Writing Meditation – Salah Satu Tehnik Mindfulness

Writing Meditation – Menulis tentang meditasi memang bukan rana saya, tapi ada satu informasi yang saya dapat dan kayanya sayang banget kalau tidak di share di blog karena ini masih mengenai menulis, I meant Blog (well, maybe….).

Jadi ceritanya, selepas ikut acara Female Dev yang pembukaannya diawali dengan “MEDITASI” atau Mindfulness condition oleh Lia Gunawan seorang profesional Yoga Teacher di Bali saya jadi inget betapa besar manfaat meditasi untuk mengontrol emosi dan ini kebetulan saya ketemu dengan artikel tentang 5 tehnik mindfulness yang bisa membantu improve relationship dan juga membentuk kita menjadi better leadership. Continue reading

Ayah, Bunda, beri aku waktu untuk berbakti

Saat mulai menulis ini saya membayangkan wajah Papa dan Bunda tercinta, dan saya pun mengajak sahabat sekalian saat membaca ini melakukan hal yang sama dengan saya, membayangkan wajah Bapak dan Ibu kita apapun sebutan kita terhadap mereka.

Bersyukurlah kita yang masih memiliki Ayah dan Ibu. Mereka yang sudah tidak memilikinya, bingung bagaimana mau berbakti selain hanya mengirimkan untaian do’a yang kadang sambil berurai air mata.

Dalam kesendirian, mungkin pernah terlintas di dalam benak mereka bahwa waktu begitu cepat berlalu. Sepertinya masih kemarin, kita masih berlari-lari memeluk kaki Ibu kita, merengek minta digendong, merengek minta diijinkan bermain di jam tidur siang ataupun menyelesaikan PR. Waktu berlalu begitu cepat, karena ternyata kita, anak-anaknya sudah tumbuh menjadi dewasa dan bahkan menjadi orang tua seperti halnya mereka. Kini mereka sulit untuk memeluk dan mencium kita, sulit mengajak kita bercanda pun sekedar bercengkeramah. Ada rasa nelangsah di sana karena merasa anak-anaknya semakin jauh di samping kebanggaan atas pertumbuhan anak-anaknya.

Mungkin, yang ada memenuhi hati mereka sekarang adalah cucu-cucunya, akan tetapi tidak ada yang bisa menggantikan posisi kita sebagai anak.

Continue reading

Seorang ibu tidak boleh sakit?

Ingat kalimat seorang teman, menjadi ibu tidak boleh sakit. Saya tidak pernah menyangkalnya, kasihan anak kita jika kita sakit kata dia dan apa yang dia katakan memang ada benarnya.

Seperti malam itu, saya menggigil, seluruh badan bergetar, bahkan beberapa bagian tubuh mati rasa dan membiru, semua terjadi secara tiba-tiba. Si kecil menangis merengek minta dipeluk, bahkan minta saya lepas selimut lapis tiga yang tidak menghangatkan sama sekali. Demi dia saya lepas selimut meskipun tubuh terus bergetar, lalu saya peluk dia sampai tertidur. Sambil bercucuran air mata saya terus berdzikir karena tidak kuat dinginnya, syukurlah saya tertidur dan saat bangun suhu badan berubah menjadi panas. Continue reading