Film Preman Pensiun: Lucu, tapi Menginspirasi!

ea6ef389-22aa-4479-870e-463f3f02f080

Saya, khususnya suami sangat tidak hobby nonton TV apalagi sinetron. Akan tetapi, ada dua (dulu, sekarang Cuma 1) sinetron produksi MNC TV yang kami tonton yaitu Preman Pensiun dan Tukang Ojek Pengkolan. Sinetron ini pengkarakterannya bagus, penggambaran tentang kehidupan sehari-hari, pengembangan konfliknya juga tidak terlihat mengada-ada, di samping lucu! Ini yang membuat kami jaddikan hiburan, selebihnya TV ya mati atau anak kadang yang menguasai, ha ha ha

Tanggal 17 January kemarin direlease secara serentak Film Preman Pensiun di seluruh bioskop Indonesia, diriku dan suami pun tak ketinggalan. Pagi-pagi udah ngecheck tiket online, mau ambil yang jam 19.15 karena saya mau ada meeting dan juga sedang puasa, biar nonton setelah buka puasa dan sholat Maghrib. Mencoba transaksi 4x gagal selalu di payment. Akhirnya WA suami “Mas, entar beli on spot saja, ya? Ga mungkin penuh juga” suami cepat bales “seep, oki dokiiiii”.

Yes, saya pikir ga banyak yang ingin nonton Film Preman Pensiun. Palingan yang nonton ini kebanyakan orang Bandung karena setting Film di Bandung atau mereka yang sudah ngikutin serialnya di TV kaya kami, hahaha.

Setelah sholat Maghrib dan hanya minum seteguk air putih kami ke Park 23 di Jl. Kediri Kuta, langsung ke sinema XXI alangkah kagetnya saya pas mau beli tiket katanya kosong. Bahkan saya bilang, saya ketinggalan beberapa menit ga papa. Lalu, si Mbak kasih lihat komputernya “Ini, Mbak….kursi sudah penuh semua” katanya sambal senyum. Haduh! Saya lihat kea rah suami.

“Coba yang jam 21.10 deh, Mbak…..” lanjut saya. Klik-klik……ternyata ada beberapa kursi kosong dengan jarak berjauhan dan sudah full!!! Saudara-saudara. Ternyata everybody pada penasaran ama kelucuan Murod dan Pipit yang lugu-lugu menyebalkan itu, hahaha. Akhirnya sudah kami beli 3 tiket karena si Zafa ikut meskipun akhirnya kursi yang kami dudukin hanya 2, karena posisinya terpisah, hahaha.

80b46343-0978-4f9c-a2ff-538ce9065925

Demi menonton kelucuan Murod dan Pipit, kami rela duduk terpisah, hahaha. Tapi, kami puas karena dibuat tertawa sepanjang Film tayang

Film dibuka dengan flashback latar belakangan semua karakter saat dulunya mereka Preman. Lalu, masuk pada adegan Kang Mus tidur ngiler, ini pun sudah membuat kami terpingkal-pingkal, konyol kali! Belum lagi kejengkelan Kang Mus saat mendengar nama Pipit disebut, wakakakakak. Lagian, muka galak gitu panggilannya Pipit, siapa yang gak ketawa. Belum lagi, manjanya si Pipit tiap boncengan dengan Murod, pegangannya masyaallah….masa iya, sih preman manja? Hahahha. Saat turun, pun helm minta dilepasin, ada yang lebih manja dari ini tidak? Wakakkakakak.

Sepanjang film tayang, kami dibuat ketawa meskipun tidak sampai terpingkal. Saya kasih penilaian jujur, 8/10 karena kealamian karakter yang diciptakan. Dialog natural mengalir begitu saja tapi ya lucu.

Akan tetapi ada conflict juga layaknya film-film lain, bikin geregetan si Imas. Tapi, kakakter Imas emang nyebelin dari dulu, Hahaha. Tapi, emang banyakan ngakaknya nonton film ini.

Dan di beberapa bagian menjelang film selesai saya di buat berkaca-kaca, bisa merasakan kepedihan Kang Mus yang merasa merindukan kehadiran Kang Bahar begitu juga Kinanti si anak bungsu Kang Bahar yang dulu sempat sedih dan kecewa dengan masa lalu papinya (Kang Bahar). In the end, saya berharap Kang Mus ini mau enlighten para anak buah yang sudah seperti keluarganya sendiri untuk terus berusaha, tawakal dan saling menyayangi. Seperti kata Kang Mus “Melakukan Perubahan itu tidak mudah, butuh kesabaran” tapi kalau kita mau, siapa sih yang ga bisa?

Sorry, gak ada spoiling di sini apalagi synopsis, hehehe. Hanya cerita dikit. Yang mau nonton buruan nonton karena baru start tayang tanggal 17 January 2019 lalu. Saya mau bagi-bagi link trailernya saja ya.

Kita patut meng-apresiasi film bikinan negeri sendiri lho. Saya bisa kasih jaminan ga kecewa meskipun di ending kita akan memiliki feedback dan respond berbeda-beda tergantung latar belakang kita masing-masing. Film Preman Pensiun ini menjadi kesegaran tersendiri di awal tahun 2019 buat perfilm-an komedi – drama di Indonesia.

Advertisements

15 thoughts on “Film Preman Pensiun: Lucu, tapi Menginspirasi!

    • Kalau ga salah 2tahun lalu, karena aku masih ngantor. Pulang kantor sambil nunggu bedud apa ya? Lupa juga 😀
      Karena ada Didi Petet juga nontonnya, belio kan senior dan seniman jempolan makanya kami pikir, sinetron kalau ada belio pasti bagus 😀

  1. Saya cuma ngiler saja lihat promo film ini di tv, malah kang Ridwan Kamil ikut kasih komentar juga.
    Masalahnya di kota saya di Sukabumi saat ini tidak ada bioskop. Jadi kalau bener2 kebelet pengen nonton, saya harus ke Bogor, numpang nontonnya di bioskop disana, Mbak.

    Baca tulisan Mbak, jadi bikin saya harus ke Bogor…

    Salam.

  2. wah rame banget ya han filmnya. Kalau aku gak tahu blass film ini. Udah gak pernah nonton TV lokal bertahun-tahun. Sekarang cuma mentok nonton HBO atau fox kalau gak ya disney junior. Malah sekarang lebih ke netflix jadi gak update perkembangan sinetron dan film Indonesia.

    • Aku masih suka saja Nie…tapi ya cuma itu, no-more.
      Sisanya ya Nick Jr. atau Disney Junior.
      Apalagi semenjak Zafa kenal Spongebob adanya di Gtv kan TV local juga. cuma jarang sih, biasanya dia nonton TV di luar bukan di kamar.

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s