Pentingnya impian

Kalau dibaca judulnya mirip-mirip kata pembuka sebuah orasi di seminar motivasi MLM gitu ya…jangan begitu saya dulu aktif di MLM tertentu dan kalau kita ambil ilmu dari setiap motivasi seminarnya memang luaarrr biasa! Walau pun tetap tak ada motivator terhebat selain diri kita sendiri.

Tapi berbicara tentang impian, tak hanya mereka yang bergabung di MLM lho yang harus punya impian. Saya sadar betul butuhnya impian itu malahan dikenalkan pada anak-anak, ya tentunya kita harus mengenalkan mereka macam-macam impian yang terdekat; misalkan jjika orang tuanya musisi kenalkan dengan dunia musik, kalau orang tuanya penulis kenalkan dengan dunia tulis menulis.

Saya belum pernah menjadi orang tua, jadi saya tidak akan menuliskan tips mengenalkan impian kepada anak di sini. Hanya saja, saya merasa kita memang butuh mengenalkannya! Kalau tidak, maka saat menginjak SMA atau perguruan tinggi pun mereka cenderung hanya mengikuti arus karena tak tahu kemampuan diri, tidak mengenali potensi diri dan tidak tahu jalur untuk meraih impiannya.

Hidup tanpa impian itu memang membiarkannya mengalir begitu saja, tak ada passion!

Kisah nyata…

Orang tua saya tidak pernah mengenalkan saya dengan dunia mereka karena menurut mereka, saya harus memiliki kehidupan yang lebih baik dari mereka. Namun, pengalaman hidup yang keras itu membuat saya saat itu memiliki impian sendiri yang saya pendam, kalau saya ceritakan kepada orang tua saya dia hanya mengamini tak berani lebih dari itu karena takut tak kesampaian melihat keadaan ekonomi mereka saat itu.

Saya sendiri tak berani menuliskan impian saya secara rinci, karena saya takut ditertawakan, takut diremehkan, jadi impian saya secara detail itu yang tahu hanya antara saya dan ALLAH. Alhamdulillah, meski belum semua mimpi saya terkabul namun,  satu persatu diberikan. ALLAH itu memang Maha Pemurah.

Namun, mimpi anak-anak  ternyata mampu menjadi pendorong dan motivasi untuk orang tua untuk melakukan apapun demi membantu impian anaknya tercapai. Padahal impian saya dulu itu cukup simple, saya ingin jadi sekretaris dan wartawan, he he he

42 thoughts on “Pentingnya impian

  1. Loh kan keturutan toh yang jadi sekretaris dan wartawan…

    sekretaris PT. Semut Pelari Jaya.. dan wartawan Blogspher Post hahaha

  2. Kalau dulu saya sempat punya impian jadi kernet bus mbak, hahaha…. Entah apa maksudnya. Namanya juga anak-anak kali ya, hehe….. Dulu asyik aja kayaknya liat kernet bus berdiri di pintu bus sambil teriak-teriak 😀

  3. setiap manusia pasti punya keinginan dan keinginan yang belum tercapai menjadi harapan dan jika harapan masih di angan yang kuat menjadi impian. itulah sebabnya bagi yang tidak kuat jadi pengkhayal dan yang lebih tidak kuat lagi suka bicara sendiri dan ketawa/menangis mengingat impiannya itu, bagi mereka yang menjadikan motivasi akan bergerak untuk menggapai impian dengan kemampuannya.

  4. Mimpi itu bisa menjadi motivasi …
    dengan berjalannya kedewasaan seseorang …
    Mimpi itu bisa di”revisi” kok …
    karena kematangan membuat seseorang lebih bijak dalam bermimpi …

    Salam saya

  5. PErasaan kita sama mbak. Aku takut diremehkan menceritakan impian. Ada baiknya impian kita sembunyikan sendiri, memotivasi diri sendiri dan orang lain melihat hasilnya. Jadi tak perlu gembar gembor tapi hasilnya nol. Siip mbak? 🙂

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s