Bukan cuma Romeo dan Juliet

Saat cinta tak mampu memelukmu, mungkin kau akan kecewa dan merutuk nasib yang tak memihakmu namun mungkin di saat seperti ini kamu mulai belajar menghargai cinta yang datang padamu. Menghargainya, dengan tidak melepaskannya jika kau memang menghendakinya bukan terpaksa tapi karena kau ingin bersamanya.

Hanya sebuah kiasan, tak ubahnya rangkaian kata-kata indah yang kau permanis agar apa yang ingin kau sampaikan tak menyakiti hati seseorang namun ini bukan hanya sebuah cerita tentang kata kiasan, namun sebuah cinta sebenarnya yang entah disebut cinta tak sampai, penyesalan, jodoh, nasib atau…..entahlah semua berhak menilai ini hanya sebuah kisah yang berakhir indah untuk seseorang dan tragis untuk yang lainnya. Mungkin memang benar statement “Bahwasannya untuk sebuah kebahagiaan harus ada seorang yang berkorban” saya tak setuju tapi, begitu yang tejadi di sini….
Continue reading

Calon Suami

Pelan Satria mengeluarkan isi dari amplop itu yang tak lain adalah foto-foto gambar dirinya yang sedang bercumbuh dengan beberapa wanita berbeda, Mama dan Papa Satria tercengang bahkan Papa Satria sempat menyahut satu gambar dari tangan Satria dengan kasar. Satria tak mampu mengatakan apa-apa, hanya kaget dan terkejut dia memang berniat jujur tentang hal ini tapi tidak dengan cara seperti ini. Sedang Amanda sudah terisak di dada sang Ibu.

Adik Satria bertindak sedikit lebih bijaksana, saat ada salah satu anggota keluarga lain mulai melihat-lihat gambar itu dia langsung menyahutnya. Dia bilang hal ini tak pantas dilihat, kalaupun sudah tahu ya sekedar tahu saja. Kini Satria harus memberikan penjelasan tentang gambar-gambar itu.
Continue reading

Calon Suami

Orang Jawa bilang memilih jodoh itu harus mempertimbangkan bibit, bebet dan bobotnya. Amanda tidak melakukan itu karena tanpa melakukan itu dia mendapatkannya, bibit, bebet dan bobot calon suaminya sangatlah mantab kata orang-orang. Ya, seperti yang orang kebanyakan bilang, Amanda sangat beruntung karena mendapatkan semua yang perempuan impikan. Jadi ini memang suatu keberuntungan saat seseorang mendapatkannya dengan suatu kebetulan.

Sesuatuyang lucu tapi lumrah, masyarakat memberikan standar umum  terhadap pasangan idaman seorang perempuan, padahal setiap perempuan boleh saja memiliki standard yang berbeda-beda. Tapi, tak dapat dipungkiri jika seorang perempuan mendapatkan pasangan yang berkecukupan dan bertampang tampan sedikit saja pastinya dia akan mulai sedikit sombong, bagaimana tidak sombong, wong wajahnya emang pas-pasan! Ha ha ha
Continue reading

Calon Suami


Ibu Amanda muncul dari balik pintu, Amanda berusaha tersenyum namun terlihat sekali senyumnya dipaksakan.

“Nak, Ibu bingung katanya kok kateringnya kamu batalkan? Kamu jangan membuat keputusan sendiri, ibu heran belakangan ini kami sangat aneh”
seloroh sang Ibu.

Amanda, menarik nafas panjang. Menarik ibunya ke tepi ranjang, mendudukkannya lalu dengan sangat manja Amanda meletakkan kepalanya di pangkuan sang ibu.

“Jangan kolokan begini…sebenarnya apa yang terjadi, Nak? Kamu ada masalah?” tanya sang Ibu masih dengan suara rendah
.
“Ibu…ibu tak perlu menyiapkan apa-apa. Ibu tak perlu capek-capek ya….nanti ibu sakit” gumam Amanda lirih, smabil menatap lurus ke arah mata sang Ibu. Sang Ibu terlihat terkejut.
Continue reading

Calon Suami


Setiap orang memiliki masa lalu, iya Amanda tahu itu. Bahkan Amanda pun memiliki masa lalu namun demikian masa lalu itu tak lagi membayangi dan membuntutinya sampai sekarang. Jika seseorang memutuskan untuk menikah, sejatinya pasangannya harus bisa memaafkan masa lalu dari pasangannya itu karena yang tepenting sekarang bukanlah masa lalu itu, karena yang akan dijalani adalah masa depan, lalu untuk apa mengkhawatirkan masa lalu?
Continue reading

Calon Suami


Rasanya suasana sepi harus terpecah dengan isak tangis Amanda, saat tangan-tangan Satria berusaha menghabus air mata di pipi halus Amanda dengan cepat Amanda menampiknya. Satria merasa tercekik, dia ingin sekali marah namun dia tak berani, dia takut menyakiti perasaan Amanda yang sangat halus itu. Dan akhirnya dia hanya menahannya, menahan amarah dan mencoba menggali cara agar dia bisa mengorek cerita dari bibir Amanda. Sebagai seorang yang menyayangi Amanda, melihat Amanda menangis Satria ingin sekali memberikan kenyamanan dengan memberikan pelukan, namun lagi-lagi Amanda menolak.

