Bintang – Apalah Arti Sebuah Nama

pendar bintang-namaHallo…..orang memangilku Bintang, tapi aku tidak tahu kenapa aku dinamakan Bintang. Karena orang tuaku juga bukan orang tua yang begitu memikirkan arti sebuah nama. Kalau dipaksa mencari alasan kenapa Bintang, jawaban mereka hanya “Karena nama itulah yang terlintas di pikiran kami” Hm…jadi kebayang kalau yang terlintas di pikirak mereka nama lain. Bagaimana kalau “Panda? Beruang?” atau nama binatang lainnya? Bukannya itu sangat menyeramkan? Ah……kadang aku berpikir betapa menyedihkannya aku.

Masih kuingat, saat di sekolah semua teman-teman bercerita arti nama mereka. Karena aku tidak mengetahui apa arti di balik namaku, akhirnya aku bercerita apa arti dari namaku. Tentu saja, cerita itu fiktif. Karena tidak ada cerita sedemikian rupa di balik pemberian namaku.

Namaku Bintang, orang tuaku memberi nama Bintang karena berharap aku seperti bintang di atas ketinggian yang mampu dilihat di saat hari mulai gelap dan tak hanya itu, bintang melambangkan keindahan dan kemegahan langit.

Semua terrwah-wah dengan ceritaku, termasuk guruku saat itu. Menurut mereka sangat brilliant orang tuaku memberiku nama Bintang. Walau kenyataannya di kelas aku tidak bersinar bagai bintang, karena semua serba biasa-biasa saja.

Sekarang pun saat memasuki dunia kerja, aku termasuk karyawan yang biasa-biasa saja. Tidak bersinar seperti cerita fiksi yang aku ceritakan saat SMA. Kecuali dikalangan teman-teman yang hobby berhutang, di kalangan mereka aku sangatlah bersinar terang dan benar-benar seperti bintang yang hanya dapat mereka lihat di langit gelap. Seperti ada mode auto saat mereka ada kesulitan keuangan pasti orang yang mereka datangi pertama kali adalah aku. Mereka tahu aku tidak bisa menolak ataupun menagih. Demi memberi mereka hutang aku pun sering kali makan hanya mie instan. Aku ini lemah sekali kata Kakak-Kakakku.

Pada suatu hari, Kakak lelaki pertamaku datang kerumah, semenjak orang tua kami tidak ada ketiga Kakakku memang rajin mengunjungiku secara bergantian. Dia bertanya kenapa setiap kali dia kesana melihatku hanya makan mie instan.

“Kok, setiap kali Kakak kesini kamu makan mie instan? Kamu tahu mie instan itu ga sehat?” tanyanya sambal mengomel, tapi buatku itu sangat manis, Kakakku sangat perhatian, pikirku.

“Ya….aku ga ada duit, Kak. Duitku dipinjam teman, katanya anaknya sakit” Kakakku langsung menggelengkan kepalanya.

“kamu tahu, sebentar lagi gentian kamu yang sakit kebanyakan mie instan” bisiknya, aku tertawa kecil sambal terus kulanjutkan makanku.

“Ga ada ceritanya orang sakit karena menolong orang lain, Kak” jawabku tidak serius agar dia tidak lagi khawatir. Kakakku hanya menggelengkan kepala.

Sebelum pergi, Kakakku berbisik sesuatu “Kamu tahu, kenapa namamu Bintang? Kami berharap kamu mampu bersinar walau sendirian, di dalam gelap, tapi bukan buat makan mie terus megini”Lirih dia sambal ceklak ceklik ponselnya lalu menambahkan “Kakak sudah transfer kamu, dan belanjalah makanan yang sehat” nadanya setengah mengancam. Mataku membulat, lalu aku peluk dia erat. “makasih, Kakakku sayang….”

Setelah itu tanpa sepengetahuanku, kakak-kakakku ternyata menemui teman-temanku dan meminta tolong agar menghentikan kebiasaan mereka berhutang uang kepadaku, karena menurut Kakak-kakakku, kami semua bekerja, mendapatkan gajih dan sama-sama memiliki kebutuhan, seharusnya mereka lebih pintar mengatur dan bijak mengeluarkannya.

Terima kasih  pada Kakak-kakakku pula akhirnya saldo rekeningku mulai ada isinya dan teman-teman kerjaku tak lagi meminjam uang kepadaku. Mode “Auto” untuk meminjam uang padaku sepertinya sudah di-off-kan. Akan tetapi aku merasa kosong. Setiap pulang kerja aku pun mulai mondar-mandir, bingung mencari arti kekosongan yang aku rasakan. Aku bingung, apa sebenarnya yang membuat aku merasa hampa?

Lalu, aku menceritakan apa yang aku rasakan pada sahabatku, dia menyarankan aku untuk menerima ajakan kencan teman pria yang menurut aku cocok dengan aku. Akhirnya aku turuti saran sahabatku itu dan aku pun mulai menikmati kencan dengan pria yang aku sukai, namanya Bee. Iya, ejaannya Bee seperti lebah.

Cukup beruntung aku bisa berkenalan dengan Bee. Akan tetapi, kekosongan yang aku rasakan saat itu masih belum hilang karena kosong ini rasanya lain. Ini bukan kekosongan hati oleh cinta, karena cinta dan kasih sayang aku dapatkan lebih dari cukup dari sahabat, saudaraku dan juga sebagai tambahannya, dari Bee.

Aku sering menulis, membuat daftar kebutuhan apa saja yang belum terpenuhi sampai-sampai hatiku merasa kosong dan hampah. Terkadang, di saat aku benar-benar merasa kosong aku mengajak Bee berjalan ke tempat-tempat indah dan unforgettable, ya…rasa kosong itu terobati tapi hanya sementara.

Sampai pada suatu hari, ada seorang Kakek-kakek berusia sekitar 80an tahun di sebuah Super Market dia membeli beberapa kebutuhan makanan, saat di kasir dia kebingungan karena uangnya kurang. Dengan sigap aku membayarkan kekurangan tersebut dan aku pun merasakan ada rasa “plong” padahal kekurangannya yang aku bantu ga sampai dua puluh ribu, akan tetapi rasa hangat, puas dan kekosongan itu terisi. Ternyata kebutuhan yang membuatku merasa kosong itu adalah BERBAGI. Aku tidak tahu apakah setiap orang sadar bahwasannya berbagi adalah sebuah kebutuhan, bukan selalu tentang orang yang membutuhkan kita.

6 thoughts on “Bintang – Apalah Arti Sebuah Nama

  1. Namaku Aulia.
    Kata itu artinya pemimpin, padahal aku bukan anak pertama.
    Filosofinya, waktu aku lahir di bu bidan, dari ketiga ibu yang sama-sama hendak melahirkan, aku bocah yang paling dulu keluar.
    Wkwk~

    Btw setuju, berbagi itu kebutuhan.
    Berbagi kasih sayang, misalnya~

    • Bagus ya arti namanya….
      Cerita Fiksi ini aku bikin aslinya musni fiksi cuman mengenai arti nama, karena namaku ga ada artinya, makanya aku punya anak bertekad namanya harus ada artinya biar ga kayak emaknya, hehehe

  2. Kisah sederhana ini namun luar biasa endingnya. Ya, berbagi pada akhirnya menjadi suatu kebutuhan walau bisa saja awalnya adalah sesuatu yang kewajiban yang terasa berat dan dipaksakan.

    Salam,

So what's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s