Semua Orang Terlahir Beruntung

Semua Orang Terlahir BeruntungSeperti beberapa artikel lainnya, sebenarnya artikel ini pernah saya tulis di blog saya di platform “BlogDetik” yang sudah tidak ada. Sempat menjadi headline. Ada yang pro dan ada yang kontra. Wajar. Sebagian berpikiran saya menulis seperti itu karena kebetulan saya lebih beruntung dari mereka, jika tidak maka saya tidak akan bisa menulis “Semua Orang Terlahir Beruntung”.

Apakah salah pemikiran saya ini? Sebuah pendapat tidak ada yang benar-benar salah ataupun benar-benar betul karena setiap orang memiliki kaca mata berbeda dalam melihat sebuah permasalahan.

Hanya saja, yang perlu diketahui saat saya menulis ini saya sudah dan mungkin sedang melewati fase di mana orang sebut “kurang beruntung”. Buat saya kurang beruntung adalah beruntung.

Di saat saya berada di posisi di mana semua anak bisa mendapatkan segalanya (dalam bentuk materi, supporting dalam mengejar impian mereka lainnya) dengan mudah dan saya harus melewati banyak drama, tangis dan air mata. Merasakan bagaimana seolah waktu terbuang begitu saja karena terhambat oleh materi. Di posisi itu saya merasa beruntung karena saya mendapatkan kesempatan belajar tentang kehidupan sebenarnya, ya di saat semua teman-teman asyik belajar mengejar cita-cita saya pun sibuk mencari uang demi apa yang saya cita-citakan.

Di dalam waktu yang terasa terbuang tersebut, saya menemui banyak kesempatan di mana teman lain tidak. Jadi, saat saya melempar CV ke sebuah perusahaan mereka heran, umur segitu tapi kok pengalaman saya banyak sekali. Saya hanya tersenyum, sungguh sebuah keberuntungan buat saya.

Saya tidak mau menghitung seberapa banyak keberuntungan orang lain, akan tetapi saya lebih suka menghitung keberuntungan saya sendiri dengan demikian saya bisa lebih mensyukuri setiap nikmat dan karunia yang Tuhan berikan pada saya. Karena saat kita mulai sibuk membanding-bandingkan keberuntungan kita dengan orang lain yang terjadi adalah kita merasa kurang beruntung.

Jika pun sekarang kita masih harus bekerja sebagai karyawan atau bahkan berjuang ngos-ngosan membesarkan usaha yang kita bangun bukan berarti kita tidak lebih beruntung dari mereka yang sepertinya tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Terlahir di sebuah keluarga miskin, tidak beruntung? siapa bilang? Tetap dia beruntung karena bisa tahu namanya kerja keras, bisa belajar menghargai uang, nikmatnya makan sambel dan kerupuk dan keberuntungan-keberuntungan lain yang tidak bisa dinikmati oleh mereka yang terlahir menjadi orang kaya. Kalaupun ada yang tidak bisa merasakan keberuntungan tersebut itu menjadi urusannya sendiri, karena Tuhan itu sudah kasih kita keberuntungan salah sendiri tidak dimanfaatkan dan dinikmati.

Selalu ada jawaban logis dari setiap pertanyaan kita terhadap hidup dan Tuhan. “Tuhan kenapa aku belum sukses?” karena kita belum bersungguh-sungguh, kita belum siap dengan kesuksesan. Kalau belum siap takutnya kita nanti gelap mata dengan kesuksesan tersebut. Dan lain sebagainya. Ayo kita pantaskan diri.

Tuhan itu nyata dan ada di dalam setiap gerak langkah kita. Jangan tinggalkan DIA agar keberuntungan demi keberuntungan bisa kita rasakan.

Ada keajaiban di setiap langkah kita yang percaya akan keajaiban itu. Karena Tuhan memang sesuai dengan prasangkah kita terhadap-NYA.

Have a Miracle Day!

 

2 thoughts on “Semua Orang Terlahir Beruntung

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s