Be Nice, please….

“be nice, please….” Biasanya kalimat pendek ini saya ucapkan buat negur Zafa kalau cara bicaranya udah saya rasa kurang sopan. Meskipun, bahasa intinya Bahasa Indonesia karena dia banyak kata lebih faham di Bahasa Inggris akhrinya saya ikutin (Yang mengikuti cerita tentang Zafa pasti tahu kalau Zafa telat bicara).

Akan tetapi, di sini saya sedang tidak ingin membicarakan Zafa. Saya ingin mebicarakan khalayak Netizen. Kita.

Saya melihat ada kecenderungan di mana para Netizen sekarang sedikit sekali berpikir dalam membuat status, berkomentar, berpendapat dan share berita. Yang pada akhirnya hanya menimbulkan keresahan. Saya tidak melihat orientasi mereka kemana, ketenaran? Uang? Atau hanya sekedar ingin dilihat keren, berilmu atau berpengetahuan? Hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

Langkah yang kita ambil lebih ke “NYINYIR” dan “SOK TAHU” karena kita banyak berbicara pada hal-hal yang bukan bidang kita dan kita tidak memiliki pengetahuan dalam hal tersebut.

Akhirnya? Apa yang kita tulis sebagai status, komentar, sampaikan sebagai pendapat menjadi sesuatu yang membuat kita terlihat kurang baik karena secara tidak sadar sudah menyakiti dan kadang menfitnah.

So, be nice please…..
Tidak bisakah kita hanya berkomentar tentang hal-hal yang kita ketahui dengan sangat baik? Jika hanya tahu permukaannya saja, tidak bisakah pendapat-pendapat itu kita simpan dalam hati dulu, draft dulu sampai menemukan bukti, fakta atau hal-hal yang mendasari masalah dan topik tersebut.

Jika kita seorang ibu rumah tangga, tanpa meremehkan pengetahuan para ibu rumah tangga yang saya percaya juga berilmu dan pengetahuan lebih tidak perlu kita berkomentar tentang hutang negara karena apa yang kita ketahui tentang ekonomi macro jika selama ini masih berkutat dengan kesejahteraan perekonomian micro dalam runah tangga kita sendiri? Kecuali ada ilmu dan pengetahuan yang mendasari, silahkan berkomentar.

Lebih bijak jika lebih sharing tentang ilmu memasak yang sudah kita dalami, parenting karena sudah menjadi orang tua atau hal lain yang kita sudah merasakan dan fahami.

Pebisnis pun tak usahlah ikut-ikutan sharing berita-berita politik yang belum kita tahu kebenarannya dan sifatnya memprovikasi padahal kalian tahu politik itu bagaimana. Ga ada hitam dan putih. Mendingan sharing tips-tips bisnis dan pengalaman bisnis yang insyaallah bermanfaat sekali. Sekali lagi jika kita memiliki ilmu, pengetahuan dan informasi kuat yang mendasarinya silahkan.

Begitupula jika kita bukan ahli agama jangan menuliskan hal-hal yang tidak kita ketahui, lebih baik kita belajar dulu yang lebih baik.

Makanya, pas ada informasi social media di block dalam rangkah Nyepi buat saya baik banget kalau bisa seluruh Indonesia, hehehe
Dan saat Ramadhan block selama sebulan buat ibadah kita lebih baik karena berhenti sebar hoax, berhenti komentar negative, berhenti provokasi, berhenti pamer (xixixixi) juga berhenti membaca berita-berita yang arahnya mengurangi pahala kita, hehehehe

Intinya, sih..just be nice please to create nicer and better enviroment.
Karena diam untuk hal yang tidak ketahui dan fahami itu lebih bijaksana daripada nyinyir tapi tanpa ada ilmu, pengetahuan dan fakta yang mendasarinya.

Advertisements