Berjalan

Berjalan, untuk saya seperti recharge otak. Mungkin hal itu sama buat teman-teman yang suka mendaki, lari atau kegiatan lainnya. Gara-gara saya membaca artikel dari Om pemilik Blog Titik Asa saya ingin menulis tentang berjalan.

berjalan

Entah kenapa, di saat pikiran sedang kalut, kacau atau lelah karena saya memang bukan orang yang gampang terbuka dengan siapa saja saat memiliki masalah, atau terkadang saya memiliki ganjalan yang memang tidak bisa saya keluarkan demi kebaikan, dan saya ingin menjadikannya bukan hal yang sulit diterima, maka yang saya butuhkan adalah berjalan. Berjalan saja menyusuri trotoar, meski kadang panas. Pernah suatu hari, sambil site visit di hotel saya pun berjalan dipinggiran pantai, menikmati pemandangan di sekeliling saya dan meski hanya sebentar saya pun bisa refresh.

Berjalan dan menulis mungkin adalah therapy. Akan tetapi, berjalan beda sekali hasilnya. Dengan menulis saya bisa membangkitkan motivasi dan juga melepas emosi. Akan tetapi berjalan membuat saya lebih bisa menerima setiap kejadian, perlakuan atau ketidak sesuaian dalam irama hati, perasaan dan pikiran saya.

Orang bisa menebak betapa melankonlisnya saya, hehehe.

Dulu, saat di Malang, di mana transportasi kemana-mana gampang tidak seperti di Bali. Yes, meskipun sekarang di Bali lebih mudah dengan keberadaan Taxi dan Ojek Online, tapi kadang saya rindu suasana kota Malang dengan hirup pikuk angkot warna biru-nya.

Ya, dulu…sering banget saya menyusuri jalanan di alun-alun, di mall hanya untuk melepas penat agar bisa melanjutkan hidup. Ini adalah usia di mana saya sudah mulai belajar memaknai setiap apa yang orang bilang dengan KETIDAK BERUNTUNGAN, sejatinya KEBERUNTUNGAN itu hanyalah sebuah istilah akan suatu hal dan bisa berubah atau tidak sama bagi setiap orang. Karena saya percaya setiap orang hidup dengan tantangannya sendiri-sendiri. Bahkan mereka yang katanya memiliki hidup penuh keberuntungan.

Akan tetapi, cerita sekarang memang berbeda. Di mana saya tidak bisa merasa bebas memutuskan berjalan sendirian di saat saya ingin. Tidak bisa. Saya bisa melakukannya, biasanya saat saya sudah terlanjur di luar untuk pekerjaan, saat urusan pekerjaan selesai, saya akan memutuskan berjalan sampai saat saya memutuskan untuk berhenti dan memutuskan untuk pulang. Karena hidup ini sebuah perjalanan pulang.

 

Menjadi seorang Ibu seperti sekarang, saya mulai membiasakan diri juga mengajaknya berjalan. Meskipun mengajaknya berjalan bisanya ke mall. Saya akan ajak dia berjalan, menyusuri mall, tidak berhenti sampai saya lihat dia capek saya akan ajak dia ke kid zone atau play land sebagai hadiah karena sudah menemani saya berjalan. Saat berjalan bersamanya, saya sering terlibat obrolan yang membuat saya bersyukur atau kadang berpikir “aku tidak seharusnya berpikir demikian”. Kadang lucu, pelajaran hidup malah kita dapatkan dari anak-anak.

Saya beruntung bisa berjalan sampai sejauh ini menuju rumah di mana kebahagiaan bisa saya temukan dan kenyamanan bisa saya rasakan.

21 thoughts on “Berjalan

  1. tiap hari saya jalan dari stasiun juanda ke kantor
    tapi kok gak kerecharge ya
    hehe
    kalo kami mah merechargenya jalan” ke puncak
    duduk di warung sambil nikmatin alam
    wes wuenak tok

  2. Tulisan yang menarik mengenai manfaat berjalan. Saat ini saya rutin berjalan kaki harian, sebagai upaya menjaga kesehatan.

    Pengalaman Mbak lebih menunjukkan ke manfaat berjalan kepada segi psikologis. Meskipun saya banyak membaca tulisan-tulisan tentang hal ini, tapi saya lebih mempercayai tulisan Mbak karena berdasarkan pengalaman nyata.

    Terima kasih atas sharing-nya Mbak.

    Salam dari saya di Sukabumi.

    • Makasih, Om….
      Saat berjalan biasanya saya sambil menikmati apa yang saya lihat di sekitar atau kadang dalam hening saja…..saat itu membiarkan otak terus bekerja mengikuti kaki berjalan, entah ada keajaiban atau kekuatan spiritual apa dari berjalan karena sering kali membuat saya levih bisa legowo…

      Salam dari Bali yang sehari-hari hujan…

      • Nah, betul banget Mbak, sambil berjalan menikmati apa yang ada di sekitar. Salah satu hal yg menarik perhatian saya misalnya melihat bagaimana orang-orang sudah bersiap menyambut pagi…

        Bali masih hujan terus juga ya Mbak? Sama, disini sekarang tiap pagi bergerimis juga.

        Salam.

  3. Kalau saya tiap pagi olahraga jalan kaki dari rumah lalu menyusuri jalanan baik saat ada di Solo atau Tangerang. Tujun utama jalan kaki pagi hari adalah olahraga sehat, murah, meriah, tak memerlukan usaha keras, selain tujuan utama ingin terus sehat badan. Anda bagaimana? Juga hobi olahrga atau tidak? Semoga ia…..

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s