We Need Something Goes Wrong, sometimes

Zafran-12

Today, things just goes wrong but nothing is wrong! Cheer Up!

Sometimes things just goes wrong. Membuat kita berasa gila dan ingin marah-marah. Dan ini terjadi pada saya hari ini. Meja kerja saya ada di kamar, deketan sama Kulkas selama 3tahun berjalan ini, tanpa sebab kepala kebentok begitu saja. Kepala langsung kliyengan.

Agak siangan, ada janji mengirim barang ke 2 hotel akan tetapi yang bawah barangt telat, sampai di sana pun barang gak fix dengan site-nya. My oh My. Sudah mereka ini membuat saya stress, marah dan gila hari ini eh kerjaannya ga beres. Dan satu hal lagi, saya tadinya kontak supplier buat arrange sample untuk keperluan meeting dengan hotel lain besok, ndilalah kelupaan arranging pickup service-nya. Tiba-tiba dapat pesan lewat WA toko tutup besok pagi baru bisa diambil.

Hari ini memberikan saya pelajaran berharga. Yup, kadang sesuatu tidak harus berjalan mulus terus. Agar saya bisa belajar manage emosi. Setelah marah-marah, jelas saya menyesal, saya capek, meskipun saya legah sudah mengungkapkan semua kekesalan. Yup, setelahnya saya minta maaf, mereka juga minta maaf sudah sering meleset. Tapi, selama ini saya bisa menahan amarah cuma entah tadi rasanya ingin marah saja.

Namun, dari sini baiknya mereka akhirnya lebih terbuka mengungkapkan permasalahan mereka. Padahal, dari awal saya sudah bilang kalau ada masalah katakan jujur, ga bisa bikin planning produksi pun sini saya bantuin.

Ya, sudah. Kadang marah memang perlu jika untuk kebaikan. Asal bukan marah dengan banyak umpatan dan kekesalan. Beruntung saya tidak terbiasa bicara kata-kata kasar, marah saya ya begitu “sak karepe samean, aku wes emoh urus” itu kata-kata andalan saya kalau lagi marah karena kebetulan tim produksinya orang Jawa semua.

Saya jadi ingat sebuah buku yang saya baca belasan tahun lalu “Even in the sunshines someone has to cry sometimes” salah satu kutipannya. Kita ini hidup akan bertemu dengan berbagai kondisi, terkadang mengungkapkan emosi kita asal tidak berlebihan sangat boleh, dan asalkan lagi setelahnya difollow up dengan diskusi untuk mendapatkan penyelesaian masalah. Bukan sekedar meledak-ledak mengumbar amarah.

Tapi, tetap sih marah itu tak baik, bikin tak fokus. Kata suami saya, kalau marah lebih baik diam. Saya benar-benar lupa nasehat dia yang satu itu, tapi tadi pas saya pulang dia sudah di rumah pas saya curhatin dia hanya senyum saja. He knows my limit lha ya…

Dan di saat-saat seperti ini menulis menjadi therapy terampuh yang membuat saya menyongsong hari penuh energy dan optimisme.

Today, things just goes wrong but tomorrow I will be better and strong.

Keep it up!

 

 

7 thoughts on “We Need Something Goes Wrong, sometimes

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s