Bunda, inspirasiku

Memenuhi undangan Kak Julie yang katanya blognya penuh cinta, tapi kalau di sini sih saya yang penuh cinta, ha ha ha

Di dalam kontesnya kali ini Kak Julie ngajakin kita untuk sharing tentang orang yang paling kita cintai.
Kalau ditanya tentang siapa orang yang saya cintai, spontan pikiran saya langsung tertuju pada Ibunda saya, terlalu sering saya menuliskan cerita tentang beliau, kehebatan beliau, ketangguhan beliau, tapi memang begitu adanya. Beliau adalah perempuan luar biasa!

Tanpa Ibunda saya, mana bisa saya bisa saya punya keberanian dan kepercayaan diri menyayangi saudara-saudara, sahabat-sahabat saya karena beliau yang menanamkan apa itu arti pentingnya kasih sayang, tanpa Bunda mana mungkin saya punya keberanian mencintai seorang pria untuk saya pilih menjadi pasangan hidup saya kelak, karena beliau mengajarkan kepada saya bahwasannya saya tak bisa hidup sendiri dan membutuhkan seorang pendamping hidup.

Bunda perempuan yang selalu penuh cinta dan disayangi semua orang karena kelembutan hatinya. Yang belum pernah lihat Bunda saya, ini dia fotonya, sudah lama sekali diambil pas nikahan sepupu saya. Bunda saya tak punya banyak foto karena beliau pemalu.

Yang ingin ikutan kontesnya Kak Julie, klik di sini ya.

Kado Buat Bunda

Hey….sudah tanggal berapa ni?? Udah tanggal 21 ya? Aaaahh, besok udah hari Ibu tapi saya belum beli kado buat Bunda 😦 Tapi, tapi lagi saya jauh-jauh hari sudah mengintrogasi Bunda…ah…gak sopan sekali ya saya masa Ibundanya diintrogasi macam penjahat aja! Iya, Bunda itu macam penjahat yang baik hati dan telah mendedikasikan waktunya buat ngebesarin saya yang bandel dan keras kepala ini. Macam Robinhood gitu, tapi Bunda saya sih lebih keren dari Robin Hood…

Bener sih, nggak menunggu hari Ibu saya memberi hadiah tapi entah kenapa kalau pas hari ibu itu rasanya luain (lain maksudnya) banget, lebih berkesan. Hm…moment does make everything more valuable.
Continue reading

Kenapa Kita dan Orang tua sering berbeda pendapat?

Picture Provide by GoogleKenapa orang tua kita dan kita sering kali berada di persimpangan jalan yang berbeda?

Saya belum pernah menjadi orang tua, jadi saya akan mencoba berpendapat dari sisi seorang anak dan juga sahabat buat orang tua saya.

Dulu saat saya masih labil, saya selalu merasa orang tua saya nggak mau disalahin, nggak mau mengerti apa mau saya walaupun banyak hal yang saya minta udah mereka turutin tapi ego saya sebagai anak tetap menganggap bahwa mereka tak bisa mengerti saya.
Continue reading

Andai kau pergi…

Saya bahkan membayangkannya pun tak berani walau tahu hal itu pasti datang. Bukan hanya padanya tapi juga pada saya, itu hal pasti yang sudah ditentukan oleh Allah. Ajal, kita tidak ada yang tahu kapan datangnya.

Ya, saya sedang terhenyak sehabis membaca sebuah postingan seorang sahabat yang juga seprang Ibu yang sudah menjadi sahabat dekat juga buat saya tentang seorang Ibu. Meski saya juga tidak tahu jika suatu saat nanti saya yang akan dipanggil Allah duluan tapi saya terkadang sering ketakutan jika suatu saat Bunda meningglkan saya duluan, saya takut apakah saya bisa hidup tanpa beliau yang sudah menjadi motivasi dan semangat saya.
Continue reading

Renungan Menjelang Ramadhan

“Ma…minta itu” teriak seorang gadis (kira-kira)6 tahun menunjuk ke sebuah boneka besar di etalase toko boneka. Sang Mama masih sibuk dengan sang adik yang kira-kira masih berusia 2 tahun.

” Kan di rumah banyak boneka seperti itu… “ Ucap sang Mama kemudian sambil melihat ke arah sang Papa yang kini gantian menggendong si adik yang rewel dan juga meminta sesuatu.

Gadis kecil itu mulai merajuk dan tak mau bergerak dari etalasi toko toko boneka, sang Mama melempar pandang ke arah suaminya seperti meminta persetujuan.

” Kakak kan mau sekolah, katanya minta tas baru…. “ bujuk sang Mama, namun si gadis kecil tak bergerak dan mematung di depan etalase. Akhirnya, mereka masuk ke toko boneka itu dan membawa pulang boneka yang tingginya hampir sama dengan anak gadisnya.

Ah…kejadian di atas membuat saya merenung, betapa keterlaluannya kita jika sekarang setelah dewasa masih saja menyusahkan orang tua karena melihat kejadian itu membuat saya berpikir, bahwasannya orang tua demi anaknya mereka berani dan mau melakukan apa saja. Sedang kita apa yang sudah kita lakukan? Orang tua minta tolong sesuatu saja kadang kita bentak, astaugfirullah…saya benar-benar membenci anak model seperti ini dan yang terlintas dalam benak saya hanya ” Jangan mengeluh jika kelak kau juga dibentak-bentak oleh anakmu “.

Yang jelas, kejadian di atas membuat saya langsung berkaca-kaca karena ingat dengan Bunda saya. Ingat kejadian saat menjelang lebaran, ayah yang sednag keluar kota belum mengirim uang sedang saya belum dibelikannya baju baru, Bunda dengan tanpa lelah lembur membuat jala ikan yang harganya emang lumayan mahal karena jala ikan buatan Bunda memang terkenal kuat dan halus anyamannya. Demi sepotong baju lebaran beliau rela seperti itu, demi menyiapkan sarapan buat anaknya beliau rela bangun pagi. Masih ada alasan untuk berkelit kenapa kita berani membentak orang tua kita terutama Bunda kita?

Semoga ramadhan tahun ini menjadi awal yang baik buat kita semua untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Akhirnya saya mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin, mari kita sambut Ramadhan tahun ini dengan hati yang bersih dan semoga ibadah kita mendapatkan rodho Allah SWT.