Makan Itu….

Makan…

Makan adalah suatu kegiatan mengunyah makanan, entah itu kue, nasi, mie, spagetty, roti atau pun buah

Itu…

Itu adalah satu kata penunjuk jauh, yang artinya barang itu tidak sedang didekat kita.

Makan itu, artinya makan sesuatu yang tidak di sini.

Jadi awal ceritanya begini, saat itu saya masih belum ketahuan lagi ngidam karena ternyata tindak tanduk saya sebelum dan sesudah ngidam hampir-hampir tidak dapat dibedakan (Nah, Lho!). Entah kenapa, setiap kali melihat makanan apa gitu di TV saya selalu berseru ke suami “Mas pingin makan itu….” sambil merengek, untuk beberapa hal sih suami menuruti namun terkadang karena tayangannya cepat “itu” yang saya maksud sudah berganti besi, mobil, atau barang-barang yang tidak bisa dimakan lainnya suami saya kan jadi bingung “Makan itu, apa sih? Ayang ini gak jelas…” gitu katanya….

Continue reading

Advertisements

Warung Hoax

Setelah membaca artikel-nya Acacicu.com mendadak saya diingatkan kembali dengan satu peristiwa 2 tahun yang lalu. 2 tahun yang lalu menjelang lebaran, tepatnya menjelang saya pulang kampung seorang teman sekampung, cowok mengajak saya dan sepupu keliling kota Denpasar. Dia bilang, malam itu kami bisa minta makan apa saja dan dia yang akan mentraktir. Tentu saja saya sambut gembira meskipun esoknya kami masih akan menempuh perjalanan bersama.

Continue reading

Wedges Orange

Wedges OrangePerjalananmu menemaniku tidak panjang, ya….karena kita sudah tidak ada kecocokan lagi! Aku harap kamu mengerti, hanya satu kali jalan aku sudah merasakan ketidak nyamanan yang luar biasa. Aku tahu seharusnya aku tidak memilihmu hanya karena kamu memiliki keindahan yang aku impikan, ternyata indah di pandang mata belum tentu nyaman di kakiku “Wedges Orange”

Continue reading

Beauty & The Geek

Beauty-and-the-Geek-logoYang sering kita dengar biasanya “Beauty adn The Beast” Nah, kalau ini “Beauty & The Geek” salah satu program acara TV yang mempertemukan para Beauty dengan The Geek.

Awal saya menonton ini karena tidak ada acara menarik di Televisi, hasil dari pindah-pindah channel saya menemukan satu acara realty show (may be, ya…) kebetulan saya suka realty show di AXN dan ternyata lucu, lucu dalam artian tidak begitu menarik akan tetapi cukup membuat penasaran juga, belakangan saya juga baru tahu kalau Beauty and The Geek ini sudah diputar duluan di STAR WORLD.
Continue reading

I (too) Love Monday?

StressSaya pagi ini bangun lumayan siang, semalaman tak bisa tidur entah kenapa dengkuran suami terasa mengusik sekali, mungkin memang sedang ada sesuatu yang mengusik pikiran; project yang belum goal? atau bayang-bayang pulang kampung? Yang jelas dua hal ini yang akhir-akhir ini sering terlintas dipikiran karena hati ini sudah kangen pulang tetapi lebaran sudah dekat jadi sekalian saja pulangnya pas lebaran.

Continue reading

Sebuah Tragedi percobaan melarikan diri


Sehabis cerita hantu nenek buyut ada lagi hal yang bikin aku malu kalau Bunda mengungkitnya.

Dulu, saat aku kecil aku tidak pernah di kasih main ke luar rumah, pulang sekolah langsung dilanjut makan, lalu mandi dan bubu siang. Namun, satu hal yang aku tidak suka adalah bubu siang!

Jadi bisa ditebak setiap waktunya bubu siang aku selalu mencari cara bagaimana agar bisa kabur dan bermain seperti anak-anak kampung lainnya yang bisa keliaran di mana-mana pada jam-jam itu.

