Writing Meditation – Salah Satu Tehnik Mindfulness

Writing Meditation – Menulis tentang meditasi memang bukan rana saya, tapi ada satu informasi yang saya dapat dan kayanya sayang banget kalau tidak di share di blog karena ini masih mengenai menulis, I meant Blog (well, maybe….).

Jadi ceritanya, selepas ikut acara Female Dev yang pembukaannya diawali dengan “MEDITASI” atau Mindfulness condition oleh Lia Gunawan seorang profesional Yoga Teacher di Bali saya jadi inget betapa besar manfaat meditasi untuk mengontrol emosi dan ini kebetulan saya ketemu dengan artikel tentang 5 tehnik mindfulness yang bisa membantu improve relationship dan juga membentuk kita menjadi better leadership.

20161029_132615

Lia Gunawan Profesional Yoga Teacher sedang leading untuk melakukan meditasi agar kita lebih focus dalam mengikuti acara 🙂

Saya rada bingung, bagaimana merangkai kata-kata yang enak dicernah karena saya bukan tukang cerita pun penyadur bahasa yang okay, but for sure saya dapat inti dari ilmu yang saya dapat mengenai pentingnya Mindfulness ini baik kita mau meditasi atau tidak tapi jika disarankan tetap dengan melakukan meditasi.

Sebenarnya apa sih arti dari mindfulness sendiri, konon katanya mindfulness merupakan kualitas kesadaran (consiousness) diri yang mencakup keadaan sadar terjaga (awareness) dan perhatian (attention).

Menurut Charles Francis seorang penulis “Mindfulness Made Simple: Your Guide to finding True Inner Peace” yang merupakan direktur dari Mindfulness Meditation Institute ada 5 tehnik yang patut kita coba di tengah-tengah kesibukan kita.

1| Stopping and Breathing

Berhenti dan bernafas dari apapun yang sedang kita lakukan saat itu selama 3 sampai 5 menit, tapi bernafas yang di maksud di sini adalah “mindful breath” yang dilakukan secara perlahan dan fokus terhadap nafas kita. Mungkin, saya bisa bercerita bagaimana saya dulu diajari oleh guru meditasi saya yaitu menarik nafas panjang dalam hitungan 5 – 8 lepaskan dan lakukan  sampai 3 atau 5 menit dengan fokus pada pernafasan kita.

2| Mindful Walking

Apalagi ini, he he. Semua orang pasti berjalan, nah yang dimaksud Mindful Walking kaya apa, perlu di coba. Karena ternyata sangat mudah dan hal ini memang tidak bisa dilakukan secara terburu-buru kalau nggak dari mana kita mendapatkan rasa “refresh” dan “relax”. Caranya, kita fokus dengan langka kita, hitung langkah kita dari satu sampai lima lalu ulangi dari satu lagi  dan jangan biarkan pikiran kita berkelana kemana-mana apalagi ke masalah-masalah yang sedang bergelantungan dalam kepala, he he he.

3| Attentive Listening

Mungkin lebih mudanya saya bilang dengan “belajar mendengarkan” tapi ini “mindful listening” duh, sorry, sorry aja kalau makin kesini bahasa saya makin kaya yang paling ngerti saja, he he he.

Tapi, saya suka sekali dengan yang sesi ini. Di sini diberikan contoh saat pertama kali kita berkenalan dengan seseorang, beberapa menit setelah kita tahu nama orang itu seringnya kita juga lupa karena kurang memperhatikannya atau mungkin memang tidak memasukkan ke dalam memory otak kita. Dan biasanya sih, fokus dengan apa yang akan kita katakan. Seharusnya kita melakukan mindful listening dengan cara focus mendengarkan apa yang dia katakan dan tidka membiarkan suara atau hal sekecil apapun di sekeliling kita mengganggunya. Dengan cara ini lawan bicara kita akan merasa lebih dihargai dan lawan bicara kita merasa ada koneksi dengan kita.

4| Mindful Speech

Di sini kita diminta “Speak Mindfully”, tahap ini merupakan tahap yang sedikit susah. Digambarkan, saat kita akan merespond lawan bicara seharusnya menarik nafas dan berhenti beberapa detik lalu coba step back dan mencoba berbicara dengan intonasi yang lembut. Perhatikan pula gesture dan juga sikap kita. Intinya, kita berbicara dengan lebih tenang dan fokus dengan lawan bicara kita.

Nah, dari sini kita juga mencoba observe bagaimana gesture dan respond dari lawan bicara kita sehingga kita pun merasa bisa terarahkan harus bicara seperti apa. Eh, yang penting di sini sih, try  to be more loving, kind and respectful 😉

Semoga bisa dicoba, karena sebelum mengetahui hal ini pun sering mencoba akan tetapi jika bertemu sesuatu yang memancing emosi maunay kebawah emosi saja, he he he

5| Writing Meditation

Dalam bukunya, Charles Francis menganjurkan murid-muridnya untuk meditasi atau menulis affirmasi selama 10-15 menit setiap harinya. Nah, di sini saya mau menyinggung dan mengaitkan dengan kegiatan menulis di blog, di mana menulis di blog sudah seharusnya menjauhkan kita dari rasa stress dan juga hidup lebih penuh ketenangan dan tentu saja kalau kita lebih sering menulis hal-hal yang baik dan positive. Pun sebaliknya, apalah jadinya kalau kita terlalu sering menuliskan hal-hal yang buruk karena impactnya itu sama kehidupan kita.

Karena, dalam Writing meditation tentunya dianjurkan menuliskan hal-hal positive yang memberikan impact positive terhadap tubuh dan pikiran kita. Komentar, sharing dari tulisan kita ini secara tidak langsung menyampaikan kepada universe yang jangkah panjangnya secara tidak langsung mempengaruhi polah pikir kita.

Penjelasan lebih tentang text untuk writing meditation di lain artikel saja kayanya karena panjang banget, dan saya nanti juga ingin cerita panjang tentang Female Dev sendiri yang baru pertama kali diadakan di Bali dan menghadirkan bintang tamu para perempuan yang menginspirasi he he he.

Akhir kata selamat mencoba dan semoga bermanfaat bagi kehidupan kita semua  🙂

Advertisements

2 thoughts on “Writing Meditation – Salah Satu Tehnik Mindfulness

  1. Hmm. Kalau menulis di blog bisa menjadikan kita lebih tenang, wajar dong ya saya jadi gak tenang beberapa waktu ini karena sudah terlalu lama meninggalkan blog, kak?

    *ngeles karena stres yg entah apa alasannya
    hahaha

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s