Transpulmin, Hangatkan Keluarga

Saya mengenal Transpulmin, tepat satu mingguan sebelum lebaran tahun 2017 ini. Awalnya Zafa yang saat itu saya bawah mudik ke Malang memang masih dalam keadaan belum 100% sehat, dia terserang bakteri sehingga memuntahkan semua makanan yang masuk! Bahkan minum susu pun dia menjadi takut karena setiap apapun yang masuk ke dalam perutnya selalu dimuntahkan. Saat itu, kasus bakteri ini memang banyak menyerang anak-anak dari usia 1 – 5 tahun di Bali. Sekitar 3 hari di Malang, Zafa sudah mulai ceria dan mau minum susu. Diapun sudah mulai aktif bermain dengan saudara-saudaranya.

Transpulmin Family

Akan tetapi, hari ke-4 Zafa hidungnya meler dan juga batuk-batuk. Dengan kondisi belum begitu fit mudah sekali dia terkena batuk dan pilek. Memang tanpa panas, jadi saya tidak memberikan dia obat.  Akan tetapi, saat itu batuk Zafa sangat parah dan akhirnya saya bingung mencari obat batuk yang biasa diresepkan oleh dokter anak-nya yang di Bali saat batuk. Sayang semua apotik kosong. Dari sini, adek saya bilang kalau saya jangan sedikit-sedikit obat yang dimasukkan melalui oral, kasihan Zafa baru juga berhenti minum obat sudha harus minum obat lagi.

Dia bilang “Mbak, coba pakein ini. Balsam baby. Wizha dikasih dokternya di Bali pas bapil juga, dalam beberapa hari sembuh. Cukup gosok-gosokkan di dadanya pas mau bobo ama selepas mandi” Adek saya ini memberikan saya Transpulmin ke saya yang sudah tinggal setengah karena sebelumnya sudah dipakai oleh anaknya, yang juga masih berusia 1 tahun lebih sedikit. Sampai di situ, saya belum ngeh kalau namanya Transpulmin karena adek saya ngenalinnya Balsam baby.

Transpulmin

Eh, tidak di sangkah dalam 3 hari pilek Zafa meredah begitu pula batuknya. Kalau pileknya hilang langsung dan dia pun bobonya nyenyak karena setelah dioleskan Transpulmin otomatis aroma yang tercium ke hidung dapat membantu melegahkan hidung tersumbatnya dan juga mengencerkan lendir. Untuk batuknya butuh waktu sedikit lama sampai saya akhirnya harus beli sendiri ke apotik.

Saat itu di apotik saya bilang mau cari Balsam baby, si apoteker bilang adanya Transpulmin tapi sayangnya tinggal yang untuk family yang untuk baby habis. Akhirnya saya meluncur ke apotik lainnya dan mendapatkan Transpulmin BB Balsam. Sampai kami balik ke Bali saya tetap memberikannya ke Zafa saat dia batuk-batuk atau tiba-tiba meler. Cuma, karena di Bali udaranya panas memakai balsam ini ada aturan pakainya, khususnya buat Zafa yang gampang sekali berkeringat. Balsam ini tidak saya berikan di saat siang hari, hanya saat bobo.

Sedang untuk saya sendiri, saya memakai Transpulmin Balsam Keluarga yang sangat effective untuk saya saat tenggorokan gatal, caranya hanya dengan mengoleskan di sekitar leher. Rasa hangat langsung saya rasakan. Dan pastinya, saya pun tidak perlu minum obat. Karena jujur, saya benci dengan obat-obat oral untuk batuk yang berbentuk sirup! Rasanya yang aneh membuat saya ingin muntah.

Transpulmin BB balsam dan Balsam keluarga ini memiliki tingkat kehangatan yang cukup, sehingaa membuat kita harus kipasin tuh leher, punggung atau dada setelah diolesin oleh balsam ini. Rasa hangatnya meresap begitu saja dan langsung bikin plong kalau hidung sedang tersumbat. Jadi, saya rekomendasikan terutama Transpulmin BB Balsam saat anak kita kena pilek, karena saya benar-benar lihat sendiri anak saya tidur dengan nyenyak padahal biasanya saat lagi pilek dia akan gelisah saat tidur dan rewel saat mau tidur gara-gara hidungnya yang tersumbat.

