Sekali maling tetap maling

Menurut teman, apakah maling bisa bertaubat? tapi untuk kasus saya ini saya tidak percaya kalau maling  bisa berubah menjadi baik meski sudah kita baikin! Dan saya tiba-tiba saja menjadi malas berbuat baik padanya, saya juga menyuruh suami saya jangan baik-baik sama dia, gak usah deh kasihan-kasihan wong yang dikasihani kurang ajar begitu.

Peristiwa sore ini membuat saya “ngeh” dan sadar bahwasannya “sekali maling akan tetap maling“.

Tentu saja saya berbicara bukan tentang seseorang tapi seekor kucing, masih ingat tidak, kira-kira dua minggu lalu saya bercerita tentang seekor anak kucing di rumah kami? Nah, ini tentang emak dia. Si emak kucing ini emang dari awal tukang nyuri ikan di dapur tapi suami saya berkeyakinan kalau kita baikin, kita kasih makan dia akan berubah jinak dan gak nyuri lagi. Uh,….tapi sore ini ternyata si emak kucing ini mencuri ikan di dapur!

Mungkin dia dalam keadaan terpaksa karena anak-anaknya tidak dapat makanan. Ya, beginilah kalau aslinya maling begitu ada kesempatan dan kepepet ya maling lagi deh. Sebenarnya sih, kalau si emak kucing ini mau ngajak anaknya turun dari atap rumah tetangga sebelah dan tidur di gudang, kami akan dengan senang hati memberinya makan bahkan suami saya sempatin lho beliin dia ikan seperti saat itu.

Cerita lain….

Sekarang kita pindah cerita, bukan maling akan tetapi seorang cheater. Menurut sahabat ni…cheater atau tukang tipu ini bisa taubat nggak, sih? Sahabat ada pengalaman di tipu seseorang? mungkin kekasih, sahabat begitu? Saya pernah melakukan jajak pendapat di dalam sebuah forum kecil, yaitu mak-mak di kantor saya, he he dan mereka cerita tentang mantan pacar masing-masing.

Sebagian besar mereka berpendapat “Cheater is cheater, never change!” kalau menurut saya sih bisa berubah, tapi usaha mereka akan sangat berat karena mereka akan mudah sekali tergoda begitu ada kesempatan dan kepepet. Butuh niat dan tekad yang besar untuk benar-benar berubah.

Kalau menurut sahabat?

 

 

15 thoughts on “Sekali maling tetap maling

  1. cr paling bagus buat cheater ya pendekatannya scr psikiatry mbak, tidak sesederhana itu persoalannya…
    pola prilaku yg berbohong atau istilah kerennya manipulatif itu bs krn tekanan, obsesi, self defence ataupun gangguan kejiwaan laiinya
    jgn salah loh, sbenernya bohonh itu kreatif yg disalahgunakan…hehehe

  2. duh kirain maling beneran, ternyata kucing toh. kucing mah bakal setia nyuri atau nungguin makanan sekalinya dikasih makanan. kalau tukang tipu udah jadi hobi pasti susah berubah tuh

  3. Cheater bisa berubah, tapi itu pun susahnya setengah mati. Saat lingkungan sedikit tidak mempercayai dia, ada yang terpacu untuk semakin membaik ada yang kembali ke semula.

  4. Hiks… aku pernah dunk ditipu ama sahabatku sendiri yang udah kaya’ sodara. Seharusnya memang gak baik ya kita ngejudge ‘sekali maling tetap maling’ karena ada kalanya orang yang sudah insaf kembali berbuat begitu karena keadaan sekitarnya. Bisa jadi mereka berpikiran, ‘ah percuma juga aku insaf kalo toh tetap dibilang maling’. Lebih baik untuk tidak berburuk sangka tetapi waspada 🙂

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s