“Aku ini siapa? Aku ini calon suamimu, aku bukan orang asing bagimu” teriak Satria, tapi hanya dalam hati.

Amanda mencoba menguasai hatinya, menarik nafas berkali-kali agar bisa mengontrol emosinya, dia sedang berkeras hati meyakinkan dirinya bahwa, apa yang dirasakannya hanyalah syndrome pranikah yang semua orang juga mengalami. Tapi…..ah, pastilah kasusnya beda dengan yang dia alami sekarang, ini bukan syndrome tapi ini adalah tentang berani dan tidak berani menghadapi kenyataan. Chatter box yang ada dalam hatinya terus berargument, mereka berbeda pendapat dan itu membuat Amanda sedikit gila, ya…walaupun akhirnya dia bisa mengontrol perasaannya.

“Maafkan Manda, Mas…Manda hanya sedang ketakutan saja, mungkin ini syndrome sebelum menikah. Bisa kita teruskan perjalanan, Manda lapar..”
gumam Manda lirih.

Satria yang merasa seperti orang asing mengemudikan mobil, menelurusi jalanan yang terasa sangat panjang. Sangat panjang untuk Satria karena dia diperlakukan layaknya orang asing, sangat panjang buat Amanda karena dia tidak tahu bagaimana harus berlaku adil terhadap Satria, agar tak menyakiti Satria, tapi Satria telah menyakitinya.
Continue reading

Calon Suami

Amanda melepas lagi baju yang telah dikenakannya, berpatut di depan cermin beberapa kali dan selalu merasa bajunya terlampau minim. Padahal dia telah memakai celana jeans panjang yang memag sedikit ketat namun, blouse panjang dengan lengan panjang. Hampir saja dia mengambil sebuah pashmina panjang dan memakainya sebagai kerudung, namun diurungkan karena dia takut semua orang berpikir aneh terhadapnya. Selama ini Amanda kan tidak berjilbab.

“Manda…” teriak Ibunya keras.

Amanda menatap bayangan dirinya dalam cermin sekali lagi, berputar di depan sana dan memastikan kalau penampilannya sudah sesuai seperti yang dia inginkan. Penampilan yang rapih dan tak mengumbar aurat. Ini memang bukan gaya Amanda, namun Amanda memastikan bahwa kali ini dia harus meninggalkan karakternya yang selalu up to date dan fashionable.

Continue reading

Verona

Seperti halnya Verona, Indra pun hanya bisa tersenyum mereka layaknya dua orang bisu yang tak bisa berbicara apa-apa selain bahasa tubuh. Mungkin mereka terlalu bahagia. Kalau dulu diam Indra lebih pada menahan diri dari nafsu yang sudah meledak-ledak. Siapa coba yang tidak tergoda dengan sentuhan lembut gadis secantik Verona, kalau sekarang diam itu tak lebih pada kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Indra hanya bisa mendapati mata indah itu berkaca-kaca, ingin rasanya merengkuh gadis cantik dihadapannya ke dalam pelukan namun ada rasa takut, takut yang tak diketahui alasannya hanya timbul secara alami dan begitu saja. Dia akhirnya memaksakan diri untuk tersenyum, melihat bibir tipis Verona yang mencoba bergerak namun tak segera mengeluarkan suara dan membuat Indra menjadi serba salah.
Continue reading

Verona

Hidup ini memang egois, terkadang kita harus lupa dengan apa yang dirasakan oleh orang lain demi tujuan kita. Bukan, bukan melupakan tapi mengabaikan begitu lebih to the point. Nah, bahkan untuk mengatakan sesuatu yang kurang mengenakkan pun kita memilih kata-kata indah yang terkadang orang itu malah tidak mengerti dengan maksud kita. Kalau begitu mendingan kita tutup mulut daripada nanti Verona tersinggung.

Untuk mendapatkan uang pernah seseorang berusaha memperalat Verona menjanjikan Verona segepok uang, menjadikannya seorang model hanya karena Verona cantik, seseorang itu memakai kata “menolong” Verona tidak tertarik bukan karena dia tahu laki-laki itu penipu namun terlebih karena Verona sudah memiliki uang dan segalanya, iya segalanya kecuali ketenangan batin.
Continue reading

Verona

Sebuah perjalanan panjang dan penuh liku yang ditempuh Verona demi mencari kebenaran akan nikmat yang sesungguhnya, lebih dari kenikmatan yang direngguhnya setelah bersetubuh dengan laki-laki paling jantan manapun. Kebimbangan selalu mengikuti bahkan saat dia memulai mendapatkan sedikit demi sedikit arti nikmat dalam kehidupan yang sedang dijalaninya sekarang.

Verona hanyalah gadis muda yang masih mencari jati diri, dirinya masih sering terombang-ambing oleh kenikmatan syurga dunia. Persahabatannya dengan Citra gadis baik-baik yang ditemuinya di bandara saat perjalanan dari Malang ke Bali membuatnya menemukan cara lain dalam menikmati hidup, dia lebih mengerti bahwasannya “kenikmatan” yang sering dia cari itu ada yang menciptakan, “kecantikan” yang dimilikinya itu juga bukan apa-apa melainkan pembungkus. Citra membuka matanya akan dunia lain selain dunia ranjang (shit! Verona menyumpahi dirinya yang tak pernah lepas dari kenikmatan permainan di ranjang).
Continue reading