Tips Biar Anak Kita Nurut

IMG_20171231_111727Tips Biar Anak Kita Nurut – Banyak yang bilang Zafa itu anaknya nurut, alhamdulillah sih ya? Akan tetapi saya sebagai ibunya berpikir ya biasa saja-lah. Jadi, ada yang bertanya ke saya gimana sih biar anaknya bisa nurut gitu. Ya, akhirnya saya bagikan tips ala saya saja-lah ya….yang pasti setiap ibu punya trik dan teknik sendiri dalam mendidik anak-anak mereka. Dan saya meyakini Zafa special dan anak yang baik buat saya Ibunya. Tapi, percayalah bahwasannya anak-anak kita adalah yang terbaik buat kita.

Dengan membuat artikel berisi tips ini juga bukan berarti saya mengumumkan bahwa saya berhasil menjadi orang tua, karena jujur itu masih jauuuuuuuh sekali. Saya masih 4 tahun menjadi orang tua dan terus belajar pada yang lebih senior. Hanya saja saya memutuskan kalau saya memang harus menjadi orang tua yang baik. Saya harus thinking big bahwasannya baik jika ingin baik maka saya pun harus berlaku baik 🙂

Terima kasih yang sudah mengatakan Zafa anak yang nurut dan baik juga ramah. Dan berikut adalah beberapa hal yang saya lakukan agar Zafa menurut sama saya tanpa menakut-nakuti dia atau memberikan ancaman.

Pertama : Menjadi Orang Tua Yang Baik

Jika kita ingin anak kita baik pertama kita dulu yang harus menjadi baik. Karena anak-anak meniru apa yang dia lihat di sekelilingnya. Anak-anak tidak melakukan apa yang kita katakan tapi apa yang kita contohkan. Ada kerabat saya yang selalu melarang anaknya main gadget dan belajar tapi dia sendiri setiap saat selalu genggam gadget, jadi saat anaknya protes “Mama sendiri mainan HP kok aku ga boleh?” apa yang bisa orang tua lakukan?.

Saya sendiri menjadi orang tua menjadi banyak belajar, dulu cuek dan seenaknya sendiri namun semenjak jadi orang tua sedikit demi sedikit kebiasaan buruk harus saya hilangin agar anak tidak mengikuti.

Kedua : Anak-Anak Kita adalah Yang Terbaik

Yakini bahwa anak-anak kita adalah anak-anak yang terbaik buat kita. Jangan bandingkan dengan anak-anak yang lain. Dengan kata lain, kita percaya bahwa dia mampu menjadi yang terbaik dan istimewa versi dia.

Membiarkan anak-anak tumbuh menjadi yang terbaik dan istimewa versi mereka sendiri tidak mudah karena banyak orang tua, khususnya mama-mama yang ingin anaknya seperti A, B dan C. Mama-mama mereka punya role mode yang ingin ditiru, akan tetapi anak-anak mereka istimewa dan unik beda dengan role model-nya. Jadi, sangat tidak bijaksana jika kita paksa anak-anak kita menjadi seperti yang kita inginkan. Biarkan dia menjadi yang terbaik versi mereka. Percaya dan yakini bahwa mereka yang terbaik.

Makanya saya gak pusing melihat anak-anak lain sudah pandai ini dan itu. Karena buat saya Zafa itu special dan awesome!

Ketiga : Menjadi Sahabat Bagi Anak

Anak-anak adalah anak-anak dengan jiwanya yang bebas, mereka tidak akan bisa bermain dan dekat bersama orang-orang tua yang jiwanya terbelenggu ini an itu. Saat anak-anak mencoba bermain asalkan tidak membahayakan jiwa mereka, tidak melawan norma-norma, biarkan saja. Jadilah teman bermain, teman sharing yang memberikan pendapat. Bahkan anak seusia Zafa saja akan mengajak kita diskusi. Sebagai contoh, saat anak bertanya “Mobil yang bagus ini yang warnanya putih atau biru?” berikan jawaban tukus kita sebagai teman maka dari hal-hal kecil tersebut anak kita akan percaya sama kita. Dan di saat ada sesuatu yang “DON’T” mereka pun akan mendengarkan kita.

Zafa pun kalau ingin pergi kemana-mana selalu bertanya “kita main kemana ya, mommy?” suami biasanya memberikan jawaban “enaknya kepantai saja, Zaf. Di sana Zafa bisa main pasir, swimming” biasanya Zafa kalau tidak setuju pun akan mengungkapankan alasannya kenapa, dari sini kami akhirnya menemui kesepakatan harus kemana. Tidak selalu menurutu dia ataupun menolak keinginan dia namun berdiskusi layaknya teman. Dengan demikian saya pun percaya akan membuat dia menjadi lebih percaya diri.

Ada satu cerita saat kami jalan-jalan di patung Kuda, di sana banyak sekali orang jualan mainan. Zafa merengek minta dan menunjuk mainan di sana. Lalu saya ajak dia ke pinggiran, agak jauh dari tempat jualan tersebut, saya katakan “Zafa, you have so many toys at home, right? If you wanna buy toys we can go to toys store, you can get the good one. Understand, Sweety?” Dia pun mengangguk dan gak jadi minta. Pada saat yang sama ada anak tantrum minta mainan.

