Kapan terakhir memeluk Ayah?

Saya sedang sakit kepala dan sedikit tidak enak badan hari ini, adik saya bilang saya sedang homesick. Saya berasa diledekin dan rasanya gak pantas, seorang yang sudah menikah masih suka homesick. Akan tetapi, di saat-saat seperti ini saya memang benar-benar rindu berada di tengah-tengah Ayah dan Ibu saya.

Sedang galau-galaunya begini, tiba-tiba saya nemu video ini:

Judulnnya “My Daddy is Home” yang mengingatkan saya akan masa kecil, di mana Papa saya sering bepergian keluar pulau demi mencari nafkah untuk anak-anak dan istrinya. Saya ingat betapa bahagianya ada pada moment pertemuan setelah perpisahan yang kadang sampai satu bulan lebih.

Kata orang seorang anak perempuan itu dekat dengan Ayahnya, mereka benar. Saya pun merasa demikian, walaupun pada akhirnya menginjak usia dewasa saya lebih memilih bercerita kepada Bunda akan tetapi kedekatan kami seimbang.

Saat saya kecil saya suka sekali berada dalam pelukan Papa saya, dalam segala suasana saya selalu merasakan kehangatan pelukannya. Bahkan, saat saya sakit saya tidak akan bisa tidur kalau belum dipeluk oleh Papa. Pelukan Papa seakan memberikan kedamaian, menghilangkan segala gunda dan kekhawatiran sehingga saya akan lebih cepat pulas jika ditidurkan dipelukannya.

Terakhir Papa memeluk saya erat seakan saya ada putri kecilnya adalah hanya semalam setelah saya menikah, saat itu saya ada di kamar Bunda sedang membantu mengurusi Bunda yang sakit. Saya berdiri di atas kasur, entah kenapa Papa mendekat, meraih saya kepelukannya dan menciumi pipi saya. Saya segera melepaskan pelukan itu karena saya sudah hampir menitikkan air mata.

Papa saya bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaannya, namun saya merasakan apa yang sedang dia rasakan. Dalam kesempatan itu dia sempat bertanya “Kapan balik ke Bali, Nduk?” padahal dia tahu jawaban saya.

Seorang Ayah memang selalu berpikir anak perempuannya adalah gadis kecil yang dulu masih suka disisirin rambutnya, disuapin makannya. Tatapan Mata Papa saat itu cukup mencabik-cabik hati saya, saya ingat kembali sekali saya pernah khilaf membentak Ayah saya dan dia diam dan saya pun pernah membenci dia hanya karena satu kesalahan, padahal itu hanya karena dia khilaf.

Sahabat, kapan terakhir memeluk Ayah kalian?

Saya rindu sekali pelukan Papa saya, pelukan hangat dan menenangkannya. Meski pun sekarang ada sosok lelaki gagah yang memberikan pelukan hangat dan menenangkan itu, pelukan Papa tetap membuat saya rindu.

Advertisements

9 thoughts on “Kapan terakhir memeluk Ayah?

  1. Memang ya, sampai kapanpun, walau sudah punya anak, kita tetap di anggap gadis kecil oleh orang tua kita. Nanti pasti kita bersikap seperti itu juga terhadap anak2 sendiri.

    Kapan ya terakhir memeluk bapak saya, hmm .. saat beliau ngga tahan di suntik insulin di rumah sakit. Udah beberapa tahun yg lalu 🙂

  2. Akhir2 ini akang menyempatkan diri untuk bertemu bapak paling lama sebulan sekali, maklum beliau sedang sakit. Baca postingan ini mampu memunculkan kenangan akang sendiri bersama bapak saat2 dulu. Terima kasih sudah berbagi cerita.

  3. papa emang seringkali pendiam gak pinter mengungkapkan rasa rindu ama keluarga/anaknya. tapi sebenernya perhatian banget dan pasti sedih ditinggal anak-anaknya pada pergi merantau.

    duh jadi inget bapak dikampung halaman. Anak saya masih umur 17 bulan seneng meluk juga ama ayah dan ibu nya 😀

  4. seriously saya menangis sis baca postingan ini.karena 30 November lalu adalah hari terakhir saya memeluk ayah saya yang sudah terbujur kaku di rumah 😦

    ketika tubuhnya masih hangat, saya memeluknya dengan perasaan berkecamuk, yaitu 2tahun lalu hari ketika saya pamit untuk merantau lagi T__T

    miss you Dad…. 😦

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s