Nyinyir, Memberi Review Atau Menyampaikan Opini?

Belakangan saya jadi rajin nulis di blog dan jurnal harian di HP jadi dikit isinya, paling diisi pagi hari yang isinya ngingetin “Jangan lupa bersyukur” pokoknya menghitung nikmat biar gak lupa sama yang ngasih hidup.

Lha nulis di blog ada hubungannya dengan keresahan yang saya rasakan gegara Netizen yang konon Maha Benar dengan segala nyinyirannya, padahal menurut saya netizen yang seperti itu memang belum tumbuh dewasa. Mereka nyinyir dan menyakiti hati orang lain tanpa empati. Saya menjauhi hal demikian. Meskipun kemarin sempat tergelincir nyinyir tentang Pesan WA yang disetting biru ama nggak di status FB, wakakakak. Maafkan aku ya ALLAH.

Baru-baru ini saya lagi suka saja di weekend nonton Drama Korea, gara-gara terakhir tidak sengaja nonton satu Drakor lumayan bagus dan juga moral value-nya banyak judulnya “The Good Witch” Alurnya lumayan ga bikin bosan makanya bisa nonton sampai selesai.  Nah, gara-gara ini saya pun suka baca komentar Netizen. Dan kemarin saya sempat mendapati komentar pedas Netizen tentang sebuah Drakor Pendek yang berjudul “Praise of The Death” yang main Lee Jong Suk mungkin ini cowok emang mereka puja-puja buat saya sih biasa wakaka karena nonton bukan lagi lihat siapa yang main dan lead ceweknya Shin Hye Sun pemain pendatang baru yang juga baru menjadi lead cewek ketiga kalinya dan yang dua kali sebelumnya memenangkan award di negaranya sana.

Yang bikin saya miris, masa iya mereka ngatain Shin Hye Sun suaranya kaya kambing, mereka maki-maki pokoknya aktingnya jelek, drama sejarah ngebawainnya kekinian. Saya coba telusuri dan mencari tahu, kayanya film-film lain yang berlatar belakang hystory cara bicaranya sama (pa karena saya ga faham bahasa Korea) dan lagi semua kan berdasarkan naskah dan arahan Director. Saya sih tahu, mereka berasa aneh karena harus mendengar Shin Hye Sun menyanyi dengan suara Soprano padahal everybody knows she can’t sing. Kalau acting mah, keren banget. Perubahan emosinya sangat smooth and natural. Nah, yang jadi pikiran saya sih sebenarnya maksud netizen ini mau nyinyirin, beropini atau membuat review.

Netizen yang ga dewasa begini benernya ga cuma di Indonesia. Bahkan saya melihat juga di beberapa video bikinan Amerika. Saya dan suami kalau lagi santai nonton video lalu baca komentar-komentarnya, karena komentarnya kadang lebih seru dari video atau artikel itu sendiri. Apakah teknologi telah membuat kita kekanakan atau teknologi membangunkan jiwa kekanakan kita? Ingin rasanya ada yang melakukan riset? Atau sudah ada? saya akan mencari tahu, hehehe

Review

Postingan di FB tentang Moral Value yang saya dapat dari menonton Drakor

Ada lagi tentang Film “A Man Called Ahok” yang menurut saya ini film keluarga, ga ada unsur politiknya sama sekali. Ada yang komentarnya aneh-aneh lho. Sayang saja sudah menghabiskan waktu beberapa menit buat nonton, nyari hiburan eh endingnya nambah dosa wakakkaka.

Praise_of_Death-P1 (1)

Gambar saya ambil dari AsianWiki; Praise Of The Death Yang bikin Fans Lee Jong Suk mencak-mencak karena dipasangkan dengan aktris yang menurut mereka ga ada chemistry-nya sama sekali. Chemistry? Hm….jadi penasaran saya buat nyari drama-dramanya buat menganalisa doi ini. Hehehe

Kalau saya sih, ga suka Skip paling ngasih pendapat singkat saja tentang secara umum. Mau kasih nilai berapa dan berapa. Saya suka memberikan pujian tapi sebisa mungkin janganlah mencaci orang kalau gak suka. Mending diam. Seperti Marah, kalau ga suka diam. Karena di samping menyakiti orang maka kelihatan tidak dewasa sekali kita ini.

Mungkinkah kita belum bisa membedakan apa itu nyinyir, review dan beropini?

Happy Weekend!

Oh ya….hari Jum’at malam kemarin saya ketemuan sama sahabat Blogger dari Padang, kami kenal dari 2010 awal ngeblog dan dunia blogger ga sekeras sekarang, jadi pure ngeblog isinya opini, curhat, puisi dan nyari kenalan, hahaha. Karena waktu tidak lama, saya hanya bisa anterin dia jalan-jalan beli oleh-oleh dan ngajakin makan malam habis itu anterin ke hotelnya. Kata Om NH “This is The Beauty Of the Blogging”. Kalau ada teman Blogger datang ke Bali saya memang semangat sekali buat ketemuan.

 

Advertisements

6 thoughts on “Nyinyir, Memberi Review Atau Menyampaikan Opini?

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s