Most Medicine to my pain

Setelah cuti hamil selama 3 bulan saya kembali bekerja, sangat menyenangkan karena saya seorang pembosan, bukan berarti menjaga si kecil itu membosankan. Akan tetapi, semenjak bisnis online saya terhenti saat hamil saya butuh kesibukan lain yang menghasilkan karena tuntutan ekonomi juga, kali ya…

And you know? I do love my jobs that much! Akan tetapi, saat kembali kerja saya menemukan banyak masalah dalam pekerjaan saya. Too much disaster everywhere! Namun, saya tumbuh dalam masalah-masalah tersebut dalam karir ini. Enjoy dan berusaha tenang adalah saya, but again ternyata masalah ini sudah sangat parah sepanjang karir saya di perusahaan ini. Hal ini membuat saya sedih dan juga sedikit stress.Baby Zafa ZafaSyukurlah, saya punya Zafa. He is most medicine to my pain! Saat pulang lihat senyumnya, mencium aromanya membuat pikiran saya fresh, bahkan mau bercerita curhat tentang kerjaan ke suami pun saya lupa! Entah kenapa, Zafa semacam ecstasy yang nagihin dan membuat saya lupa akan masalah. Jadi, kalau curhat-curhat tentang kerjaan sih biasanya di mobil saja.

Tidak kebayang kalau dulu saya nggak punya Zafa, serius lho! Zafa juga yang membuat saya mendapatkan ide-ide segar menghadapi setiap permasalahan yang ada. Apalagi dia sekarang mulai gedebak-gedebuk tengkurap gitu dan juga aktifitas ngocehnya keluar, bahkan teriak-teriak! Suka sekali.

Apalagi Zafa anaknya doyan ketawa, doyan bercanda meskipun hatinya lembut. Kok saya bis atahu dia berhati lembut sedangkan dia masih bayi? Tadi malam, saat saya makan dan dia digendong neneknya, dia ngelihatin saya terus dengan tatapan yang membuat saya itu pingin nangis, syahduh banget, senduh kali tepatnya ya? terus saya bialng ke Zafa “Zafa, jangan lihatin Mommy gitu, Nak…Mommy jadi gak enak makan lho…Zafa lihat TV aja dulu sayang ama nenek” duh…tiba-tiba saya bibirnya nyebek-nyebek (bahasa Indoensianya apa ya…itu lho..gerekan bibir yang mau nangis? he he he) trus nangis sedih. Duh, kontan piring saya taruh dan peluk dia. Ya, ampun Nak….hatimu lembut sekali padahal lahir dari seorang mantan preman 😀

Bagaimana kamu gak jadi obat buat Mommy-mu yang lagi stress ini, he he he

Advertisements

10 thoughts on “Most Medicine to my pain

  1. duh…tiba-tiba saya bibirnya nyebek-nyebek (bahasa Indoensianya apa ya…itu lho..gerekan bibir yang mau nangis? he he he)

    Mungkin mrimbik-mrimbik 🙂

    Baunya bayi itu selalu bikin hati nyessssss.. apapun situasi kita sebelumnya yang melatar-belakangi.
    Semoga Zafa senantiasa sehat dan menyenangkan.

  2. Duuuh…
    lucunya dek Zafaaaa 🙂
    *cubit gemes pipi gembilnya*

    Emang anak itu kan ibarat penyejuk hati Haaaan…
    Kalo lagi bete atau stres, ngelihat anak lagi tidur kayaknya damaaai banget, suka langsung pengen meluk & ciyum2 jadinya 🙂

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s