Satu Hari Saja!

Sejauh kaki melangkah Dinar tak berani melakukan sesuatu bodoh yang akan membawa masalah dalam cerita kehidupannya, karena sudah berhati-hati pun masalah tak pernah absent menghampiri hidupnya. Life is so complicated.

Tapi, kali ini dia tak dapat melawan ingin hatinya agar dapat berjumpa dan menghabiskan waktu barang sehari saja dengan seseorang yang selama ini dirindukannya, bukan kekasihnya hanya seorang sahabat atau seorang yang pernah dekat dengannya. Kalau hal ini dilakukan dulu mungkin tidak akan apa-apa tapi jika dilakukan sekarang ini akan menjadi suatu masalah, karena Dinar sadar mereka tak akan pernah bisa bersatu. Love is so complicated.
Continue reading

Advertisements

Merindumu

Menjumpaimu malam ini dalam deretan tulisan kata-kata indah menghapus gulanaku seharian seketika seperti hujan menghalau kemarau…

Aku hanya tak mampu memejamkan mata dengan sempurnah jika tak ada sepata kata saja tentangmu….

Kekhawatiranku memang terlalu berlebih, itu semua karena aku mencintaimu….

Terima kasih telah mengisi kembali malamku, I love you..

Saudara,….maaf ya…kalau belakangan disuguhi lope2an….daripada gak update kan sayang lagian saya yakin yang seperti ini make you feel good! daripada yang berat-berat dan nyesekin hati…..soalnya saya juga lagi gak mood nulis yang bikin dahi-dahi mengkerut, he he he

Saya sedang belajar mencintai semua yang saya lihat, rasaka, kerjakan dan miliki πŸ™‚

Semoga hari-hari kita penuh kasih πŸ™‚

Menanti pagi

Malam terasa sangat panjang menanti esok,
Namun kasih sayang dan ketulusanmu membuatku mampu bersabar;
Menunggu pagi nan ceria saat mentari tak malu menampakkan diri,
Manyambut pagi nan syahdu jika hujan harus mengiringi…

Hadirmu menjawab gunda hatiku akan arti cinta anak manusia,

Malam ini kita bersama berdendang kerinduan di belahan bumi yang berbeda,
namun kita menatap bintang yang sama dan merasakan hal yang sama “rindu”
Malam ini kita mengisi tidur kita dengan mimpi yang sama;
tentang sebuah masa yang tak lama lagi akan hadir dan membuat kita tak lagi berkata “aku dan kamu” melainkan “kita”

Kehadiranmu memenuhi hatiku, mengantar tidurku malam ini…
I love you, sayangku..

Kamu dan pagiku..

Temaram pagiku jika tak mendengarmu, panas hatiku jika tak mendengar puji rayumu…

Namun, semerbak harum mawarmu mengantar aroma rindumu yang memuncak. Tak adakah mesin waktu untuk kita?

Merindukan cerita-ceritamu yang membuatku merajuk manja, marah dan semakin rindu. Tak adakah kendaraan super express yang bisa membawa kita kesetiap moment itu?

Terima kasih sayang karena telah menjadikanku yang terakhir bagimu, I love you…

Sepotong Luka Cinta



“Bruk” ah, ini ketidak hati-hatianku berjalan sambil melamun di jalanan seramai ini. Tak seharusnya. Seseorang dengan tinggi kira-kira 1.90m melihat ke arahku yg masih saja diam memaku padahal sudah menubruknya.

Aku mmencoba tersenyum, tapi sungguh sulit karena tak singkron dengan hati ini. Tapi, aku tahu ini tak benar.

“Couldn’t you see here?” Tanyanya, aku masih dengan senyum kaku mencoba mengeluarkan suara.
“Sorry, I wasn’t here…” Jawabku lirih dan sekenanya. Cowok tinggi berambut pirang itu terlihat tak suka…
“You….” Dia mencoba bicara mengacungkan buku di tangannya yang aku yakin dia sedang belajar bahasa indonesia.
“Maaf…” Ucapku lagi
“you kidding me, silly!” Umpat cowok tinggi pirang itu.
Continue reading