Have I told you that I love you?

Love is in the air….kemarin kalimat ini sempat menjadi kalimat yang saya pakai sebagai pengantar promosi menyambut hari kasih sayang atau “Valentine Day” biasanya orang sebut.

Seperti kata guru ngaji saya, sebenarnya saya tidak boleh merayakan Valentine atau hari kasih sayang ini. Dan sebenarnya saya memang tidak merayakannya, hanya saja saya mengambil moment ini untuk melakukan promosi, untuk mengungkapkan kasih sayang atau sekedar mengutarakan sebuah do’a dan harapan karena orang-orang menghargai moment.

Kasih sayang memang tak berbatas di 14 February.

Namun demikian, saat saya menerima beberapa tangkai mawar dari sepupu atau saudara saya dengan sepucuk surat singkat dengan ungkapan sayang dan juga pernyataan maaf karena tak mampu mengutarakan rasa sayang atau tidak tahu bagaimana mengutarakan sayangnya pada saya, hal ini menjadi hal yang sangat berarti buat saya. Karena saya mengerti, dia menunggu dan mengambil moment ini untuk mengutarakan isi hatinya agar tak timbul pertanyaan “ada apa?” atau  “tumben” karena moment Valentine telah dijadikan orang sebagai m-oment mengutarakan kasih sayangnya.

Kalau sepupu saya meninggalkan beberapa tangkai mawar di depan pintu kamar, saya lain lagi…saya akan memberikan satu hadiah kecil yang mungkin tidak seberapa sebagai ungkapan sayang saya. Sebenarnya saya tak hanya mengambil moment Valentine untuk memberi hadiah, tidak pula saat dia ulang tahun, tapi kapan pun saya ingin namun saya percaya hal ini akan lebih berkesan saat saya berikan di moment-moment seperti Valentine ini.

Kepada pasangan lain lagi, semenjak menikah saya belajar banyak bagaimana cara mengungkapkan rasa sayang saya terhadapnya. Saya tahu, dia tidak akan pernah tahu kalau saya menyayangi dia tanpa saya ucapkan. Akhirnya saya membiasakan diri membisikkan kata “I love you” di telinganya.

Sebagai seorang istri saya banyak kekurangan, akan tetapi untuk kasih sayang saya yakin lebih dari cukup. Setiap saat melihat suami, saya bertanya pada diri saya sendiri “Saya sudah mengatakan kalau saya sayang dia belum, ya?” Kalau belum, sedang sibuk apapun akan saya tinggalkan untuk mendekatinya sebentar dan berbisik “I love you”.

Dan sekarang saya yakin suami saya tahu kalau saya mencintainya dan dia tak perlu lagi bertanya “do you love me?” seperti saat belum menikah dulu karena saya selalu rutin mengatakan “I love you”.

Cerita Adik Kakak

Saya, sepupu dan adik saya besar bersama terkadang mencari moment yang tepat untuk mengungkapkan kasih sayang kami.

Ungkapan Sayang Untuk Suami

Mengungkapkan sayang untuk suami tak pernah menunggu moment karena di saat saya menyempatkan diri mengatakan “I Love You” di tengah kesibukan atau senda gurau itu saya percaya sedang menciptakan sebuah moment 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Have I told you that I love you?

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s