A SELF REFLECTION:Tragedy di awal 2014

SELF REFLECTIONSaat pertama kali Om NH memposting tentang GA ini yang terbayang pertama kali di benak saya adalah kaca cermin, entah kenapa refleksi selalu berhubungan dengan kaca cermin di benak saya. Dan karena kaca cermin, maka yang terpantul di situ adalah bayangan saya yang baik dan buruk akan saya lihat dan akui.

Awalnya ragu bisa ikutan GA ini karena kondisi hamil tua yang moody dan juga menjelang cuti kemarin pekerjaan kantor naudzubillah banyaknya dan ternyata sampai cuti pun tak berhenti mengerjakannya. Tapi, alhamdulillah meski sibuk kalau di rumah masih bisa santai sehingga saya bisa mengobrak-abrik artikel yang sudah saya buat di tahun 2014 ini, meski tak banyak dan ini memudahkan saya untuk membacanya kembali.

Artikel yang saya buat dan sangat berkesan di sepanjang 2014 adalah “Tragedy di  Awal 2014” di mana saat menuliskan artikel ini benar-benar isinya adalah sebuah renungan yang luar biasa. Isi dari artikel ini menceritakan bagaimana di tanggal 2 January 2014 saya mengalami suatu musibah, yaitu kecurian! Padahal ini adalah awal saya dan suami hidup mandiri. Tragedy ini adalah pukulan berat buat saya dan suami, khususnya saya karena mayoritas barang-barang yang hilang adalah milik saya pribadi.

Akan tetapi, rasa sedih itu untungnya hanya sebentar karena saya segera sadar dan bisa merenungkan kenapa hal itu sampai terjadi. Di situ saya sebutkan 7 point renungan yang alhamdulillah membawah saya insyaallah lebih baik dari tahun 2013 yang sudah berlalu. Mungkin tanpa peristiwa itu saya belum memperbaiki diri.

Artikel ini akan senantiasa menjadi pengingat saya untuk selalu memperrbaiki diri, jangan menunggu satu tragedy terjadi untuk belajar menjadi pribadi lebih baik karena belajar dari pengalaman pribadi seperti ini sungguh harus dibayar mahal.

Namun, ada point renungan yang kurang dalam artikel saya tersebut yakni saya terlalu serakah! Ada satu point yang saya takut akui dalam artikel tersebut, saat itu saya sedang berambisi akan sesuatu dan ambisi itu pun karena ingin membuktikan diri saya hebat. Sungguh sombong saya sebagai manusia, seharusnya ingin mencapai suatu prestasi pun niatnya bukan buat sombong-sombongan akan tetapi kembali ke tujuan semula sesuai ajaran orang tua saya “Sukses Mulia” yakni memberikan manfaat untuk orang lain paling tidak orang di sekitar kita.

Satu point lagi yang saya dapat dari artikel tersebut bahwasannya tidak semua orang mendapatkan kesempatan baik seperti saya, yang begitu melakukan kesalahan langsung mendapat teguran sehingga saya tidak melakukan kesalahan tersebut secara berkelanjutan.

“Postingan ini diikut sertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blog The Ordinary Trainer”

Advertisements

4 thoughts on “A SELF REFLECTION:Tragedy di awal 2014

  1. Saya pernah mengalami kecurian juga, bedanya kalo Mbak saat baru berkeluarga, kalau saya saat baru tinggal di kontrakan dekat pabrik setelah keluarga saya pindah ke kampung halaman.
    Yang ditinggalkan oleh pencuri hanya dompet kosong, flash disk dan uang 5000 rp. Laptop, hp, sejumlah uang di dompet blas. Nyesek juga, tapi jadi pengalaman berharga juga tentang bagaimana mencari kontrakan yg aman dan selalu menyimpan data-data penting dalam cadangan.
    Sukses dgn GA-nya Mbak…

    Salam dari saya di Sukabumi,

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s