Hari Pertama

Dalam satu hari ada 24 jam dan semua hari itu sama, bahkan malam minggu yang diklain malam yang panjang pun total dalam sehari 24 jam. 12 jam di AM dan 12 jam di PM akan tetapi kenapa di hari pertama saya kerja berasa sangat panjang?

Ibu mana sih yang mau dipisah dari anaknya? Begitu pun saya, kalau boleh memilih saya mending di rumah saja jadi full mom buat Baby Zafa yang mulai pinter ngoceh dan senyum semenjak usia sebulan itu. Akan tetapi, saya memilih jalan ini bukan berarti tak ada pilihan lain. Saya memang merasa harus bekerja karena saya merasa mempunyai tanggung jawab juga terhadap orang tua di kampung meskipun mereka tak pernah meminta akan tetapi saya ingin menunjukkan bakti saya kepada mereka, kalau bukan saat ini kapan? Lagi pula Ibu dan Bapak saya juga tidak bisa lagi bekerja seperti dulu, tenaganya sudah tidak sama semenjak habis sakit. Saya berpikir, toh anak saya ada sama neneknya dan saya percaya pada neneknya. Continue reading

Cinta tak bersyarat

Cinta tak bersyarat, pernahkah kita mencoba mencarinya? Ini bukan sekedar cinta sejati yang selama ini kita puja dan nanti-nati, lebih dari itu. Ini tentang ke-cintaan orang tua terhadap anak-anaknya. Cinta orang tua kita terhadap kita, anak-anaknya.

Mungkin selama ini kita komplain karena kita merasa diabaikan oleh orang tua, kita protes karena kita tak mendapatkan apa yang anak-anak lain dapat dari orang tua mereka. Kita sedih, sedih sekali karena kita tak seberuntung anak-anak lain yang memiliki orang tua snagat perhatian dan sayang kepada anaknya. Continue reading

Membentuk Karakter Ala Bunda Siti

Karakter itu dapat terbentuk dari mana saja, baik itu lingkungan dalam ruang lingkup yang besar misalkan sekolah, lingkungan tetangga dan lain-lain ruang lingkup terkecil yaitu keluarga. Dalam lingkup keluarga seorang ibu memiliki peranan terpenting untuk pembentukan karakter anak-anaknya.

Bunda saya, seorang ibu rumah tangga yang sangat tangguh dan sadar penuh tentang pembentukan karakter anaknya. Terlahir di keluarga yang mendidiknya untuk mandiri dari usia dini, Bunda  mengajarkan saya juga tentang kemandirian dalam menyongsong kehidupan. Di sela-sela belajar kemandirian itulah, secara tak sadar Bunda telah menanamkan sifat kepemimpinan di dalam diri saya. Continue reading

Blighted Ovum

Blighted Ovum? Apa itu? saya sendiri tidak mengerti istilah ini. Saya baru mengerti saat Kamis, tanggal 19 september 2013 kemarin baru saja menemui dokter kandungan tempat saya berkonsultasi tentang kandungan saya. Dokter menjelaskan secara singkat tentang Bilghted Ovum kepada saya dan suami, penjelasan singkat yang mudah dimengerti.

Blighted Ovum merupakan kegagalan kehamilan dini atau dikenal dengan kehamilan anembroyonic adalah penyebab umum dari keguguran. Hal ini terjadi ketika implan telur yang dibuahi di dalam rahim tapi embrio yang dikasilkan berhenti berkembang sangat awal atau tidak membentuk sama sekali. Dan hal ini tidak kita ketahui biasanya sampai pada akhir tri semester pertama.

Continue reading

Ngidam yang terpendam…

Kali ini saya ngidam lain lagi, orang hamil emang aneh ya? kemarin-kemarin sebelum ketahuan hamil saja nggak pingin ini dan itu tapi sekarang? ada saja yang diingini. Atau kemarin-kemarinnya nggak nyadar saja berhubung memang saya suka bangetlah merajuk mau makan ini dan itu dan juga menurut suami saya, saya ini termasuk susah makannya, cerewet sekali.

Tadi pagi, saat membuka mata saya langsung mengungkapkan keinginan saya. Saya sedang ingin sekali makan nasi empog, sayur pepaya dilodeh sama ikan asin. Adakah di sini yang tidak tahu nasi empog? Ok, saya mencomot gambar dari Google dan penampakannya sebagai berikut:

Nasi Empog

Continue reading