Ngidam yang terpendam…

Kali ini saya ngidam lain lagi, orang hamil emang aneh ya? kemarin-kemarin sebelum ketahuan hamil saja nggak pingin ini dan itu tapi sekarang? ada saja yang diingini. Atau kemarin-kemarinnya nggak nyadar saja berhubung memang saya suka bangetlah merajuk mau makan ini dan itu dan juga menurut suami saya, saya ini termasuk susah makannya, cerewet sekali.

Tadi pagi, saat membuka mata saya langsung mengungkapkan keinginan saya. Saya sedang ingin sekali makan nasi empog, sayur pepaya dilodeh sama ikan asin. Adakah di sini yang tidak tahu nasi empog? Ok, saya mencomot gambar dari Google dan penampakannya sebagai berikut:

Nasi Empog

Continue reading

Makan Itu….

Makan…

Makan adalah suatu kegiatan mengunyah makanan, entah itu kue, nasi, mie, spagetty, roti atau pun buah

Itu…

Itu adalah satu kata penunjuk jauh, yang artinya barang itu tidak sedang didekat kita.

Makan itu, artinya makan sesuatu yang tidak di sini.

Jadi awal ceritanya begini, saat itu saya masih belum ketahuan lagi ngidam karena ternyata tindak tanduk saya sebelum dan sesudah ngidam hampir-hampir tidak dapat dibedakan (Nah, Lho!). Entah kenapa, setiap kali melihat makanan apa gitu di TV saya selalu berseru ke suami “Mas pingin makan itu….” sambil merengek, untuk beberapa hal sih suami menuruti namun terkadang karena tayangannya cepat “itu” yang saya maksud sudah berganti besi, mobil, atau barang-barang yang tidak bisa dimakan lainnya suami saya kan jadi bingung “Makan itu, apa sih? Ayang ini gak jelas…” gitu katanya….

Continue reading

Kenapa Kita dan Orang tua sering berbeda pendapat?

Saya sengaja REBLOG postingan saya yang ini dikarenakan banyak sekali orang nyasar ke blog saya dengan kata kunci “Bagaimana Menjaga Hubungan Baik Dengan Orang Tua” Saya hanya berpikir, apakah memang banyak anak yang mengalami masalah komunikasi dengan orang tua mereka? Atau mereka sekedar ingin memperbaiki hubungan dengan orang tua mereka.

Saya sendiri belum tahu, saya juga akan segera akan menjadi orang tua dan mungkin nanti akan menulis dari sudut pandang sebagai orang tua 🙂

Pendar Bintang

Picture Provide by Google

Saya belum pernah menjadi orang tua, jadi saya akan mencoba berpendapat dari sisi seorang anak dan juga sahabat buat orang tua saya.

Dulu saat saya masih labil, saya selalu merasa orang tua saya nggak mau disalahin, nggak mau mengerti apa mau saya walaupun banyak hal yang saya minta udah mereka turutin tapi ego saya sebagai anak tetap menganggap bahwa mereka tak bisa mengerti saya.

View original post 518 more words

Romantis

Saya kemarin posting tentang belajar mengaji dengan suami, ada yang bilang manis dan romantis dan ini menimbulkan pertanyaan “Apa pengertian romantis sebenarnya?”

Suami saya tidak setuju jika romantis dikait-kaitkan dengan memberikan bunga, puisi cinta dan rayuan-rayuan gombal. Menurut dia romantisme ini, romantismenya ABG yang masih labil. Romantisnya orang dewasa kalau emang suka (dan tentunya sudah melewati proses penyelidikan dahulu tentang siapa gadis yang disukainya).ya harus segera dilamar dan dinikahi gak cuma pacaran doang. Dan secara tidak langsung dia mengatakan kalau dirinya adalah sosok yang romantis, he he he
Continue reading

Potret Masa Depan

Bagaimana hubungan kita dengan orang tua? Saya yakin jawabannya “Baik” .

Bahasan saya kali ini bukanlah tentang orang tua dalam artian sebenarnya, akan tetapi para orang-orang tua yang sudah lanjut usia bisa jadi orang tua kita atau mungkin kakek dan nenek atau bahkan orang lain.

Saya ingin menyambung artikel saya yang berjudul “Pokoknya Tidak rela!” Di sana terjadi pertikaian antara Anak dan Bapak yang sudah lanjut usia, sangat disayangkan si Anak tidak begitu mengerti bagaimana physicist orang tua semakin bertambah umur akan seperti anak kecil, its not completely like that karena semua tidak bisa diukur dari usia. Bagi orang-orang yang otaknya masih productive, active bersosialisasi dan menutrisi otak mereka dengan pengetahuan (entah itu lewat media cetak, buku atau electronic) proses penuaan ini tentunya akan lebih lambat.

Continue reading

Surat Buat Bunda…

Bukan sebuah keluhan atau amarah jika saya menulis surat ini untuk Bunda, melainkan sebuah ungkapan kerinduan yang rasanya tak pernah terobati bahkan oleh sebuah pertemuan.

Bunda, Ananda memang tak pernah punya waktu cukup banyak buat Bunda. Terkadang 3 hari kunjungan pun dengan langka terburu-buru dengan alasan pekerjaan. Bunda, Ananda memang tak punya waktu banyak melihat Bunda bertumbuh tua…setiap kali pertemuan Ananda sadar kulit Bunda semakin mengendur walau mungkin hanya beberapa mili namun demikian buat Ananda Bunda tetap yang tercantik.

Continue reading

Kesalahan Orang Tua

Seorang anak complain pada orang tuanya dikarenakan anak itu beum juga bisa mandiri padahal usianya sudah menginjak awal 20-an. Dia menyalahkan “Itu salah Mama dan Papa! Salah sendiri selalu memanjakanku sehingga aku sekarang tidak bisa mandiri

Continue reading

Fathers Day | I Love You, Papa..

Kita sudah terbiaasa dengan hari Ibu di Indonesia, ya…menyayangi atau memberi hadiah memang tak selalu dilakukan di hari Ibu. Saya sih, kapan saja jalan dan lagi banyak uang selalu berkeinginan membelikan hadiah buat Bunda meski pun berakhir di omelin karena dianggap boros dan membelikan apa yang sudah beliau miliki, he he he
Continue reading

I (too) Love Monday?

StressSaya pagi ini bangun lumayan siang, semalaman tak bisa tidur entah kenapa dengkuran suami terasa mengusik sekali, mungkin memang sedang ada sesuatu yang mengusik pikiran; project yang belum goal? atau bayang-bayang pulang kampung? Yang jelas dua hal ini yang akhir-akhir ini sering terlintas dipikiran karena hati ini sudah kangen pulang tetapi lebaran sudah dekat jadi sekalian saja pulangnya pas lebaran.

Continue reading

Berapa Trilliun Yang Kita Butuhkan Untuk Sebuah Balas Budi?

Saya mulai artikel saya ini dengan pertanyaan “Berapa trilliun yang kita butuhkan untuk sebuah balas budi?” Saya kira sekecil apapun sebuah bantuan ikhlas dari seseorang akan bernilai besar bagi mereka yang faham dengan sebuah nilai ketulusan jadi seberapa besar uang yang kita punya saya kira tidak bisa membayarnya selain dengan ketulusan itu sendiri.
Continue reading