Pinjam meminjam itu tidak sama dengan gantian, lho!

Judul yang panjang ya, karena inti dari artikel ini ada dalam judulnya.
Apakah kita pernah atau dalam keluarga kita terbiasa dengan memakai barang secara bergantian? Terutama kakak dan adik yang saya maksud di sini.

Terkadang, jika dalam keluarga itu ada sepasang saudara atau lebih dengan jenis kelamin yang sama, kadang juga memiliki postur tubuh yang sama sehingga mereka memiliki size untuk baju, sepatu, sandal dan lain sebagainya sama mereka bergantian memakai barang-barang tersebut. Kalau kalian punya pengalaman seperti ini tidak? Dan bagaimana menurut kalian memakai barang secara bergantian seperti ini?

Kalau saya pribadi sih, saya ga suka. Pinjam meminjam ga masalag tapi bergantian? BIG NO! Kesannya pelit dan egois ya kok ga mau gantian ama saudara?

Begini, kan kita sama orang tua sudah pasti dibelikan baju masing-masing dan terkadang baju itu pilihan kita sendiri kan? Apalagi kalau kita sudah besar, jadi saya berasa aneh jika bergantian karena akan menimbulkan banyak masalah.

1. Masalah pertama, salah satu dari saudara ini pasti ada yang ga punya tanggung jawab sehingga habis memakai sesuatu tidak dijaga, bisa rusak, lecet dan lain-lain
2. Salah satu dari saudara ini ada yang curang, memanfaatkan yang baik dengan mengatakan “Kamu sudah kasih aku” saat ditegur saudaranya yang lain karena keseringan makainya dan kebetulan dia suka banget.
3. Jadi tidak ada kejelasan juga untuk kepemilikan barang tersebut, yang mana milik siapa
4. Hal ini juga mendidik salah satu dr mereka yang malas dan curang selalu bergantung pada yang rajin dan bisa menjaga barang-barangnya dengan baik. Bahkan hal yang terburuk, hal ini mendidik dia malas berusaha mendapatkan sesuatu yang dia inginkan “toh bisa pinjam? Eh, gantian, ding! Hehehe”

Kalau pinjam meminjam masih bisa saya torerir karena sifatnya sementara dan ini occasionally.

Untung saya dan adik memiliki postur tubuh berbeda, dan di dalam keluarga kami sih kalau memang daripada pinjam meminjam mendingan kasih aja
Misal saya suka baju adik saya dan muat, saya akan bilang suka, lalu saya akan minta dan kalau baru kadang saya tawarin uang pengganti, cuma kadang adik saya kasih saja gratis ke saya karena saya juga sering melakukan hal yang sama. Dan kami pun sudah biasa memberikan barang-barang yang sudah tidak kami pakai ke orang lain atau sauadara asal itu masih bagus. Saya dan adik saya suka belanja di masa belum nikah (kadang kambuh sampai sekarang cuma ada yang ingetin buat hidup lebih hemat dan ingat buat nabung) jadi kami ga mungkin menumpuk semua barang-barang kami, kan?

Pinjam meminjam juga terjadi tapi kami emang ga pernah gantian. Lagian, kalau keterusan sering gantian ga bagus lah.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

5 thoughts on “Pinjam meminjam itu tidak sama dengan gantian, lho!

  1. Di keluarga saya, meminjam barang milik anggota keluarga lain bukan masalah. Sebab di keluarga saya ga ada 4 masalah yang jadi contoh di tulisan di atas. Saat meminjam, kami bertanggung jawab untuk mengembalikannya dengan baik. Barang yang dipinjam pun beraneka macam, mulai dari barang kecil seperti alat tulis, juga pakaian (kecuali pakaian dalam tentu saja) dan kendaraan. Ga ada masalah.

    Sekalipun nantinya ada masalah, semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Misalnya, pinjam motor ternyata saat dipinjam motornya jatuh dan rusak, ya harus diselesaikan dan bertanggung jawab. Kalau harus diperbaiki bersama pun, bukan masalah besar. Itulah fungsi keluarga di keluarga saya.

    • Pinjam meminjam emang beda sama gantian, kalau pinjam meminjam kami juga biasa cuma bergantian dalam artian adalah asal comot dan berpikiran itu dipakai bersama-sama tanpa ada klarifikasi itu yang saya maksud sebenarnya, karena saya risih melihatnya.
      Apalagi, setelah sekian lama si empunya barang baru ngeh barangnya dirusakin ama yang make, kan gak lucu 😀

  2. Kalo dikeluargaku saling gantian barang itu gak masalah, tapi bukan barang yang bener-bener pribadi, kayak sendal/sepatu, tas, topi dll. asal kalo sudah selesai pakai dikembalikan ke tempat semua. tapi kalo barang pribadi kayak kaos atau yang biasa dipakai badan ya udah pada ngerti sendiri-sendiri sih, jadi gak ada yang makai asal makai aja.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s