Dia yang setiap saat ada untukku


Di saat aku menangis seduh sedan aku tahu saat itu aku membuang semua kesedihanku untuk kemudian aku gantikan dengan kebahagiaan…

Di saat seseorang menyakitiku, aku percaya bahwa pada saat itu akan datang seseorang yang memberikan kasih tulusnya padaku;bukan sekedar tawaran…
Dan Dialah yang sudah menyiapkannya untukku…

Di saat aku jatuh, aku percaya bahwasannya aku menciptakan tumpuhan untuk menggapai mimpiku nan tinggi..

Di saat aku menangis aku percaya, saat itu Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang baik untuk menyekahnya…

Di saat aku sedih aku tahu, bahwasannya itu hanya cara Tuhan membungkus kado indahnya untukku…

Di setiap saat aku percaya bahwasannya Tuhan tak pernah kemana. Dia ada bersamaku dengan rencana-rencana indah-Nya.

Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan kebahagiaan, canda dan tawa, berkah-Mu di sepanjang hidupku sehingga aku mampu menjemput kebahagiaan sejatiku, tetap berada di jalan-Mu…

Jatuh cinta lagi….


Beberapa hari ini sering mendengar pertanyaan “Sedang jatuh cinta, ya kok bawaannya happy mulu” saya menjawabnya dengan cengiran tapi langsung tersenyum penuh arti.

Ada yang penasaran dengan arti senyuman saya “Beneran ya sedang jatuh cinta? atau bahagia karena apa ni? naik gaji?” itu pertanyaan orang yang penasaran.

Kan saya sudah bilang saya sedang belajar mencintai (kalau belum cinta ya harus mencintai kalau udah pernah mencintai ya jatuh cinta lagi) apapun yang saya lakukan, saya temui, saya alami, saya tekuni agar saya bisa terus belajar bersyukur dan bersyukur. Dan tentu saja, seperti yang lalu-lalu saya pernah tuliskan “bukan bahagia yang membuat kita bersyukur tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia”.

Bersyukur bukan berarti cepat puas, dalam artian kita menerima semuanya ini sebagai anugerah. Saya nggak mau membiarkan rasa sedih (walau sebenarnya saya juga punya masalah yang berat dan punya alasan yang kuat untuk menangis dan sedih) memonopoli diri saya.

Saya minta maaf kepada siapapun jika pernah menyakiti atau menyinggung perasaan sahabat (yang membaca ini), tak pernah ada niatan untuk menyakiti cuma terkadang saya lepas kontrol dan itu disebabkan beberapa hal, terkadang itu dikarenakan sebagai sebuah respond atas sebuah perbuatan.

Wish you lucky 🙂

Terima kasih


Indonesia sangat terkenal dengan masyarakatnya yang ramah dan orang-orang bule bilang “Indonesian people very nice” jadi gak kalahh rasanya seprti Sosis So Nice 😳

Saya sebagai manusia pada umumnya dan sebagai sahabat dan keluarga pada khususnya pada kesempatan ini ingin sekali berterima kasih yang sebesar-besarnya pada ALLAH SWT yang telah memberikan saya kehidupan yang luar biasa ini.
Continue reading

Merindumu

Menjumpaimu malam ini dalam deretan tulisan kata-kata indah menghapus gulanaku seharian seketika seperti hujan menghalau kemarau…

Aku hanya tak mampu memejamkan mata dengan sempurnah jika tak ada sepata kata saja tentangmu….

Kekhawatiranku memang terlalu berlebih, itu semua karena aku mencintaimu….

Terima kasih telah mengisi kembali malamku, I love you..

Saudara,….maaf ya…kalau belakangan disuguhi lope2an….daripada gak update kan sayang lagian saya yakin yang seperti ini make you feel good! daripada yang berat-berat dan nyesekin hati…..soalnya saya juga lagi gak mood nulis yang bikin dahi-dahi mengkerut, he he he

Saya sedang belajar mencintai semua yang saya lihat, rasaka, kerjakan dan miliki 🙂

Semoga hari-hari kita penuh kasih 🙂

Menanti September

Pagi ini aku bangun dengan senyum….

Mentari memanggilku dari mimpi, menyampaikan harapanmu padaku untuk segera bertemu….

Kau mempesonakan pandanganku akan arti cinta anak manusia yang pernah aku ragukan, kau didatangkan pada saat aku membutuhkan….

Kau yang membuat hari-hariku indah dan selalu bertanya kapan saat itu datang “di mana cinta kita akan disatukan”….

Waktu yang hanya dalam hitungan bulan kenapa menjadikan serasa berabad? Apakan kerinduan membuat jalannya waktu berputar begitu lambat?

Sayang, September ceria itu akan segera datang di mana hati kita akan dipersatukan oleh ikatan pernikahan…

Menunggumu..

Langit cerah menggantung indah, layaknya langit malam kemarin di saat aku sedang menantimu.

Alunan lagu cinta yang engkau dendangkan masih terngiang menyambut pagiku, kau memintaku untuk menjaga selalu hatiku sampai engkau kembali.

Gugusan awan putih membentuk gumpalan awan kerinduan yang akan menurunkan hujan di sana, di saat kau menatap langit dan kau akan rasakan butiran hujan itu adalah kerinduanku yang akan menyejukkan hatimu.

17 kuntum mawar merah masih menemaniku, semerbak harumnya masih kurasakan seperti tulusnya kasihmu.

Ujung Penantian

Langit jingga terpampang ribuan kilo meter di kejauhan sana, aku hanya mampu menikmatinya dari kursi ini, sendiri.

Aku menatapnya lekat, hingga akhirnya warna jingga itu menjadi warna pekat dan yang ada tinggalah gelap.

Malam kian merangkak, dan aku masih duduk di sini menikmati kesendirianku, menunggu pagi berharap dia berlari agar penantian ini segera berakhir.

17 kuntum mawar merah di atas meja ini masih segar karena engkau mengirimnya setiap minggu sekali melalui florist yang sudah engkau kenal, tahukah engkau saat orang dari florist membawa seikat mawar itu datang aku berharap orang itu adalah kamu…

Merah merona dengan semerbak wangi alami mengantarkan rasamu bertemu rasaku, hingga akhirnya hati kita menyatu…

Besuk adalah hari pernikahan kita, tapi kenapa waktu ini seakan tak mau tahu kalau aku di sini ingin segera kita bersatu?

Kasihku, saat bunga-bunga itu berdatangan padaku saat itu yakin bahwa engkau adalah pangeran yang dikirim untuk mengisi hari-hariku. Bersyukurlah kita pada-Nya yang telah mempertemukan kita bukan pada suatu kebetulan, melainkan rencana indah-Nya untuk kita.

Inilah ujung penantian kita, sayang…