Antara saya dan Romantis

Foto di ambil dari Google

” Hani romantis dech, suka bikin puisi-puisi gitu “ puji seorang teman yang asli bikin saya langsung menutupi muka dengan sepuluh jari lentik saya (weks!fitnah banget ya? he he he)

” Wah….beruntung banget yang jadi pacarnya Hani karena sering dibikinin puisi-puisi gitu “ Ada juga yang fitnahnya lebih kejam seperti itu. Saya tersinggung dan merasa terhina [weiiittss, too much dech :P]

Saya ini orangnya cuek, and gak peduli dengan nota bene kata-kata romantis buat nunjukin sayang ke seseorang karena saya sih lebih ke tindakan. Kalau kekasih saya, saya akui emang romantis abis booo…lihat aja di wall FB, doi rajin kirim puisi yang asli bikin beberapa orang sirik dan patah hati (PD kali, ha ha ha ha)

Dan kalaupun saya tiba-tiba membuat puisi buat si dia, itu semata karena saya dan dia berjauhan dan begitulah cara saya mengungkapkannya berhubung tak dapat melakukan tindakan apa-apa.

Saya ini kan “Talk Less, Do More” Ha ha ha ha (apa coba?) Kalau sahabat-sahabat bagaimana mewujudkan rasa sayang kepada kekasih?

#Romantic Tuesday

Mantra Pagi

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi mentari cerah yang menyapa pagimu,
Memberi rasa hangat dengan kecupan mesrah di kening untuk membuka matamu 🙂

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi kopi hangat menemani menu wajib pagimu,
Memberi rasa segar dan semangat di setiap kau mengawali hari 🙂

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi udara segar yang kau hirup di setiap pagimu,
Memberimu nafas dalam setiap detikmu….

Sayang, sudahkah aku menjadi candumu?

Semoga hari-harimu penuh cinta dan selalu indah 🙂

Hai, dengarkan teriakanku!


Hai, aku meneriakimu menjajal nyaliku untuk tak memikirkanmu!
dan…hai, kau tahu semakin aku mencoba semakin aku merindukanmu…

Hai! Siapa kau yang memenuhi ruang hatiku?
Kenapa kau hadir di setiap malam-malamku?
dan…hai, tak bisakah kau malam ini mencumbuhku walau hanya dalam mimpimu?

Hai, malam yang sunyi biarkan aku berkasih dengan ribuan bintang malam ini
Biarkan, hatiku terlelap bahagia mendengkurkan kasihku
dan…hai, jikakah engkau tahu kusumpahi dirimu agar menggilaiku!

Bersua kembali dalam Do’a


Dini hari ini, aku melakukan hal lama yang sudah lama aku tinggalkan bersentuhan dengan sajadahku di sepertiga malam-Mu…

Dan, dini hari ini aku merasa telah banyak melewatkan banyak moment bercengkeramah dengan sahabat-sahabatku bintang yang berpendar ceria menghiasi birunya langit, menemani indahnya sang rembulan….

Dini hari ini aku bersua kembali dengan ketenangan hati seperti saat-saat aku memaduh kasih dengan-Mu….

Keyakinan demi keyakinan yang mulai terbangun dan do’a demi do’a yang mulai terjamah, subhanallah semua atas kehendak-Mu.

Atas kehendak-Mu pula biarkan aku menjadi berguna, atas kehendak-Mu pula berilah orang-orang terkasihku ketenangan hati seperti halnya yang aku miliki dan atas kehendak-Mu biarkan keselarasan mimpi-mimpi kami bersua dalam tajuk “Do’a”.

