KEWAJIBAN MENGURUS ANAK

Family

Jadi, dari awal menikah suami bilang “Mas maunya kita nikah ya langsung punya anak” padahal saat itu saya sedang sibuk berkarir sebagai Head of Sales & Marketing, sedang enak-enaknya. Pendapatan pun Alhamdulillah lumayan besar bahkan 3x sampai 4x lipat pendapatan suami. Saya sempat bilang kalau saya tidak mau punya anak dulu, karena saya takut saya tidak bisa berkarir lagi.

Akan tetapi, suami berkata demikian akhirnya saya nurut saja sampai pada akhirnya setelah 4 bulan pernikahan saya hamil, semua sambut bahagia karena ini cucu pertama di keluarga suami meski suami anak bungsu. Akan tetapi, takdir berkata lain saat usia 4 bulan kandungan tidak berkembang dan harus kuretasi. Saat itu saya sedang handle project proyek hotel dan resort besar. Di sini saya mulai sadar bahwasannya saya menginkannya, menginginkan anak yang kami kasih nama Bintang. Agak lama menunggu, karena ada trauma, setelah 1 tahun pernikahan akhirnya saya hamil lagi dan Desember tanggal 17 saya melahirkan seorang anak lelaki yang ditunggu-tunggu oleh semuanya. Alhamdulillah.

Di sini, dari awal kehamilan suami sudah setuju bahwasannya dia yang akan mengurus cuci mencuci popok bayi, menggantinya jika dia pup karena saya jijikan. Akan tetapi, hari ke-3 pulang dari Rumah Sakit saya bilang ke suami kalau saya ingin melakukannya, mengganti diapers itu meski bau. Suami tersenyum.

Setelah kurang lebih 1,5 tahun berjalan, pikiran saya mulai bercabang antara anak dan karir. Akan tetapi anak menjadi pilihan saya adalah anak selain adanya masalah dengan pekerjaan yang mulai membuat saya tidak nyaman. Sudah mau masuk 2 tahun anak saya belum bisa bicara, saya takut dia mengalami speech delay meskipun ternyata tidak demikian. Suami saya sangat mendukung, menurut dia saya bisa berkarir sendiri. Ngurusin anak sambal bikin bisnis sendiri. Tuhan menjawab doanya, saya bertemu partner baik yang membuat semuanya terjadi. Saya focus urus anak plus bisnis tetap jalan sampai sekarang.

Dalam mengurus anak, saya dan suami selalu bergantian. Sebelum resign saat Sabtu dan Minggu, di mana kami libur waktu kami full buat anak. Dan setelah saya resign karena waktu saya lebih banyak buat anak, saat libur suami akan urus dia. Mandiin, suapin atau bermain akan bersama suami. Jadi, Zafa pun tidak dekat dengan salah satu dari kami tapi dekat dengan kami berdua.

Alhamdulillah, suami menepati janjinya. Dan Allah menjawab do’a saya, memberikan suami yang seperti Papa, di mana mengurus anak juga menjadi kewajiban baginya bukan hanya kewajiban istri.

Suami saya tidak canggung membuat susu formula untuk anaknya, memandikan, menyuapi bahkan menggoreng ayam untuk makan anaknya saat anaknya malam-malam lapar minta makan. Bahkan saat kami makan di luar pun suami saya yang lebih sering nyuapin anaknya baru dia sendiri yang makan.

Dulu, saat Zafa masih bayi Bunda sering protes “Kok kamu nyuruh-nyuruh suamimu bikin susu dan ganti popok anaknya, sih?” Karena Bunda memang pemikirannya masih konvesional, menurut Bunda mengurus anak itu kewajiban istri akan tetapi sekarang setelah ada banyaknya informasi masuk, cara berpikir Bunda pun lain. Anak adalah anak dari suami dan istri jadi keduanya memiliki kewajiban untuk mengurusnya.

Banyak orang mikir saya ini istri malas dan galak sehingga suami takut sama saya. Saya ini meskipun mandiri dan di luar sana tegas akan tetapi kalau sama suami padahal nurut lho. Tapi, biarinlah orang mau mikir apa hehehe. Capek pula kalau ngurusin apa yang dikata orang, kan? Yang penting kami bahagia. Sayapun cukup bangga dengan suami yang tidak berpikir harkat dan martabat dia turun dengan turut mengurusi buah hatinya 🙂

Yang pasti setiap hari saya belajar untuk terus mencintai suami dan anak saya, menambah cinta saya dalam mengurus mereka karena mencintai mereka adalah wujud syukur saya terhadap-NYA.

Advertisements

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s