Bintang – Apalah Arti Sebuah Nama

Hallo…..orang memangilku Bintang, tapi aku tidak tahu kenapa aku dinamakan Bintang. Karena orang tuaku juga bukan orang tua yang begitu memikirkan arti sebuah nama. Kalau dipaksa mencari alasan kenapa Bintang, jawaban mereka hanya “Karena nama itulah yang terlintas di pikiran … Continue reading

Satu hari tanpa listrik

Satu hari tanpa listrik, pernahkah kita membayangkan apa jadinya jika seluruh penjuru negeri ini sehari saja tanpa listrik? Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan, karena mati lampu 8 jam saja sudah cukup membingungkan.

Mungkin kita bilang tidak masalah mati lampu, yoh selama ini juga sering mengalami mati lampu bergilir. Tapi yang ini lain, mati lampu ini adalah seluruh penjuru negeri dan serentak! Sehingga semua system telekomunikasi juga ikutan mati dikarenakan semua tool atau alat mereka menggunakan tenaga listrik. Continue reading

Ngidam yang terpendam…

Kali ini saya ngidam lain lagi, orang hamil emang aneh ya? kemarin-kemarin sebelum ketahuan hamil saja nggak pingin ini dan itu tapi sekarang? ada saja yang diingini. Atau kemarin-kemarinnya nggak nyadar saja berhubung memang saya suka bangetlah merajuk mau makan ini dan itu dan juga menurut suami saya, saya ini termasuk susah makannya, cerewet sekali.

Tadi pagi, saat membuka mata saya langsung mengungkapkan keinginan saya. Saya sedang ingin sekali makan nasi empog, sayur pepaya dilodeh sama ikan asin. Adakah di sini yang tidak tahu nasi empog? Ok, saya mencomot gambar dari Google dan penampakannya sebagai berikut:

Nasi Empog

Continue reading

Pokoknya Tidak Rela!

shincan[1]

“Bapak, pokoknya saya tidak rela!”

Pak Jarot memeluk erat barang yang diminta anaknya, dia tidak rela benda itu diambil siapapun

“Bapak juga tidak rela!”

Pak Jarot tetap memeluk erat barang itu

Anaknya berkacak pinggang

“Bapak sudah tua, tidak pantas memilikinya” tuturnya

“Justru Bapak sudah tua, kembali seperti anak-anak ingin sekali memiliki sandal unyu ini”

Pak Jarot meregangkan pelukan pada sandal lucu berkarakter Sinchan

banner-kontes-unggulan-63-300x214

Kenapa harus menulis?

Saya beranggapan bahwasannya menulis hanyalah sebuah hobby untuk saya, meskipun saya sering mengungkapkan cita-cita saya yang ingin menjadi penulis dan tahu apa tanggapan orang-orang terdekat saya? Mereka tertawa, entahlah mungkin itu tawa atau senyum dukungan atau ejekan karena mereka tahu saya sangat tidak disiplin untuk mengejar mimpi saya sebagai seorang penulis, pendongeng. Saya yang membuat mereka mentertawakan mimpi dan impian saya. Continue reading

Gadis main hati

Dulu pernikahannya adalah suatu yang sangat membanggakan, ya bagaimana tidak? Untuk beberapa orang menikah dengan seorang prajurit (apalagi AU) adalah satu prestasi tersendiri.

Jadi, tidaklah salah jika Gadis, nenek gadis juga orang tuanya membangga-banggakan Gadis di depan saudara-saudara mereka. Mereka bilang Gadis sangat pintar memilih suami. Gadis masih sangat belia saat itu, mungkin untuk ukuran anak-anak jaman sekarang usianya masih terlalu mudah untuk sebuah pernikahan, karenanya dia masih membawah sifat kekanakan juga jiwa remajanya yang menggebu dan senang bermain-main itu ke dalam pernikahan mereka, analysa ngawurnya “let say, dia masih kurang pengalaman alias masih sedikit mengenal macam-macam karakter lelaki”.
Continue reading

Dongeng Secangkir Kopi

Saat itu di pagi hari, seorang bidadari datang ke bumi dia mendatangi sebuah istana dingin yang dengan penghuni-penghuninya yang menatap kehadirannya tanpa ada tawa dan senyum ceria terukir di bibir mereka.

