Komunikasi Awal Ibu & Anak

Pendar BintangKomunikasi Awal Ibu & Anak – Ada rasa excitement yang tak bisa tergambarkan saat pertama kali saya merasakan hal ini. Mungkin karena ini kali pertama saya merasakan tendangan-tendangan halusnya di dinding rahim saya sehingga membuat saya terkejut dan akhirnya tersenyum bahagia, lalu mengatakan pada diri sendiri bahwasannya saya sekarang gak sendirian, ada dia…calon anak saya di dalam perut ini.

Masih terlalu dini saat itu jika ingin memamerkan dia, jadi saya hanya bisa mengelus-elus perut dan bertanya-tanya seperti apa perut ini nanti saat dia terus tumbum dari minggu ke minggu. Tak sabar rasanya, meski terkadang terselip rasa takut dan khawatir yang hanya bisa saya sharing saat saya menghadap-Nya.

Saking antusiasnya,saya sampai-sampai mengikuti semacam News Letter sebuah portal Ibu hamil yang mengirimkan berita mingguan tentang usia, keadaan janin dan perubahan yang akan dialami oleh sang ibu dari minggu ke minggu. Rasa bahagia selalu terpancar saat mengetahui si kecil ternyata bertumbuh denga sehat dan sempurna.

Alhamdulillah, si kecil memasuki usia 7 bulan di dalam kandungan ini dia mulai lebih active dari biasanya dan mengerti diajak komunikasi. Saat suami mengetuk-ketuk perut sambil memanggil “Dedek, bangun dedek..” dia pun bereaksi, entah itu menggeliat atau bagaimana saya merasakan gerakannya atau kalau dia tidak mau bangun biasanya saya pancing dengan music Classic dan dia pun bereaksi. Saya benar-benar merasakan adanya komunikasi dengannya pada saat-saat ini, dia menyukai apa yang saya sukai, music dengan iringan orchestra.

Mungkin untuk yang sudah beberapa kali hamil, hal ini berasa biasa saja. Akan tetapi buat saya, ada semacam komunikasi yang hanya saya dan bayi saya mengerti. Saya tahu saat dia merasa kurang dengan makanan yang saya makan, suara yang tidak dia sukai atau pun kondisi-kondisi baik physical mau pun bukan yang tidak dia sukai.

Saya tidak pernah merasa kesepian lagi, karena di saat saya sendirian dia lebih sering bergerak active menunjukkan kalau dia ada dan seolah mengatakan kalau dia akan menemani saya, so sweet sekali. Saya tidak peduli lagi, dia bayi cowok atau cewek yang penting dia lahir dengan sehat, sempurna dan lengkap. Bagi saya cowok atau cewek, mereka memiliki tempat yang sama di hati saya. Makanya saat banyak yang menebak bayi saya cewek atau pun cowok saya cuma tersenyum, bahkan saya hanya tersenyum dengan dua kali hasil USG dari dokter.

Do’a kami untuk si kecil adalah semoga kelak dia bertumbuh menjadi pribadi yang unggul dan tidak sombong, memiliki hati yang penuh kasih juga menjadi sukses bermanfaat, meskipun dia hanya lahir dari seorang perempuan yang sederhana dan bukan siapa-siapa. Look forward to seeing you, Baby :*

Advertisements

11 thoughts on “Komunikasi Awal Ibu & Anak

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s