Jika Raja Adalah Pembeli

Nah, saya pernah posting perihal “Jika Pembeli Adalah Raja tapi dalam case yang berbeda. Saat itu, pembeli merasa dirinya raja sehingga tidak ada penghargaan terhadap kita para penjual. Dalam hal bisnis kami, terhadap para sales dan markerting kami. Jadi, saya pun bercerita saat kami ada di posisi menjadi RAJA. As known as pembelaan jika menjadi raja jangan lalim, ha ha ha.

Sekarang beda bahasan. Biar adil dan para raja ini tidak merasa terpojokkan 😂.

Membaca banyak status teman-teman yang mengatkan “jika pembeli adalah raja, masak mendengar atau tahu harga segitu langsung kabur. Raja itu banyak duit. Atau ada yang bilang turun tahta, dong” 😂.

Sekarang  ayo kita main kata ” JIKA RAJA ADALAH PEMBELI”.

Jadi, Rajapun boleh melakukan penawaran dalam hal transaksi bahkan seorang raja cenderung harus bijaksana membelanjakan uangnya, akur? Hahahaha

Kita ini berbisnis, berniaga namanya calon pembeli datang dan pergi sudah biasa. Etikanya, jangan menyindir seperti itu karena kita ga akan pernah tahu kedepannya ternyata mereka bisa menjadi customer terloyal kita. Saya suka mikir saja kalau melihat banyak pebisnis yang posting keburukan para customer atau calon customer mereka. Di dalam dunia yang unpredictable ini kita tidak pernah tahu TUHAN mengirimkan rejeki terbesarnya kepada kita lewat siapa. Dan saya pun berpikir, jangan-jangan ada yang menyebar luaskan percakapan saya saat menawar barang dan di sana dikasih caption yang membuat saya menjadi bahan tertawaan. Sereeeemmmm, ha ha ha

Apalagi B2B bisnis seperti kami, namanya permintaan penawaran itu tiap hari ada, lantas permintaan penawaran  sudah pasti beli? Nggak, dong! Meski maunya kita begitu. Padahal penawaran itu kadang menyiapkannya sampai ga tidur satu minggu lho! Suer! Siapin gambar, hitung harga, masukin harga ke form, bikin infografis, buat proposalnya ga serta merta jadi dalam sedetik karena banyak kasus apa yang client minta ga ada daftar harganya.

Kami faham banyak pertimbangan yang harus para client lakukan sebelum membuat keputusan. Jadi, menghujat mereka karena ga jadi  beli kesannya kekanakan banget. Transaksi sekecil apapun bagi kami sama pentingnya dengan transaksi besar.

Jika Raja adalah pembeli saya yakin, tidak akan serta merta membeli semua barang yang lewat di depan matanya karena raja yang bijak pasti juga mempertimbangkan value barang yang di beli dan tingkat prioritasnya. Stop judging calon pembeli.

Saya menulis ini bukan karena saya sering PHP-in penjual, bahkan belum pernah. Cuma rasanya kok ga etis gitu jualan sambil mengolok, mengejek walaupun mungkin katanya bercanda. Justru saya menulis ada di posisi sebagai pebisnis juga. Hormati keputusan mereka, karena kalau sudah menjadi rejeki kita juga ga bakalan kemana.

Advertisements

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s