Satu hari tanpa listrik

Satu hari tanpa listrik, pernahkah kita membayangkan apa jadinya jika seluruh penjuru negeri ini sehari saja tanpa listrik? Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan, karena mati lampu 8 jam saja sudah cukup membingungkan.

Mungkin kita bilang tidak masalah mati lampu, yoh selama ini juga sering mengalami mati lampu bergilir. Tapi yang ini lain, mati lampu ini adalah seluruh penjuru negeri dan serentak! Sehingga semua system telekomunikasi juga ikutan mati dikarenakan semua tool atau alat mereka menggunakan tenaga listrik. Continue reading

Ngidam yang terpendam…

Kali ini saya ngidam lain lagi, orang hamil emang aneh ya? kemarin-kemarin sebelum ketahuan hamil saja nggak pingin ini dan itu tapi sekarang? ada saja yang diingini. Atau kemarin-kemarinnya nggak nyadar saja berhubung memang saya suka bangetlah merajuk mau makan ini dan itu dan juga menurut suami saya, saya ini termasuk susah makannya, cerewet sekali.

Tadi pagi, saat membuka mata saya langsung mengungkapkan keinginan saya. Saya sedang ingin sekali makan nasi empog, sayur pepaya dilodeh sama ikan asin. Adakah di sini yang tidak tahu nasi empog? Ok, saya mencomot gambar dari Google dan penampakannya sebagai berikut:

Nasi Empog

Continue reading

Pokoknya Tidak Rela!

shincan[1]

“Bapak, pokoknya saya tidak rela!”

Pak Jarot memeluk erat barang yang diminta anaknya, dia tidak rela benda itu diambil siapapun

“Bapak juga tidak rela!”

Pak Jarot tetap memeluk erat barang itu

Anaknya berkacak pinggang

“Bapak sudah tua, tidak pantas memilikinya” tuturnya

“Justru Bapak sudah tua, kembali seperti anak-anak ingin sekali memiliki sandal unyu ini”

Pak Jarot meregangkan pelukan pada sandal lucu berkarakter Sinchan

banner-kontes-unggulan-63-300x214

Kenapa harus menulis?

Saya beranggapan bahwasannya menulis hanyalah sebuah hobby untuk saya, meskipun saya sering mengungkapkan cita-cita saya yang ingin menjadi penulis dan tahu apa tanggapan orang-orang terdekat saya? Mereka tertawa, entahlah mungkin itu tawa atau senyum dukungan atau ejekan karena mereka tahu saya sangat tidak disiplin untuk mengejar mimpi saya sebagai seorang penulis, pendongeng. Saya yang membuat mereka mentertawakan mimpi dan impian saya. Continue reading

Gadis main hati

Dulu pernikahannya adalah suatu yang sangat membanggakan, ya bagaimana tidak? Untuk beberapa orang menikah dengan seorang prajurit (apalagi AU) adalah satu prestasi tersendiri.

Jadi, tidaklah salah jika Gadis, nenek gadis juga orang tuanya membangga-banggakan Gadis di depan saudara-saudara mereka. Mereka bilang Gadis sangat pintar memilih suami. Gadis masih sangat belia saat itu, mungkin untuk ukuran anak-anak jaman sekarang usianya masih terlalu mudah untuk sebuah pernikahan, karenanya dia masih membawah sifat kekanakan juga jiwa remajanya yang menggebu dan senang bermain-main itu ke dalam pernikahan mereka, analysa ngawurnya “let say, dia masih kurang pengalaman alias masih sedikit mengenal macam-macam karakter lelaki”.
Continue reading