar untuk bertahan hidup

    Pegawai Pajak sedang audit
    ======================
    |Makan tapi tidak rakus|
    Makan tapi tidak rakus yang dimaksud merujuk pada frase “makan” dengan konotasi negatif. lek bahasa indonesiane iku majas opo yo? aq lali jenenge.

    ada banyak opsi seh menurutku
    1. Punya uang tapi pura-pura gak butuh. Tapi jika dapat, dialokasikan untuk hal lain yang lebih krusial. (Gaya hidup untuk memenuhi semua kebutuhan yg berskala sekunder) * red” jadi pegawae ntu butuh uang selipan yang ketegrinya cuma buat jajan sama rokok tanpa memangkas uang primernya sendiri A.K.A amplopan yang disendirikan dari bilik dompet
    2. Tidak rakus dalam artian kuantitas. Minta dikasih berapapun nominalnya mau dan gak protes. Gaya hidup untuk memenuhi semua kebutuhan yg berskala primer
    3. Bagi hasil- Sudi nerima berapapun sogokan, tapi tidak dinikmati sendiri. melainkan dibagikan dengan koleganya,sahabat, dulur, hewan peliharaan, sopir, dsb
    =======================================================

    Diperkenankan kepada yang lebih senior yakni pakde Kholik, Om NH.dan rekan rekan senior untuk menjlentrehkan.

    NB: Mbak, sampeyan ini tanya apa ngetes seh? kok sepertinya ingin tahu banyak sekali. apa ada hasrat memperdalam ilmu Ngutil. Nanti tak kandakno mas husni lho 😀

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s