6 Langkah Mengatasi Kesulitan

Di dalam hidup sangat tidak mungkin kita menghindar dari namanya masalah dan kesulitan. Ada kalanya masalah menjadikan kita lebih kuat, kreatif dan termotivasi untuk melakukan yang lebih baik untuk hidup. Akan tetapi beberapa gelintir orang ada yang terpuruk dalam kepedihan seolah dunia mau runtuh.

Saya bagikan tips yang saya dapat dari mendengarkan ceramah Ust. Yusuf Mansyur. Di sini kita diajak untuk selalu ingat kepada ALLAH. Optimist, bahwasannya semua yang terjadi adalah murni karena kehendak-NYA.

Di dalam ceramahnya Ust. Yusuf Mansyur mengajak kita belajar dari sebuah kisah nyata. Seorang sahabat bernama Malik yang mengalami keterpurukan dalam 3 tahun tidak menemui jalan keluar, sampai berencana bunuh diri. Akan tetapi, jalan keluar dan pertolongan datang saat Malik kembali kepada ALLAH.

Masalah Malik adalah pertama masalah hutang, kedua masalah istri dan ketiga masalah anaknya. Di tahun ke-3 dia memutuskan untuk bunuh diri karena dia sudah merasa menthok. Sebenarnya permasalahan dia ini sederhana meski pun mungkin terbilang berat karena pikiran sedang gelap maka rasanya seperti tidak ada jalan keluar.

Yang pertama masalah hutang, di mana dia berhutang pada rentenir 15juta jika besok tidak dibayar dia hanya punya dua pilihan besok jam 10 dia mengosongkan rumahnya atau sang rentenir yang mengosongkannya.

Yang kedua masalah istrinya yang sudah 2 tahun digantung, pisah ranjang, sang istri minta cerai karena si Malik ini tidak sengaja selingkuh. Jadi 3 tahun yang lalu, saat ekonomi Malik masih bagus, banyak duit, hobby Malik adalah judi dan mabuk-mabukkan, secara tidak sengaja saat sama-sama mabuk dia berselingkuh dengan seorang wanita. Sang istri yang mengetahuinya tidak bisa memaafkan. Istrinya minta cerai tapi Malik tidak mengabulkan karena dia merasa tidak pernah berniatan selingkuh.

Yang ketiga masalah anaknya yang 7bulan belum membayar sekolah dan kemungkinan dikeluarkan dari sekolah. Sebagai seorang Ayah, Malik merasa tidak berharga karena tidak dapat memenuhi tanggung jawabnya.

Pada saat di malam dia akan memutuskan bunuh diri dia memutuskan ingin sholat karena dia pikir sudah lama tidak sholat. Dia pikir, akan menjadi sholat dia yang terakhir kali. Dan secara tidak disangkah Malik melakukan 6 langkah yang akan menyelesaikan masalahnya. Jika, semuanya dilakukan dengan sempurna maka insyaallah  penyelesaian dan pertolongan dari ALLAH yang akan datang.

Pertama dia mengambil wudlu dengan sangat berhati-hati, dia terkejut muka yang dibasuh kenapa hati yang terasa adem? Di sini, kita sebagai manusia sering salah seharusnya ALLAH dulu lalu ikhtiar, ALLAH dulu lalu ikhtiar. Kebanyakan kita kembali ke ALLAH saat sudah menthok. Seharusnya kita berdoa dulu barulah berikhtiar.

Kedua dia sholat, dalam konteksnya sholat Hajat. Dan setelah salam ke kanan dan kekiri dia mengambil Al-Qur’an dan secara tidak sengaja (atas kehendak Allah) dia membaca surat Ali Imran Ayat 26 dan 27.

Hitam kata Allah, Hitam yang akan terjadi, Putih Kata ALLAh maka putih yang akan terjadi. Saat membaca ayat tersebut dia merasa ALLAH berkata kepadanya bahwasannya urusan hutang, rumah, perceraian semua bukan di tangan manusia akan tetapi di tangan ALLAH.

