Belajar terus terang, yuk!

Kita jenis orang yang suka menyembunyikan perasaan? Oops, bahaya ni! Karena berpikir dengan begitu kita bisa menjadi baik-baik saja padahal tidak! Dan sebaliknya kita kan merasa lebih buruk atau tidak enak meskipun itu perasaan gembira sekalipun.

Sekarang waktunya kita belajar terus terang dan jujur dengan perasaan kita sendiri.

Berharap bukan seperti orang normal dalam berpikir yaitu mengatakan bahwasannya semua baik-baik saja padahal tidak. Saya telah banyak meneliti banyak orang seperti ini, mereka yang senang sekali berpura-pura baik dia akan mengalami beberapa masalah di dalam kehidupannya.

Pekerjaan

Karena dia tidak jujur dengan apa yang dia rasakan, dari dalam diri mereka timbul perasaan tidak puas, murung dan kegelisahan sehingga dalam melakukan pekerjaan pun mereka cenderung kurang productive kecuali mereka seorang seniman, rasa gelisah dan galau mungkin bisa menimbulkan atau membangkitkan kreatifitas sendiri.

Kehidupan Cinta

Di depan pasangan dia tampak baik-baik saja dan karena tidak pernah jujur maka pasangan pun berpikir kalau dia tidak apa-apa sehingga dia sendiri yang dirugikan karena berada dalam situasi “tidak nyaman” dalam kurun waktu lama, sehingga lama kelamaan hal ini bisa merusak hubungan tersebut.

Kejujuran akan apa yang kita rasakan, terutama kenyamanan dalam persaan itu perlu diungkapkan karena kita tidak mungkin bisa berpura-pura semua baik-baik saja secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama di samping hal ini akan menyakiti diri kita sendiri tapi juga akan menyakiti pasangan. Pasangan akan merasa kecewa karena merasa dibohongi meski alasannya demi dia.

Saling jujur dengan perasaan masing-masing walaupun menyakitkan akan tetapi membuat hati legah dan juga tidak ada ganjalan sehingga hari-hari bisa dilewati dengan lebih baik.

Lingkungan

Karena kita terbiasa dengan berpura-pura baik-baik saja, mungkin lingkungan akan berpikir kita memang baik-baik saja karena lingkungan sekitar kita tidak semua sensitive dan berusaha memahami apa yang sebenarnya kita rasakan jadi jangan coba-coba berpura-pura karena sekali saja kita berpura-pura kita akan terjebak dalam situasi yang sama selamanya. Dan hal ini akan memicu lingkungan sekitar kita berprilaku semena-mena terhadap kita, tentunya tidak mau seperti ini, bukan?

Seharusnya bagaimana?

Reaksi emosi berupa sedih dan gembira sudah seharusnya kita ungkapkan dan tidak kita sembunyikan hanya saja cara mengungkapkannya memang jangan berlebihan sehingga kita terbiasa memiliki control emosi yang baik dan tidak gampang meledak-ledak atau over reacting. Sedih dan gembira, bagilah dengan orang yang kita percayai.

Jangan terlalu sering menyembunyikan perasaan, umumnya perasaan sedih karena kita tidak sedang bermain drama Korea.

Advertisements

6 thoughts on “Belajar terus terang, yuk!

  1. Kadang krn saking ga enaknya sama orang yg mnt bantuan, kita terpaksa bilang “iya”, padahal dalam hati “tidak” krn memang sedang tidak bisa atau tidak sanggup melakukannya. Karena ketidakterusterangan semacam ini justru yg membuat diri sendiri kacau. Dan pasti hasilnya tdk pernah berujung baik. Makanya sebaiknya kalau memang tidak bisa ya bilang tidak. Lebih baik tidak enak di awal daripada tidak enak banget pas endingnya. **pengalaman

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s