Romantis

Saya kemarin posting tentang belajar mengaji dengan suami, ada yang bilang manis dan romantis dan ini menimbulkan pertanyaan “Apa pengertian romantis sebenarnya?”

Suami saya tidak setuju jika romantis dikait-kaitkan dengan memberikan bunga, puisi cinta dan rayuan-rayuan gombal. Menurut dia romantisme ini, romantismenya ABG yang masih labil. Romantisnya orang dewasa kalau emang suka (dan tentunya sudah melewati proses penyelidikan dahulu tentang siapa gadis yang disukainya).ya harus segera dilamar dan dinikahi gak cuma pacaran doang. Dan secara tidak langsung dia mengatakan kalau dirinya adalah sosok yang romantis, he he he
Continue reading

Advertisements

I (too) Love Monday?

StressSaya pagi ini bangun lumayan siang, semalaman tak bisa tidur entah kenapa dengkuran suami terasa mengusik sekali, mungkin memang sedang ada sesuatu yang mengusik pikiran; project yang belum goal? atau bayang-bayang pulang kampung? Yang jelas dua hal ini yang akhir-akhir ini sering terlintas dipikiran karena hati ini sudah kangen pulang tetapi lebaran sudah dekat jadi sekalian saja pulangnya pas lebaran.

Continue reading

A Marriage: Sebuah Renungan

Cincin PernikahanDalam beberapa hari ini saya telah merenungi banyak hal. Tak ingin sok bijaksana, ini hanyalah sebuah renungan, kata hati atau ungkapanm hati.

Dua bulan lagi insyaallah saya akan menikah, tetapi ada rasa yang mengganjal yang tak seharusnya saya ungkapkan di sini tapi saya ingin bagikan, mungkin ada beberapa sahabat yang pernah mengalaminya sehingga bisa membaginya dengan saya.

Ada beberapa hal yang membuat saya takut, bukan tentang kebebasan atau anak atau terlebih lagi materi, bukan! Ada hal-hal lain yang menyangkut hati yang membuat saya ragu.
Continue reading

Bukan Artikel Cinta

Puisi CintaCinta. Kata orang jika-lah tidak ada cinta pastilah tidak aka nada kehidupan karena kehidupan kita sendiri dimulai dari cinta. Jadi, kenapa haris saling membenci?

Ah, membenci, tentu saja tak akan disebut cinta jika kita tidak pernah merasakan benci. Karena puisi cinta pun tak akan harmony jika selalu bernada indah dan penuh pujian.

Semenjak arti cinta tak universal, kita akan cenderung membenci jika cinta itu sudah tak ada. Itulah kenapa Tuhan Maha Pengasih dan penuh dengan welas asih, Tuhan Maha Penyayang dan tak pernah pilih kasih.

Saya bukanlah seorang pecinta, karena hati saya sangat alot untuk mencinta namun saya mempunyai banyak space untuk menyayangi. Mencintai artinya berikrar tentang kesetiaan, maka dari itu bukan cinta jika kita membagi hati kita untuk orang lain.

Jangan muda katakana cinta jika kita tidak mampu memaknainya, jangan mengatakan cinta jika kita tak ada rasa takut kehilangan dan memilikinya karena cinta adalah possessiveness.

Hanya beberapa kalimat tentang cinta, bukan puisi atau essay tapi inilah cinta….jangan tak bisa ungkapkan cinta hanya karena takut kehilangan harga diri, karena cinta harus mampu melumpuhkan jarga diri dan ego. Ungkapkan cinta, tak harus dengan kata indah atau puitis tapi dengan sikap dan perlakuan. Karena cinta adalah bahasa tubuh tak sekedar sebuah kata “cinta” dari bibir kita.

Sudahkah sahabat menemukan cinta?

Belahan Jiwa


Selembar kertas putih, bertuliskan tinta biru melambai-lambai ditangannya karena tertiup angin.

“Jadi ini bukan chemistry saat aku tahu kamu bisa membaca pikiranku.

Kupikir dulu, saat kamu mengatakan apa yang masih terlintas atau yang ada dalam otakku adalah…wow, we have chemistry, we got the same feeling.

Yaaa, aku kecewa tapi…rasa ini benar-benar sudah terlanjur tumbuh.

Aku jatuh cinta saat itu dan sampai saat ini. Kalau kau bisa membaca pikiranku, apakah kau juga bisa mengerti isi hatiku?

Dariku Gadis yang merindukanmu”

Bayang-bayang gadis barambut panjang yang beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-harinya kian jelas. Rambut panjangnya yang melambai tertiup angin tapi hanya tampak dari belakang seakan tak sudi menatapnya kembali. Ah, menyesalpun tak ada gunanya karena dia telah memilih gadis lain untuk menjadi pendamping hidupnya dan membiarkan sang belahan jiwanya pergi….

