Tidak ada Impian besar dengan upaya yang sepadan

Memiliki Mimpi atau Tidak Memiliki Mimpi? Pertanyaan yang sangat umum dan tidak penting. Kita tahu pasti semua orang memiliki mimpi. Eh, tapi tunggu dulu, ini bukan tentang mimpi bunga tidur apalagi mimpi basah (oops). Yes, ini tentang impian yang dapat membangkitkan gairah kita untuk terus berkarya.

Benarkah semua orang memilikinya? Benar! Yang membedakan cuma ukurannya. S, M, L, XL, XXL, XXXL atau JUMBO. Silahkan memasukkan ukuran masing-masing, he he he.

Saya sendiri tidak dapat memasukkan impian saya ke dalam kategori S, M terlebih lagi L akan tetapi, ukuran yang pas dengan porsi saya melakukan upaya untuk mewujudkannya :).

Jadi, begini…jika memang kita sudah berupaya besar kenapa kita takut memiliki impian besar? Kecuali kita tidak melakukan upaya besar, sangat pantas kita tidak berani memiliki impian besar, itu maksudnya. Memiliki impian itu merupakan wujud dari keimanan kita terhadap Tuhan. Karena kita percaya di tangan-NYA tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau benar-benar yakin bisa dan mau mengupayakannya. Upaya itu doa dan usaha.

Buat saya, jika diingat-ingat lagi semasa kecil saya dibesarkan di sebuah kampung kecil, kasih sayang memang tak kurang akan tetapi denga ekonomi yang sangat sederhana pakai sekali dan tingkat pendidikan orang tua rendah, memiliki impian its not my thing. Cuma, ya……saya kecil menaruh tangan di atas meja sambil memegang sisir yang saya posisikan berdiri seolah itu microphone pura-pura berbicara seolah saya seorang penyiar radio dan tidak jarang berlagak seperti pembaca berita. Saya menjadi lucu-lucuan tapi bahagia. Saat itu terlintas dalam benak saya kalau saya mau jadi penyiar radio, pembaca berita. Saya sampaikan hal tersebut ke Bunda saya dan beliau setuju. Mungkinkah itu sebuah impian?

Waktu berlalu, akhirnya saya pun bersekolah. Mulai bisa membaca dan menulis, tba-tiba saja setelah membaca sebuah koran saya mengatakan kepada Bunda saya kalau saya mau jadi wartawan. Bunda saya mengiyakan, bahkan menambahkan, sangat mudah bagi saya mencari berita dengan menerobos kerumunan karena badan saya kecil.

Tidak lama kemudian, saat mulai menginjak SMP saya mulai suka menggambar. Saya tidak memiliki bakat itu tapi saya hanya suka mencorat-coret buku-buku saya dengan model-model baju yang terlintas di benak. Biasa saja sih, tapi kok kayanya ingin banget mewujudkannya ke dalam ujud nyata sebuah baju. Akhirnya saya pun memiliki impian ingin menjadi designer dan memiliki sebuah butik.

Dan dalam semua keinginan saya itu, saya sering membayangkan diri saya menjadi apa yang saya impikan. Membayangkan sambil senyum-senyum sendiri. Rasanya bahagia sekali jika semua itu dapat tercapai.

Ya, Allah….sungguhlah, impian saya sebenarnya tidak begitu WOW karena saya hanyalah anak kampung yang kerap dibuli oleh anggota keluarga besar lain karena saya pendek dan sedikit gemuk jadi mereka memanggil saya cebol. Mereka mengatakan orang seperti saya tidak akan mendapatkan pekerjaan di mana-mana kelak. Saya terpental dan menyimpan semua impian saya di dalam hati.

Saya cebol dan tidak pintar, tidak ada nilai tersisah di sana. Saat itu kemana orang tua saya? Bukan salah mereka, mereka saat itu juga dalam keadaan tertekan dan terhimpit tidak hanya keadaan ekonomi di samping pendidikan rendah, mana bisa membangkitkan motivasi di dalam diri anaknya. Bahkan saat usia remaja, saya nyaris bunuh diri and no one knew this, karena saya selalu ceria seolah tidak ada apa-apa. Sangat menyedihkan, bukan? Tapi, saya beruntung karena ALLAH menggiring saya pada-NYA. Saya mulai menemukan teman paling menenangkan yaitu ALLAW SWT. Saya menangis di dalam setiap doa saya, saat itu pun tidak ada permintaan untuk mengabulkan impian saya, hanya doa agar saya bisa lebih sabar dan memberikan bukti pada mereka semua kalau saya tidak seburuk yang orang-orang katakan, kalau saya juga bisa mendapatkan pekerjaan dan sukses.

Cerita yang sangat panjang. Saya orang yang sangat beruntung menurut saya karena saya banyak mendapatkan kesempatan belajar. Belajar Bahasa Inggris, personality development dan ilmu kehidupan lainnya dalam kurun 5 tahun setelah saya lulus sekolah SMK. Bahkan, di sini adalah masa pertama kali saya mendapatkan cinta pertama saya dan mengetahui kalau orang jahat yang suka menipu seperti sahabat saya yang membohongi saya saat itu tidak hanya di TV. Sungguh, saya dulu berpikir orang jahat hanya ada di sinetron, he he he.

Yang saya tahu, apa yang pernah saya impikan semasa kecil semua sudah sempat saya cicipi. Saya pernah cuap-cuap di radio, saya pernah menulis di tabloid dan dibayar! saya pun pernah mengelola sebuah butik yang memajang beberapa karya dan ide saya selama beberapa tahun. Bahkan, impian yang hanya terlintas ingin menjadi seorang PA gara-gara nonton Devil Wears Prada pun menjadi kenyataan! Yang paling konyol, impian saya memiliki banyak penggemar cowok pun terkabul, iya saya sampai bingung saat itu mau pacaran sama siapa dan endingnya saya malah tidak punya pacar karena saya malah menyukai cowok yang tidak tertarik sama saya. Lho, Allah itu ga main-main, ya? Di sini saya tersadar bahwa kita harus berani bermimpi besar.

Impian terakhir saya semasa kecil, saya ingin jadi business woman. Impian semasa SD. Sering berpura-pura menjadi seorang business woman and I am now working on this dream. ALLAH itu mengantarkan saya ke jalan di mana saya bisa mencapai impian-impian saya karena saya meyakininya.

Ada satu lagi impian saya, I call this the ultimate dream. Saya ingin memiliki sebuah yayasan yang nantinya dapat memberikan bantuan ke anak-anak yatim, terlantar dan tidak mampu. Dan saya merasa melalui DeZavo, saya sedang menyusun tangga mewujudkan impian ini. Mimpi saya tidak besar sepertinya karena saya insyaallah melakukan upaya yang sepadan untuk mewujudkannya.

 

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s