Pendidikan di Indonesia

Pendidikan yang biasanya berhubungan di sekolah menjadi hal yang dijauhi oleh beberapa anak di Indonesia saat ini, banyak sebab yang membuat mereka enggan bersekolah.

Jaman saya dulu, saya malas sekolah karena saya dipaksa untuk latihan membaca dan berhitung di usia 6 tahun karena di usia 4 – 5 tahun yang saya suka hanya bernyanyi , menari atau pun menirukan seorang penyiar radio, televisi dan juga pianis yang sedang memainkan pianonya. Karena di usis itu yang ada di otak saya adalah impian saya kelak di usia 20 tahun.

Pagi ini saya sempat chat dengan mantan teman kerja saya yang sekarang bekerja di Norwegian International School, dia bercerita kalau sekolah di sana berbeda dengan sekolah kita dulu. Sekolah di sana santai, bahkan ke dalam kelas pun boleh membawah makanan, materi pelajaran pun disampaikan dengan cara yang tidak membosankan.

Sayapun jadi berpikir, apa yang salah dengan system pendidikan kita? Kenapa adik-adik atau keponakan kita banyak yang tidak menyukai sekolah?

Seharusnya sekolah memang tak hanya menjadi tempat belajar tentang hal-hal akademik, akan tetapi tempat belajar tentang hidup. Karena setelah keluar sekolah nantinya, mereka harus mempersiapkan diri untuk hidup yang sebenarnya. Sebagian orang berpendapat bahwasannya, pelajaran tentang kehidupan seharusnya didapatkan dari orang tua. Saya berpikir lain, orang tua menyekolahkan anaknya saya rasa bukan hanya biar pinter membaca, menulis dan matematika. Para orang tua memasukkan sekolah anaknya karena mereka percaya kalau sekolah bisa mengajarkan pula tentang moralitas, percaya diri, ketangguhan dan lain sebagainya.

Pendidikan anak memang selalu mengambil peranan orang tua dan sekolah.

Namun, sekali lagi bagaimana sekarang menjadikan sekolah tempat yang nyaman buat anak-anak untuk bersekolah sehingga sekolah menjadi motivasi mereka untuk bangun pagi dan untuk belajar, tidak seperti sekarang. COba saja intip percakapan keponaan saya sama Mamanya.

Perhatian: Semua percakapan dalam bahasa Jawa

Mama : Ayo, Ken…cepet mandi, sekolah

Anak : Emo, Ma…..aku gak sekolah ae wes…. (aku gak sekolah saja)

Mama : Engkok lek gak sekolah gak pinter, lho… ( Ntar, kalau gak sekolah gak pinter, lho…)

Anak : Baba, wes….aku ndak pinten ndak popo, Ma……. (Biarin deh, Ma aku nggak pinter juga gak apa-apa)

Percakapan di atas dilakukan oleh anak usia 4 tahun dengan Mamanya saat pagi hari.

Kita semua sadar, biaya pendidikan snagatlah mahal di negara kita ini. Kalau ingin sekolah dengan kualitas baik ya harus siap-siap uang yang banyak kalau tidak mungkin terpaksa anak-anak harus sekolah di sekolah negeri.

Dulu saya tidak pernah berpikir tentang hal ini, akan tetapi semenjak saya menjadi calon orang tua hal ini menjadi pikiran juga dan menjadi PR untuk saya mempersiapkan semuanya lebih dini.

Menurut sahabat, system pendidikann yang bagus itu seperti apa sih?

Advertisements

11 thoughts on “Pendidikan di Indonesia

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s