Cinta tak bersyarat

Cinta tak bersyarat, pernahkah kita mencoba mencarinya? Ini bukan sekedar cinta sejati yang selama ini kita puja dan nanti-nati, lebih dari itu. Ini tentang ke-cintaan orang tua terhadap anak-anaknya. Cinta orang tua kita terhadap kita, anak-anaknya.

Mungkin selama ini kita komplain karena kita merasa diabaikan oleh orang tua, kita protes karena kita tak mendapatkan apa yang anak-anak lain dapat dari orang tua mereka. Kita sedih, sedih sekali karena kita tak seberuntung anak-anak lain yang memiliki orang tua snagat perhatian dan sayang kepada anaknya.

Akan tetapi, mungkin kita perlu bertanya kepada hati nurani kita. Apakah benar orang tua kita se-cuek itu? Apa benar mereka tak sebaik yang kita pikirkan? Ya, sejelak apapun…mereka adalah orang tua kita.

Saya sering sekali menuliskan artikel-artikel tentang orang tua atau ibu dalam blog saya yang tak elok ini, karena saya takut saya menjadi anak yang tidak tahu diri mengabaikan orang tua saya sendiri. Apalagi orang tua saya bukanlah orang tua yang tidak mempedulikan anak-anaknya. Orang tua saya lebih dari gambaran orang tua yang baik buat saya, tak ada sedikit pun waktu yang mereka sia-siakan demi kami. Mereka sangat baik.

Dengan menuliskan ini saya berharap untuk selalu ingat akan bakti saya terhadap orang tua, agar selalu ikhlas melakukan pengorbanan jika memang sesuatu yang saya lakukan adalah pengorbanan untuk mereka, agar saya tahu bahwasannya membawa saya lahir ke dunia ini pun sudah merupakan bukti cinta mereka yang luar biasa.

Orang tua saya tak mengharapkan imbalan apa-apa dari semua yang mereka lakukan, mereka hanya meminta saya untuk bahagia. Permintaannya cukup sederhana dan meminta saya untuk memiliki keteguhan hati, lebih bersyukur, berani bermimpi besar dan tidak pantang menyerah.

Mungkin kita sudah sering melihat video atau postingan tentang tayangan video ini, akan tetapi jika Anda (siapapun Anda) kalau kebetulan mampir di blog saya ini mohon sejenak menyelesaikan video ini (maaf sedikit maksa):

 

Selama ini mungkin tidak pernah mau tahu bagaimana perjuangan orang tua mengantarkan kita melihat dunia, memberikan kita kesempatan untuk berprestasi dan belajar tentang kehidupan yang lebih baik dari yang dimilikinya. Hidup dan kesempatan ini memang milik ALLAH, tapi Dia menggunakan orang tua kita sebagai perantaranya.

Putus cinta, kehilangan pekerjaan, gagal masuk PNS, belum menemukan jodoh, bisnis tidak lancar dan lain sebagainya mungkin bisa terjadi kepada kita yang selama ini kurang bersyukur, berterima kasih kepada orang tua kita. Mari kita meminta maaf dan memohon do’a restunya.

(Saya menuliskan ini karena sedang homesick dan kangeeeennn sekali pelukan Bunda, saya sebenarnya marah karena Bunda melarang saya pulang sampai nanti adik sepupu kami menikah yang artinya tahun depan, akan tetapi saya selalu berusaha memahami alasan beliau)

Advertisements

5 thoughts on “Cinta tak bersyarat

  1. haniiii… dari sekarang aja udah sangat menyayangi anak yak akunya. Apalagi udah melihat secara nyata, gak kebayang deh sayangnya. Emang sayang orang tua itu tampa syarat yak, TAPI mungkin ada beberapa keinginan dari orang tua yang menurut kita baik untuk anak namun gak sesuai dengan keinginan mereka.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s