Kidung malam


Malam ini terasa panjang dan tak berujung dan haripun serasa lambat merayap tak mau beranjak, tanpa deruh dan detak irama jantung yang melantunkan cinta….

Aku merangkak, merayap menerbangkan jiwaku bersama angin malam menabur kasih berharap kemegahan surya menyambut harimu dan kau dapat tersenyum riang wahai pujaan hatiku….

Cintaku karena Allah, maka dia tak bisa mengering tak dapat layu dan akan senantiasa tumbuh indah melambai mengucap “aku cinta padamu”

Doa & Kerinduan


Tataplah bintang malam ini, kau akan melihat aku di sana berkedip indah menyapamu
Jika tidak dapat kau melihat bintang, rasakan hembus dinginnya malam dia memelukmu
Bintang dan hembus dingin malam kukirim untuk menjagamu…

Kukirimkan harapanku lewat lantunan do’a khusyu agar kau di sana di jaga-Nya

Cintaku padamu..


Detak jantungku seperti berhenti di saat menyadari diri terjebak di sudut sepi …

Dan dalam sunyi dan gelap ini aku bercengkeramah mesrah dengan sang malam, kembali aku menjelajahi hari-hari yang telah usai…

Malam ini kubiarkan titik demi titik air membasahi setiap jemariku, kubiarkan dinginnya meresap kesetiap pori-pori kulitku agar mendinginkan hati yang sempat membara oleh cintaku padamu, bukan menghapus…

Irama rinai hujan menjadi temanku membangkitkan kembali cintaku padamu, cintaku karena Allah maka tak akan pernah terhapus dari hati ini…

Cinta ini adalah cinta yang akan selalu riang menari, maka tak akan membuatku larut dalam sedih karena aku mencintaimu atas ijin Allah…

Kubasuh basah wajahku dengan air wudlu dan membiarkan hatiku bersyukur atas cinta yang telah tumbuh indah di hatiku, tak ada penyesalan…

Mencintaimu membuatku bahagia hanya itu yang aku tahu…..

Menanti pagi

Malam terasa sangat panjang menanti esok,
Namun kasih sayang dan ketulusanmu membuatku mampu bersabar;
Menunggu pagi nan ceria saat mentari tak malu menampakkan diri,
Manyambut pagi nan syahdu jika hujan harus mengiringi…

Hadirmu menjawab gunda hatiku akan arti cinta anak manusia,

Malam ini kita bersama berdendang kerinduan di belahan bumi yang berbeda,
namun kita menatap bintang yang sama dan merasakan hal yang sama “rindu”
Malam ini kita mengisi tidur kita dengan mimpi yang sama;
tentang sebuah masa yang tak lama lagi akan hadir dan membuat kita tak lagi berkata “aku dan kamu” melainkan “kita”

Kehadiranmu memenuhi hatiku, mengantar tidurku malam ini…
I love you, sayangku..

Kamu dan pagiku..

Temaram pagiku jika tak mendengarmu, panas hatiku jika tak mendengar puji rayumu…

Namun, semerbak harum mawarmu mengantar aroma rindumu yang memuncak. Tak adakah mesin waktu untuk kita?

Merindukan cerita-ceritamu yang membuatku merajuk manja, marah dan semakin rindu. Tak adakah kendaraan super express yang bisa membawa kita kesetiap moment itu?

Terima kasih sayang karena telah menjadikanku yang terakhir bagimu, I love you…

Menunggumu..

Langit cerah menggantung indah, layaknya langit malam kemarin di saat aku sedang menantimu.

Alunan lagu cinta yang engkau dendangkan masih terngiang menyambut pagiku, kau memintaku untuk menjaga selalu hatiku sampai engkau kembali.

Gugusan awan putih membentuk gumpalan awan kerinduan yang akan menurunkan hujan di sana, di saat kau menatap langit dan kau akan rasakan butiran hujan itu adalah kerinduanku yang akan menyejukkan hatimu.

17 kuntum mawar merah masih menemaniku, semerbak harumnya masih kurasakan seperti tulusnya kasihmu.

Merindu


Ku cari dirimu di antara sepi, hanya sunyi yang kudapat
Ku kejar bayangmu di gelap malam, hanya kelam yang kugenggam
Ku panggil namamu di tengah-tengah padang jinggah, dan hanya diam…
Hatiku sedang merindu alunan kasih dan kecup rindu…

Ku peluk bayangmu di setiap lelapku,
Di kejauhan…..
Hanya dendang hati yang merindu menatap tabir malam
Mengecup kehampaan dalam kesunyian malam…

Menanti pagi nan indah…..
Seutas senyum terukir mendekap asa

Memeluk Bintang


Saat kau bersanding memeluk bintang,
Kau akan merasakan dirimu melayang di atas awan.

Dan saat kau melayang di atas awan,
Kau pun telah mempersiapkan sayap-sayap kuat untuk terbang.
Sayap kuat yang kau persiapkan saat menyusun tangga untuk menggapai bintang;
Telah kau lewati semua peristiwa yang mengokohkan sayap-sayapmu..

Mencintaimu menguatkanku, mencintaimu tak membuaiku…
Mencintaimu mengajariku untuk berjuang, bertahan dan berbagi…

Terimakasih telah menyakitiku


Hari Minggu ini begitu indah, namun sayang hanya kuhabiskan di atas tempat tidur meski tak bisa istirahat dengan baik karena suara berisik di luar yang sangat mengganggu, tapi alhamdulillah demam yang kurasakan semenjak kemarin sore sudah berangsur turun. Dia memberiku sakit di hari libur yang cerah ini agar aku menggunakan waktuku untuk istirahat 🙂

Tuhan memang maha tahu apa yang kita butuhkan, karena itulah dia selalu memberikan apa yang kita butuhkan.
Continue reading