Saat perjalanan pulang pun saya ajak dia ngobrol dan ingatin dia kembali “Zafa lho, ya….biasanya kalau memang belum punya mainan itu, kalau Zafa minta Mommy dan Daddy selalu beliin, kan? Mainan apa sih yang Zafa ga punya?”  Zafa pun akan bicara kemana-mana, anak-anak senang diajak bicara tentang mainan, walaupun pada akhirnya kalau dia minta yang aneh-aneh dan harganya selangit ya kita iyain saja sambil bilang “nanti, ya Nak….mommy dan daddy kerja dulu” dia pun mengangguk setuju. Dia faham kalau ingin membeli sesuatu butuh uang dan uang hanya bisa di dapat dengan bekerja. Gimana agar anak faham akan hal ini? Sesekali Zafa saya ajak bekerja. Ke proyek, ke kantor atau pas di rumah saya minta dia bantuin saya. Experience is the best teacher!.

Keempat : Biarkan Anak Tahu Betapa Besar Sayang Kita Kepada Mereka

Orang tua mana yang gak sayang ke anaknya? Semua sayang. Akan tetapi tidak semua orang tua biasa memberikan pelukan dan bilang “I LOVE YOU” pada anak. Yes, tentu saja setiap orang tua punya cara yang berbeda mengungkapkan rasa sayangnya. Hanya saja, begini cara saya ungkapkan sayang. Tidak terhitung berapa kali dalam sehari saya memeluk dan mengatakan “I love you, baby” pada Zafa. Dan Zafa pun demikian, dia ga canggung bilang ” I Love you, too” atau kadang dia yang mencium dan mengatakan I LOVE YOU duluan.

Suami saya pun beda sama saya. Suami saya bukan typical orang yang gampang ungkapin sayang dengan kata-kata seperti saya. Tapi, ada kesamaan di gesture. Suami suka meluk dan cium kening ke kami.

Pada saat menjelang tidur dan anak tertidur pun saya biasa membisikkan doa dan harapan kepada dia, mencium keningnya dan juga mengucapkan kalau saya sangat menyayangi dia. Entah mengapa saya melakukan ini dari mulai dia di dalam perut dan menurut saya it works!

Ada dan tidak ada Daddy-nya saya sering ajak Zafa jalan-jalan, ke toko buku, toko mainan meski tidak beli atau sekedar makan berdua. Dari sini, setiap kali ada hal yang kami larang saya yakin Zafa mengerti itu untuk kebaikan dia bukan sekedar larangan oleh karena itu Zafa hampir selalu mendengarkan kami.

Karena hal-hal tersebut sebenarnya hanya bonding attachment biar anak faham betapa besar cinta dan sayang kita pada mereka. Selama ini lho kita sudah memberikan kasih sayang sebesar itu, kalau sesekali dia tidak benar dan kita bilang “please don’t do” saya yakin anak-anak pun menurut.

Kelima : Meminta Dia Dijadikan Anak Baik Dalam Doa

Kakak pertama saya selalu bilang “Nduk, kalau sholat Tahajjud jangan lupa doakan anaknya agar jadi anak yang baik. Semalas-malasnya kamu, minimal seminggu 2kali harus Tahjjud”. Saya lakukan nasehat Kakak saya. Karena menurut saya, Kakak saya ini bekas anak bandel ddi jamannya, nurut dia, dia bisa menjadi baik dan istiqomah seperti sekarang berkat do’a Bunda kami. Jadi, berkaca-kaca-lah mata ini kalau ingat.

By The way, Zafa ini anaknya juga sedikit pecicilan aslinya. Dia suka bercanda, mirip Daddynya. Suka ngelawak, punya sense humor yang cukup tinggi, hobby gangguin saya. Seneng lihat saya sebel sama ledekan dia. Semakin saya sebel semakin dia godain saya. Sesekali saya pun larut dalam guyonan dia tapi saatnya keterlaluan ya saya stop agar dia tahu batasan bercanda di mana.

Hanya ada 5 tips dari saya, semoga bermanfaat dan semoga saya ga dianggap sombong. Karena saya hanyalah manusia biasa yang masih belajar dan belajar menjadi orang yang baik dari yang lebih baik. Jika ada salah-salah kata mohon diingatkan.

Advertisements

7 thoughts on “Tips Biar Anak Kita Nurut

  1. Di budaya kita udah terlalu sering dibanding-bandingkan dgn anak lain. Alhamdulillah makin ke sini, masyarakat juga makin teredukasi dgn ilmu parenting yg baik.

    Di keluargaku, misalnya, nggak ada pembiasaan bilang sayang atau cinta dan maaf. Jadilah kalau ada berbuat salah ya diam aja sampai keadaan membaik dgn sendirinya. Pun ketika ingin menunjukkan rasa sayang dan cinta, ya dibeliin sesuatu aja. Tapi kan ucapan verbal itu perlu.

    • Karena memang setiap keluarga memiliki budaya berbeda-beda.
      Sebenarnya ungkapan rasa cinta, sayang itu gak diucapkan secara verbal tidak apa asalkan saling faham saja.
      Namun, meneyesal dan maaf itu yang wajib diucapkan karena jika dibiarkan, kita tidak tahu jangan-jangan salah satu dari kita menyimpan luka bathin yang jika dibiarkan pun bisa jadi penyakit.

  2. Terima kasih Bu atas artikelnya, sangat bermanfaat. Saya merasa juga harus instropeksi diri sebagai orang tua, bagaimanapun anak akan mencontoh perilaku kita sebagai orang tua.

    Semoga do’a dan usaha sebagai orang tua, bisa menjadi anak di masa kelak membuahkan hasil, salah satunya ya itu, jadi anak yang berbakti kepada orang tua 🙂

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s