Kematangan Cinta

Saya selalu terpukau setiap kali melihat pasangan suami-istri dengan usia yang sudah cukup tua karena sudah memiliki anak-cucu akan tetapi mereka tetap mesrah dan harmonis. Hanya satu pertanyaan kecil di benak saya “Bagaimana menjaga kehangatan cinta tersebut?“.

Banyak informasi masuk, dan saya ingin seperti mereka kelak meski sudah udzur saya ingin tetap mesrah dan hangat. Salahkah?

Lain saya, lain pula Ibunda saya. Mengobrol dengannya, seolah Bunda orang yang skeptis dengan cinta. Karena menurut Bunda, tidak ada orang yang kenyang makan cinta, he he he. Ibu saya orangnya sangat rasional.

Padahal, Papa saya adalah pasangan yang romantis di masa mudahnya bahkan di masa sekarang sebenarnya ingin tetap bersikap demikian, hanya saja Bunda sering bilang “kita udah tua, malu sama cucu-nya

Saya sering tersentuh melihat Papa membuatkan Teh di pagi hari atau sore hari buat Bunda, membelai sayang Bunda saat sakit, tatapan matanya sungguh menyimpan kasih yang berlimpah.

Kematangan cinta yang dimiliki oleh Bunda dan Papa, meski mereka memiliki cara dan mungkin persepsi sama tentang cinta akan tetapi mereka tidak saling iri dan berkata “aku sudah melakukan ini padamu, kenapa kamu tidak begini padaku?” bukan lagi cinta yang saling menuntut. Mereka memiliki cara sendiri untuk mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya. Cinta yang matang tidak menuntut keadilan karena dengan keadilan dalam berumah tangga adalah saling mengisi kekosongan satu sama lain.

Am I doing the same?

Meski pun usia mereka bertambah, dan terkadang ada ego yang mempengaruhi sikap satu sama lain saya yakin cinta dan kasih di hati mereka terus menyala terang karena kami bisa melihat dari sikap mereka yang ingin terus menerangi kasih dan cinta ke anak dan cucu-cucunya. Tidak ada keraguan untuk kasih tulusnya.

Bunda, Papa…panjang umur dan sehat selalu buat kalian. Kalian adalah lentera dalam setiap kegelapanku. Meskipun ada seseorang di sampingku tapi nyalanya tidak pernah menggantikan kalian. Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kalian kesehatan.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s