Tapi, Malik tidak percaya karena waktu sudah sangat mepet. Dan secara logika tidak akan ada penyelesaian dalam waktu sesingkat itu. Dan atas kehendak ALLAH dia meneruskan ke ayat 27. Di sana Malik mendapatkan ALLAH berkata kepadanya bahwa apa yang tidak mungkin jika ALLAH yang berkendak?.

Masih tidak percaya, Allah masih berkehendak memberi Malik kesempatan. Malik buka kembali al-qur’an surah Fatih surah ke 35 ayat 2 dan 3 ini yang dibaca Malik setelah Ali Imran tadi.

Dia merasa seolah Allah berdialog kepadanya “Malik, sudah ya….” Kata Allah “Jika aku tidak berkehendak hal buruk terjadi sebagaimana belum tentu hal baik terjadi maka tidak akan terjadi” “Sungguh Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Setelahnya dia tutup Al-quran dan dia pun mulai berpikir, jika memang semua kehendak ALLAH apa yang terjadi terjadi-lah. Akhirnya dia menutup semua pintu, mematikan lampu dan kembali ke kamarnya, membaca Yaa Aziz Yaa Hakiim, Yaa Ghofur Yaa Raahim lalu berdoa. Meminta ke Yang Maha Perkasa dan bijaksana. Setelahnya dia membaca Al-Qur’an lagi yang isi Ayatnya tentang pasrah. Di situ, dia seolah dia mendengar ALLAH agar dia tawakal dan yakin saja bahwa jika ALLAH berkehendak memberikan rejeki maka akan datang dari jalan yang tidak pernah dia duga.

Akhirnya dia berdoa sebagai  orang yang pasrah dengan kehendak ALLAH karena dia merasa taubat pun masih beberapa jam, yang penting mendapat pengampunan ALLAH. Jadi, dia tidak lagi meminta agar rumahnya tetap menjadi miliknya, istrinya tidak minta cerai, pendidikan anaknya tetap berlanjut. Dia ingin pasrah biarkan semua diambil oleh ALLAH jika memang sudah menjadi kehendak-NYA.

Lalu langkah terakhir yang diambil oleh Malik adalah membagi-bagikan isi rumahnya kesemua orang yang membutuhkannya sebagai sedekah.

Dan keesokan harinya, dia sholat Subuh di Masjid. Saat pulang dari Masjid dia bertemu dengan seoarang sahabat yang memberikan dia pekerjaan bahkan pembayaran di muka. Akhirnya hutang pun bisa dibayar, secara tidak dia sangkah sang istri pun sudah tidak murkah karena melihat senyum sang suami, sedang sang anak karena uang sudah ada maka mereka bisa membayar sekolah anaknya.

Jadi, 6 langkah untuk menyelesaikan masalah itu adalah kembali ke ALLAH secara sempurna, berikut saya rangkum langkah-langkahnya.

  1. Wudu
  2. Sholat
  3. Baca alquran
  4. Berdoa
  5. Tawakal
  6. Sedekah

Semoga kita semua selalu ingat kepada Allah di saat senang atau pun susah agar Allah juga selalu ingat kepada kita.

Semoga bermanfaat!

Advertisements

4 thoughts on “6 Langkah Mengatasi Kesulitan

  1. Allah swt adalah maha pemurah, dan bi. la kita selalu kembali kepadaNya, insya allah jalan keluar selalu ada. Sering juga terjadi dalam kehidupan saya. Alhamdulillah, Allah memang benar-benar maha penolong.

  2. Subhanallah.. 😦
    Trims sudah berbagi mbak. Ya, kadang kekuatan Yang Kuasa tak pernah terpikirkan ketika kita berada dalam pusaran masalah. Kembali berserah diri kepada-Nya adalah jalan yang terbaik.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s