Komunikasi Awal Ibu & Anak

Pendar BintangKomunikasi Awal Ibu & Anak – Ada rasa excitement yang tak bisa tergambarkan saat pertama kali saya merasakan hal ini. Mungkin karena ini kali pertama saya merasakan tendangan-tendangan halusnya di dinding rahim saya sehingga membuat saya terkejut dan akhirnya tersenyum bahagia, lalu mengatakan pada diri sendiri bahwasannya saya sekarang gak sendirian, ada dia…calon anak saya di dalam perut ini.

Masih terlalu dini saat itu jika ingin memamerkan dia, jadi saya hanya bisa mengelus-elus perut dan bertanya-tanya seperti apa perut ini nanti saat dia terus tumbum dari minggu ke minggu. Tak sabar rasanya, meski terkadang terselip rasa takut dan khawatir yang hanya bisa saya sharing saat saya menghadap-Nya.

Saking antusiasnya,saya sampai-sampai mengikuti semacam News Letter sebuah portal Ibu hamil yang mengirimkan berita mingguan tentang usia, keadaan janin dan perubahan yang akan dialami oleh sang ibu dari minggu ke minggu. Rasa bahagia selalu terpancar saat mengetahui si kecil ternyata bertumbuh denga sehat dan sempurna.

Alhamdulillah, si kecil memasuki usia 7 bulan di dalam kandungan ini dia mulai lebih active dari biasanya dan mengerti diajak komunikasi. Saat suami mengetuk-ketuk perut sambil memanggil “Dedek, bangun dedek..” dia pun bereaksi, entah itu menggeliat atau bagaimana saya merasakan gerakannya atau kalau dia tidak mau bangun biasanya saya pancing dengan music Classic dan dia pun bereaksi. Saya benar-benar merasakan adanya komunikasi dengannya pada saat-saat ini, dia menyukai apa yang saya sukai, music dengan iringan orchestra. Continue reading

Advertisements

Kita adalah Pahlawan

Menurut Wikipedia arti pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta: phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama) adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Namun bersamaan dengan perkembangan jaman Pengertian Pahlawan pun berkembang pada seseorang yang  berjasa untuk kehidupan kita.

Kita sudah mengenal guru sebagai Pahlawan tanpa tanda jasa, tukang bakso dan siomay yang lewat di depan rumah juga pahlawam yang sudah menyelamatkan perut lapar kita dan tentu saja orang tua kita merupakan pahlawan sepanjang kehidupan kita.

Continue reading

Surat Buat Bunda…

Bukan sebuah keluhan atau amarah jika saya menulis surat ini untuk Bunda, melainkan sebuah ungkapan kerinduan yang rasanya tak pernah terobati bahkan oleh sebuah pertemuan.

Bunda, Ananda memang tak pernah punya waktu cukup banyak buat Bunda. Terkadang 3 hari kunjungan pun dengan langka terburu-buru dengan alasan pekerjaan. Bunda, Ananda memang tak punya waktu banyak melihat Bunda bertumbuh tua…setiap kali pertemuan Ananda sadar kulit Bunda semakin mengendur walau mungkin hanya beberapa mili namun demikian buat Ananda Bunda tetap yang tercantik.

Continue reading

Bersua kembali dalam Do’a


Dini hari ini, aku melakukan hal lama yang sudah lama aku tinggalkan bersentuhan dengan sajadahku di sepertiga malam-Mu…

Dan, dini hari ini aku merasa telah banyak melewatkan banyak moment bercengkeramah dengan sahabat-sahabatku bintang yang berpendar ceria menghiasi birunya langit, menemani indahnya sang rembulan….

Dini hari ini aku bersua kembali dengan ketenangan hati seperti saat-saat aku memaduh kasih dengan-Mu….

Keyakinan demi keyakinan yang mulai terbangun dan do’a demi do’a yang mulai terjamah, subhanallah semua atas kehendak-Mu.

Atas kehendak-Mu pula biarkan aku menjadi berguna, atas kehendak-Mu pula berilah orang-orang terkasihku ketenangan hati seperti halnya yang aku miliki dan atas kehendak-Mu biarkan keselarasan mimpi-mimpi kami bersua dalam tajuk “Do’a”.