“Kemana belahan jiwaku itu pergi? Kenapa saat itu aku tak mempercayai perasaanku, malah aku pikir itu hanyalah emosiku belaka, emosi seorang lelaki terhadap perempuan baik yang selalu menyemangati dan membuat hidupnya lebih berarti”

Dia melangkah gontai dan masih memegang erat kertas putih bertitahkan tinta biru itu.

Ah…akhirnya bisa nulis fiksi lagi setelah sekian lama imajinasi kelelahan, hehehhehehe

Antara saya dan Romantis

Foto di ambil dari Google

” Hani romantis dech, suka bikin puisi-puisi gitu “ puji seorang teman yang asli bikin saya langsung menutupi muka dengan sepuluh jari lentik saya (weks!fitnah banget ya? he he he)

” Wah….beruntung banget yang jadi pacarnya Hani karena sering dibikinin puisi-puisi gitu “ Ada juga yang fitnahnya lebih kejam seperti itu. Saya tersinggung dan merasa terhina [weiiittss, too much dech :P]

Saya ini orangnya cuek, and gak peduli dengan nota bene kata-kata romantis buat nunjukin sayang ke seseorang karena saya sih lebih ke tindakan. Kalau kekasih saya, saya akui emang romantis abis booo…lihat aja di wall FB, doi rajin kirim puisi yang asli bikin beberapa orang sirik dan patah hati (PD kali, ha ha ha ha)

Dan kalaupun saya tiba-tiba membuat puisi buat si dia, itu semata karena saya dan dia berjauhan dan begitulah cara saya mengungkapkannya berhubung tak dapat melakukan tindakan apa-apa.

Saya ini kan “Talk Less, Do More” Ha ha ha ha (apa coba?) Kalau sahabat-sahabat bagaimana mewujudkan rasa sayang kepada kekasih?

#Romantic Tuesday

Mantra Pagi

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi mentari cerah yang menyapa pagimu,
Memberi rasa hangat dengan kecupan mesrah di kening untuk membuka matamu 🙂

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi kopi hangat menemani menu wajib pagimu,
Memberi rasa segar dan semangat di setiap kau mengawali hari 🙂

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi udara segar yang kau hirup di setiap pagimu,
Memberimu nafas dalam setiap detikmu….

Sayang, sudahkah aku menjadi candumu?

Semoga hari-harimu penuh cinta dan selalu indah 🙂

Bersua kembali dalam Do’a


Dini hari ini, aku melakukan hal lama yang sudah lama aku tinggalkan bersentuhan dengan sajadahku di sepertiga malam-Mu…

Dan, dini hari ini aku merasa telah banyak melewatkan banyak moment bercengkeramah dengan sahabat-sahabatku bintang yang berpendar ceria menghiasi birunya langit, menemani indahnya sang rembulan….

Dini hari ini aku bersua kembali dengan ketenangan hati seperti saat-saat aku memaduh kasih dengan-Mu….

Keyakinan demi keyakinan yang mulai terbangun dan do’a demi do’a yang mulai terjamah, subhanallah semua atas kehendak-Mu.

Atas kehendak-Mu pula biarkan aku menjadi berguna, atas kehendak-Mu pula berilah orang-orang terkasihku ketenangan hati seperti halnya yang aku miliki dan atas kehendak-Mu biarkan keselarasan mimpi-mimpi kami bersua dalam tajuk “Do’a”.

Wajah di cermin


Aku tertegun menatap raut wajah di cermin, dia tersenyum “ada apa?” tanyaku

Hatinya menjawab riang, dia sedang memikirkan pangeran hatinya…

Aku masih mencoba mencari-cari apa arti senyum di cermin itu…

Dia bilang “sst…anganku sedang bersama pangeran hatiku”

Semua orag memandang takjub dan ingin tahu, siapa pangeran wajah di cermin itu…

“Hm…kalau kau ingin tahu, belahlah dadaku dan di sana kau akan menemukan satu nama”

Satu nama, di setiap sisi dan sudut dinding hatiku….

Untuk pangeran dari pemilik wajah di cermin, semogakah engkau di sana senantiasa diberi kesehatan.

Wahai sang pemilik cinta, Engkau yang menganugerahi kami cinta, jaga dan lindungilah pangeranku di sana…
Limpahilah dia dengan kasih-Mu, penuhi harinya dengan tawa ceria dan kebahagiaan.

Sajak malam


Kamu manis sekali dalam setiap waktu aku memikirkanmu,

Segar aromamu masih bisa kurasakan melalui hembusan angin yang mencumbuku..

Kau indah sekali, seperti malam ini saat aku memikirkanmu…

Kau seperti obat yang dikirim-Nya untuk setiap lemahku…hanya dengan mengingat senyummu

Sungguh indah mencintaimu wahai pangeran hatiku….