Wajah di cermin


Aku tertegun menatap raut wajah di cermin, dia tersenyum “ada apa?” tanyaku

Hatinya menjawab riang, dia sedang memikirkan pangeran hatinya…

Aku masih mencoba mencari-cari apa arti senyum di cermin itu…

Dia bilang “sst…anganku sedang bersama pangeran hatiku”

Semua orag memandang takjub dan ingin tahu, siapa pangeran wajah di cermin itu…

“Hm…kalau kau ingin tahu, belahlah dadaku dan di sana kau akan menemukan satu nama”

Satu nama, di setiap sisi dan sudut dinding hatiku….

Untuk pangeran dari pemilik wajah di cermin, semogakah engkau di sana senantiasa diberi kesehatan.

Wahai sang pemilik cinta, Engkau yang menganugerahi kami cinta, jaga dan lindungilah pangeranku di sana…
Limpahilah dia dengan kasih-Mu, penuhi harinya dengan tawa ceria dan kebahagiaan.

Sajak malam


Kamu manis sekali dalam setiap waktu aku memikirkanmu,

Segar aromamu masih bisa kurasakan melalui hembusan angin yang mencumbuku..

Kau indah sekali, seperti malam ini saat aku memikirkanmu…

Kau seperti obat yang dikirim-Nya untuk setiap lemahku…hanya dengan mengingat senyummu

Sungguh indah mencintaimu wahai pangeran hatiku….

Kidung malam


Malam ini terasa panjang dan tak berujung dan haripun serasa lambat merayap tak mau beranjak, tanpa deruh dan detak irama jantung yang melantunkan cinta….

Aku merangkak, merayap menerbangkan jiwaku bersama angin malam menabur kasih berharap kemegahan surya menyambut harimu dan kau dapat tersenyum riang wahai pujaan hatiku….

Cintaku karena Allah, maka dia tak bisa mengering tak dapat layu dan akan senantiasa tumbuh indah melambai mengucap “aku cinta padamu”

Cintaku padamu..


Detak jantungku seperti berhenti di saat menyadari diri terjebak di sudut sepi …

Dan dalam sunyi dan gelap ini aku bercengkeramah mesrah dengan sang malam, kembali aku menjelajahi hari-hari yang telah usai…

Malam ini kubiarkan titik demi titik air membasahi setiap jemariku, kubiarkan dinginnya meresap kesetiap pori-pori kulitku agar mendinginkan hati yang sempat membara oleh cintaku padamu, bukan menghapus…

Irama rinai hujan menjadi temanku membangkitkan kembali cintaku padamu, cintaku karena Allah maka tak akan pernah terhapus dari hati ini…

Cinta ini adalah cinta yang akan selalu riang menari, maka tak akan membuatku larut dalam sedih karena aku mencintaimu atas ijin Allah…

Kubasuh basah wajahku dengan air wudlu dan membiarkan hatiku bersyukur atas cinta yang telah tumbuh indah di hatiku, tak ada penyesalan…

Mencintaimu membuatku bahagia hanya itu yang aku tahu…..

Dia yang setiap saat ada untukku


Di saat aku menangis seduh sedan aku tahu saat itu aku membuang semua kesedihanku untuk kemudian aku gantikan dengan kebahagiaan…

Di saat seseorang menyakitiku, aku percaya bahwa pada saat itu akan datang seseorang yang memberikan kasih tulusnya padaku;bukan sekedar tawaran…
Dan Dialah yang sudah menyiapkannya untukku…

Di saat aku jatuh, aku percaya bahwasannya aku menciptakan tumpuhan untuk menggapai mimpiku nan tinggi..

Di saat aku menangis aku percaya, saat itu Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang baik untuk menyekahnya…

Di saat aku sedih aku tahu, bahwasannya itu hanya cara Tuhan membungkus kado indahnya untukku…

Di setiap saat aku percaya bahwasannya Tuhan tak pernah kemana. Dia ada bersamaku dengan rencana-rencana indah-Nya.

Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan kebahagiaan, canda dan tawa, berkah-Mu di sepanjang hidupku sehingga aku mampu menjemput kebahagiaan sejatiku, tetap berada di jalan-Mu…