Wajah di cermin


Aku tertegun menatap raut wajah di cermin, dia tersenyum “ada apa?” tanyaku

Hatinya menjawab riang, dia sedang memikirkan pangeran hatinya…

Aku masih mencoba mencari-cari apa arti senyum di cermin itu…

Dia bilang “sst…anganku sedang bersama pangeran hatiku”

Semua orag memandang takjub dan ingin tahu, siapa pangeran wajah di cermin itu…

“Hm…kalau kau ingin tahu, belahlah dadaku dan di sana kau akan menemukan satu nama”

Satu nama, di setiap sisi dan sudut dinding hatiku….

Untuk pangeran dari pemilik wajah di cermin, semogakah engkau di sana senantiasa diberi kesehatan.

Wahai sang pemilik cinta, Engkau yang menganugerahi kami cinta, jaga dan lindungilah pangeranku di sana…
Limpahilah dia dengan kasih-Mu, penuhi harinya dengan tawa ceria dan kebahagiaan.

Sajak malam


Kamu manis sekali dalam setiap waktu aku memikirkanmu,

Segar aromamu masih bisa kurasakan melalui hembusan angin yang mencumbuku..

Kau indah sekali, seperti malam ini saat aku memikirkanmu…

Kau seperti obat yang dikirim-Nya untuk setiap lemahku…hanya dengan mengingat senyummu

Sungguh indah mencintaimu wahai pangeran hatiku….

Kidung malam


Malam ini terasa panjang dan tak berujung dan haripun serasa lambat merayap tak mau beranjak, tanpa deruh dan detak irama jantung yang melantunkan cinta….

Aku merangkak, merayap menerbangkan jiwaku bersama angin malam menabur kasih berharap kemegahan surya menyambut harimu dan kau dapat tersenyum riang wahai pujaan hatiku….

Cintaku karena Allah, maka dia tak bisa mengering tak dapat layu dan akan senantiasa tumbuh indah melambai mengucap “aku cinta padamu”

Cintaku padamu..


Detak jantungku seperti berhenti di saat menyadari diri terjebak di sudut sepi …

Dan dalam sunyi dan gelap ini aku bercengkeramah mesrah dengan sang malam, kembali aku menjelajahi hari-hari yang telah usai…

Malam ini kubiarkan titik demi titik air membasahi setiap jemariku, kubiarkan dinginnya meresap kesetiap pori-pori kulitku agar mendinginkan hati yang sempat membara oleh cintaku padamu, bukan menghapus…

Irama rinai hujan menjadi temanku membangkitkan kembali cintaku padamu, cintaku karena Allah maka tak akan pernah terhapus dari hati ini…

Cinta ini adalah cinta yang akan selalu riang menari, maka tak akan membuatku larut dalam sedih karena aku mencintaimu atas ijin Allah…

Kubasuh basah wajahku dengan air wudlu dan membiarkan hatiku bersyukur atas cinta yang telah tumbuh indah di hatiku, tak ada penyesalan…

Mencintaimu membuatku bahagia hanya itu yang aku tahu…..

Tanya “Kenapa?”


Sering kita melontarkan tanya “kenpa?” sebagai contoh “ Ya Allah, kenapa begini?” atau “TYa Allah, kenapa begitu?” padahal jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Sudah seharusnya kita malu melontarkan pertanyaan itu karena Allah selalu memberikan kita yang terbaik, tak pernah ingkar janji dan subhanallah DIA juga maha pengasih.

Hanya sebagai alarm untuk diri sendiri saja, sebaiknya kita memang mengurangi pertanyaan “kenapa?” kepada Allah. Karena jawaban itu kita yang tahu. Kita mendapatkan masalah, kalau kita telusuri sebenarnya sumbernya juga dari kita sendiri.

Hanya meyakini satu hal, Allah sudah dan selalu memberikan yang terbaik yang seharusnya yang kita lakukan adalah bersyukur bukan banyak tanya.

Saya sebel lho kalau sering ditanya-tanya dengan pertanyaan sama, he he he. Karena Allah maha baik saja makanya Dia tak pernah sebel dengan kita, sebenarnya sadar atau tidak pertanyaan yang kita lontarkan itu intinya sama.

Have a pleasant day and Allah loves you 😉