Zafa Demam

image

image

image

Note: 95% artikel tentang Zafa dipublish memakai HP.

Jadi ceritanya, Kamis lalu entah itu tanggal berapa? Eh tanggal 9 kali ya? Zafa yang siangnya gak kenapa-kenapa bahkan saat sebelum tidur masih bercanda, ketawa ngakak tiba-tiba jam 12 malam demam tinggi sampai 39derajat!

Saat itu seperti biasa saya mainan dulu sama Zafa sebelum dia tidur, dia juga gedebak-gedebuk bolak-balikin badannya sampai akhirnya dia merengek manja pertanda ngantuk. Zafa gak suka digendong, sungguh bayi yang baik. Saya pun tidurkan dia di samping saya biasanya tidur biar gampang ngeloninnya. Tidak seperti biasanya memang, biasanya dia mau tidur ya tidur saja tapi saat itu dia gak kasih tangan saya lepas dari tubuh mungilnya yang gembul sampai saat saya ikutan tertidur.

Jam 12 malam saya terbangun karena belum sholat juga, saya berniat tarik tangan saya yang masih dipegang ileh Zafa tapi lagi-lagi Zafa nggak kasih dan yang membuat saya langsung bangun dan check suhu badannya melalui keningnya adalah Zafa tidurnya merengek kaya kesakitan seperti saat badannya anget pas imunisasi. Saya sedikit panik saat tahu badan Zafa panas, lantas langsung bangunin suami dan beritahu dia. Suami masih setengah sadar, mungkin dia baru tidur lalu saya ambil thermometer dam check suhu badannya mencapai 39.1 derajat saya pun langsung ketakutan dan gak sadar nangis lalu ajak suami langsung ke RS.

Beruntung rumah tak jauh dari RS tidak ada 10menit kami sampai di sana, mendaftar dan menunggu selama 10menit (akan tetapi berasa ber jam-jam) sampai akhirnya Zafa diperiksa oleh dokter jaga. Zafa dinyatakan flu, biar panasnya turun diberikan obat yang dimasukkan melalui dubur.

Alhamdulillah, belum sampai di rumah panas Zafa mulai turun dan Zafa mulai mau tidur dengan nyenyak.

Paginya Zafa udah mau tersenyum walaupun nafsu makan belum kembali. Saya memutuskan gak masuk kerja meski harus ditelponin orang kantor, balas-balas email dari HP sambil ngelonin Zafa.

Obat dari dokter tidak saya berikan karena saat saya kasihkan dia muntah jadi saya kasihan saja, toh Zafa udah gak panas lagi.

Duh, Nak….jangan sakit-sakit lagi ya…mendingan Mommy yang sakit daripada Zafa yang sakit.

Advertisements

5 thoughts on “Zafa Demam

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s