Suatu hari, seperti biasanya Bunda selalu memaksaku untuk cepat masuk kamar setelah dia memandikan aku dan membedaki wajahku dengan bedak talk (serasa bayi aja, padahal udah kelas 1 SD, tapi harumnya bikin yg deket pingin langsung nyium kata Bunda….pipinya ngegemesin, he he he). Setelah masuk kamar Bunda langsung Bunda menutup pintu kamar dan menguncinya tapi Bunda lupa mengambil kuncinya dan bisa ditebak saat aku yakin Bunda sudah terlelap aku langsung pelan-pelan buka pintu kamar lalu keluar dan mengambil mainan dan kadang menonton anak-anak tetangga bermain dari balik kaca rumah.

Bagaimana memastikan Bunda udah lelap atau belum? cukup melambaikan tangan di depan matanya kalau ga ada respond berarti Bunda udah lelap 😀

Hari berikutnya, Bunda mulai sedikit gak mau kalah beliau meletakkan kunci kamar di atas pintu, letakknya emang lumayan tinggi dan susah menjangkaunya tapi aku kan nggak bodoh, seperti biasa saat yakin Bunda lelap aku berjalan pelan dan hati-hati sambil pegangan di tembok, lalu naik ke sandaran ranjang yang lumayan tinggi and….I got the key in my hand 😉

Besuknya? Bunda sedikit jengkel karena sudah dua hari aku kabur mulu akhirnya beliau mengunci kamar dan menaruh kuncinya di bawah bantal tapi….tidak usah aku beri tahu bagaimana caranya karena kenyataannya aku masih bisa kabur 😀 (lihatlah betapa pintarnya aku).

Tapi, besuknya aku kurang beruntung. Seperti kemarin Bunda meletakkan kunci di bawah bantalnya..dan seperti biasa pula saat Bunda mendekapku aku pura-pura merem aja biar disangkahnya udah tidur, he he he kan kalau aku udah merem Bunda pasti juga akan melepaskan dekapannya.

Seperti yang aku duga Bunda melepaskan dekapannya, membelakangiku dan aku yakin Bunda juga udah lelap karena sudah agak lama juga (aku yang pura-pura tidur aja udah capek) lalu aku perlahan bangun, ooops, Bunda membalikkan badannya tapi tak membuka mata…syukurlah….lalu aku cek seperti biasanya, aku lambai-lambaikan tanganku di depan Bunda tak ada reaksi namun entah mengapa saat itu aku merasa tidak yakin saja karena setiap aku mulai menelusupkan tanganku ke bawah bantal Bunda langsung bergerak lalu dengan berani aku mencoba mengeceknya dengan cara lain yaitu dengan (bodohnya) aku mencoba membuka mata Bunda dengan jari-jariku perlahan, dan….Bunda langsung membuka matanya lebar…

“Lhaaaaaa…..mau kabur, ya???” pekiknya, kontan aku langsung kaget, marah-marah (karena malu) dan menangis…..sementara itu Bunda tertawa (penuh kemenangan) terpingkal-pingkal.

Huuuu…..semenjak itu aku gak pernah berusaha kabur lagi dn selalu rutin bubu siang.

Kebohonganku


Saya punya kebohongan besar yang ingin saya bongkar karena kalau ingat ini saya merasa berdosa sekali. Kenapa merasa berdosa? iya, merasa berdosa karena mereka mempercayai kebohongan saya ini sampai bertahun-tahun lamanya.

Awalnya kebohongan saya ini terbongkar pas kami dalam perjalanan darat jalan-jalan menuju Jogja, di dalam mobil untuk menghilangkan rasa kantuk dan bosan kami saling tukar cerita. Lupa memberi tahu, di dalam mobil Innova ini isinya saya sendiri, adik saya, sepupu dan suaminya yang merupakan satu-satunya lelaki di dalam mobil. Yang kami ceritakan bermacam-macam dan sampai pada akhirnya pada cerita masa kecil kami.