Jadi sekarang pun kalau pergi-pergi saya tidak akan lupa membawah serta Transpulmin di tas, karena kita tidak tahu kapan bisa membutuhkannya. Apalagi, balsam ini kehangatannya bisa meredahkan perut kembung juga.

Kehangatan Ibu

Jangan lupa untuk selalu sedia Transpulmin di rumah, ya Moms 🙂 

Sekarang perubahan cuaca pun extreme, kita para ibu harus extra hati-hati dalam menjaga anak-anak kita. Jangan lalai untuk selalu:

  1. Menjaga kebersihan, baik itu kebersihan lingkungan ataupun kebersihan badan dan makanan. Karena yang namanya virus dan bakteri itu sangat mudah berpindah melalui sentuhan tangan, udara, air dan media lain yang dapat memindahkan virus dan bakteri.
  2. Jauhkan anak-anak dari lingkungan perokok, karena peroko pasif itu lebih bahaya lho, Moms. Kalau saya memang agak galak masalah ini. Dari awal menikah pun, saya ancam suami kalau ga mau berhenti merokok nanti saat punya anak jangan dekat-dekat dengan anaknya. Alhamdulilallah, dia menyikapi syarat saya ini bukan sebagai keinginan merubah dia melainkan demi kebaikan dia sendiri dan juga anaknya. Karena pemicu batuk bisa juga dari asap rokok ini.
  3. Selalu berikan makanan bergizi, selalu sediakan protein hewan dalam setiap menu hariannya. Minum air putih yang cukup dan juga minum susu pelengkap kebutuhan gizinya. Ilmu ini saya dapat dari dokter anak kami, lho.
  4. Imunisasi. Meski ada yang bilang imunisasi haram saya tetap keukeuh memberikan imunisasi pada anak saya, terutama imunisasi basic yang harus dia dapatkan. Bahkan saat itu harus menguras kantong bapaknya, karena satu kali imunisasi saat itu ada yang harus bayar 700ribu. Tapi, semua demi anak.
  5. Biarkan anak-anak aktif bermain di luar, di samping menstimulate perkembangannya hal tersebut juga membantu pembentukan imun pada tubuh anak kita.

    Biarkan anak-anak beraktifitas di luar ruangan

    Anak-anak bermain di luar secara otomatis membentuk imun di dalam tubuhnya terhadap serangan virus dan bakteri. Akan tetapi pendampingan tetap dibutuhkan mereka.

  6. Jika ada perubahan tingkah laku pada anak, seperti menjadi lesuh, murung, segera tanggap, Moms. Pertama periksa suhu badannya, lalu perutnya kembung atau tidak? kalau kembung bisa lho diolesin Transpulmin BB Balsam seperti yang sudah saya lakukan dalam 2bulan terakhir ini., biasanya setelahnya si dede akan kentut, he he he. Kalau Bbay Zafa biasanya akan langsung nyeletuk “Mami, baby entut…..buut, ituuu….” dan kami tertawa.
  7. Tidak ragu membawah anak ke dokter, bukan untuk meminat resep obat akan tetapi meminta bantuan dokter memberikan diagnosa apa yang sedang diderita anak kita. Dan lagi kalau cuma batuk dan pilek tanpa panas, secara berkala bisa diberikan Transpulmin, Moms. Saya yakin, beberapa dokter akan merekomendasikan Transpulmin daripada obat oral karena hampir tidak ada efek sampingnya.

Sekarang pun kalau digigit nyamuk, Zafa akan langsung lari dan mengambil sendiri, dia bilang itu obat buat digigit nyamuk juga. Sebenarnya tidak diperuntukkan demikian, but his faith just make it true. Kalau lagi batuk juga saat saya bilang, ayo ambil obat maka dia akan ambil Transpulmin BB Balsam yang saya simpan barengan minyak telon dan baby oil-nya.

Oh, iya meskipun Balsam ini bisa dibeli di apotik dengan bebas untuk pemakaian adik-adik di bawah 2 tahun harus tetap di bawah resep atau pengawasan dokter, ya…..

Artikel dan cerita saya ini saya ikut sertakan dalam Blog Compition, Transpulmin Kehangatan Ibu.

Image Lomba Transpulmin

Advertisements

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s