Bidadari menangkap kalau ada yang salah dengan penghuni istana ini, jadilah dia menuju dapur istana dan dengan hati riang membuat satu ramuan ajaib untuk disajikan di tengah-tengah kebekuan penghuni istana itu.
Continue reading

Sahabat

Malam ini, aku tersenyum ceria menatap ke arah luar jendela sambil menikmati bulan penuh. Lama aku tak menikmati malam dengan cara seperti ini, menghitung bintang dan mencoba mencari-cari di mana diriku. Diriku? Iya…diriku di antara bintang-bintang itu.

Dalam pandanganku, sinar bulan malam ini berlapis-lapis dan lebih berwarna daripada pelangi. Sungguh tak sabar aku menunggu esok meski aku sangat menikmati malam ini, karena saat-saat seperti ini selalu membawaku ke dalam kenangan indah saat-saat bersama dengan Yuda, sahabat dekatku. Aku menyukai Yuda, ya tentu saja ini bukan cinta tapi aku menyukainya dan juga menyayanginya sehingga saat-saat bersama dia menjadi indah dan penting untukku.

Demi masa depan kami berdua harus berpisah, Yuda harus meneruskan studynya di Jogja dan aku tetap stay di Malang, satu tahun kami berpisah, komunikasi hanya terjalin lewat telpon dan SMS dan pada akhirnya besok baru bisa bersua kembali.
Continue reading

Satu Hari Saja!

Sejauh kaki melangkah Dinar tak berani melakukan sesuatu bodoh yang akan membawa masalah dalam cerita kehidupannya, karena sudah berhati-hati pun masalah tak pernah absent menghampiri hidupnya. Life is so complicated.

Tapi, kali ini dia tak dapat melawan ingin hatinya agar dapat berjumpa dan menghabiskan waktu barang sehari saja dengan seseorang yang selama ini dirindukannya, bukan kekasihnya hanya seorang sahabat atau seorang yang pernah dekat dengannya. Kalau hal ini dilakukan dulu mungkin tidak akan apa-apa tapi jika dilakukan sekarang ini akan menjadi suatu masalah, karena Dinar sadar mereka tak akan pernah bisa bersatu. Love is so complicated.
Continue reading

Reuni

“Deg” rasa-rasanya ada sesuatu yg nyetrum saat melihat senyum itu, potongan rambut itu, penampilannya, gaya berjalannya, saya seperti pernah mengenali dia entah di mana dan entah siapa karena profesi saya sebagai seorang manajer project sangat memungkinkan bertemu banyak orang. Ya, karena tak mampu mengingat siapa dia akhirnya saya cuekin saja dan segera memasuki ruang meeting yg sudah disediakan oleh lembaga pemerintah ini meski saya rasa masih ada yang aneh karena saya rasa pria itu jg menatap saya dengan tatapan penasaran dan berusaha mengingat-ingat sesuatu. Tapi, masa bodoh-lah mungkin karena saya sudah menatapnya lumayan lama untuk sebuah sekedar lirikan makanya dia jadi jengah dan berusaha mengungkapkannya dengan menatap saya seperti itu, mungkin dia berpikir cewek ini gila pula menatapku kaya begitu.

Saya ayunkan langkah percaya diri saya seperti biasa, mengekor langkah boss yang juga turut serta dalam meeting kali ini. Perusahaan kami sudah biasa mengerjakan proyek pemerintah, namun untuk proyek pemerintah di daerah seperti ini dengan tempat wisata yang belum cukup ter-explore adalah pertama kalinya makanya saya yang mengajukan diri untuk presentasi karena saya takut boss saya dengan kemampuan bahasa Indonesia dengan nila D-(minus) itu malah bikin mereka gak pakai perusahaan kami, lantas kenapa boss saya ikut? Ya buat pemanis saja, hehehehe
Continue reading