Tiba-tiba saja di tengah gelak tawa kami menceritakan masa kecil, si Mbak (sepupu) melontarkan kalimat:

” Iya, jadi ingat ya…dulu kamu melihat hantu nenk buyut di atas pohon Belimbing di belakang rumah Mbah setelah itu kita selama satu minggu tidak berani main di pohon itu ”

Aku yang masih tertawa dengan kelucuan cerita sebelum-sebelumnya langsung diam dan melotot, langsung maju dan menepuk-nepuk bahu si Mbak yang duduk di samping suaminya yang sedang mengemudikan mobil.

” Mbak, kamu masih ingat ya? jadi kamu percaya dengan cerita hantu itu?” Tanyaku sedikit kikuk. Isi mobil sedikit tenang kecuali musik dangdut yang sengaja kami pilih biar bisa jadi bahan celetukan.

” Lha emang kan saat itu kamu melihat hantu nenek buyut? “ tanya si Mbak mengulangi. Aku menggaruk-garuk kepala yang tak gatal dan balik bersandar sambil mesem-mesem aku membuat pengakuan.

” Sebenarnya, aku boong lho…biar kalian gak ambil tempatku aja. Habisnya kalian selalu nakal, tempatku selalu kalian ambil “ akuku akhirnya, muka si Mbak langsung gak enak, tapi dengan cerdas aku kemukakan alasanku kenapa bohong dan akhirnya kami tertawa lagi.

Ingin tahu kenapa aku bohong? begini ceritanya….

Saat itu kalautidak salah usiaku 5 tahun, memiliki beberapa sepupu yang seumuran (sepupuku yang di mobil ini) dan juga sisanya ini sedikit jauh di atas kami. Namun, orang tua kami membiasakan kami untuk akrab dan bermain bersama dan kami saat kumpul main bersama hal yang paling kami sukai adalah memanjat pohon belimbing di belakang rumah nenek yang buahnya selalu lebat. Nah, di pohon ini kami memilik spot-spot favorit sendiri, seperti aku yang kebetulan beruntung sekali mendapatkan spot yang strategis, batang cabang yang besar dan bisa dibuat tiduran dan asyiknya di cabang itu adalah bagian yang lebat.

Penemuan spot ini kita tentukan sebelum naik! Nah, karena sepupuku ini ada yang sirik dan selalu mengambil tempatku karena kami kan manjatnya balapan jadi siapa yang menang jadi dia merasa bisa mengambil tempat seenaknya, khususnya tempatku. Ya…karena saat itu aku memang anaknya jarang gerak tak memiliki fisik yang gesit seperti mereka aku kalah dan harus relah terkadang nangkring di bagian batang paling bawah yang tak ada buahnya. Mungkin aku kegendutan saat itu, he he he

Tak ingin diakalin, fisik boleh kalah akhirnya aku pakai akal dan muncullah ide hantu nenek buyut yang manjat pohon Belimbing, ha ha ha ha

Cerita itu benar-benar manjur, karena setelah itu selama seminggu tdk ada yg berani main di sana dan tentu saja orang tua kami senang. Namun, karena aku nggak tahan ingin main panjat-panjatan aku bujuk mereka untuk main, tapi dengan tetap aku takut-takuti agar mereka tak mengambil tempatku. I got my favorite spot! Karena aku bilang ke mereka hantu nenek buyut berdiri di tempatku itu, ha ha ha

Benar-benar tidak menyangka kalau ternyata semua orang percaya cerita bohongku itu, padahal kalau dipikir masa iya sih nenek-nenek naik pohon belimbing?Ha ha ha

Kisah si adik dan si kakak

Ini adalah kisah nyata seorang anak manusia yang manis danbaik hati dan memiliki hobby menulis. Pada suatu malam yang sunyi, dia sedang idbuat jengkel oleh koneksi internet yang nggak jelas antara connect dan nggak, antara iya dan tidak, sungguh dia serasa di gantung, dan digantung itu rasanya nggak enak. Continue reading