I (too) Love Monday?

StressSaya pagi ini bangun lumayan siang, semalaman tak bisa tidur entah kenapa dengkuran suami terasa mengusik sekali, mungkin memang sedang ada sesuatu yang mengusik pikiran; project yang belum goal? atau bayang-bayang pulang kampung? Yang jelas dua hal ini yang akhir-akhir ini sering terlintas dipikiran karena hati ini sudah kangen pulang tetapi lebaran sudah dekat jadi sekalian saja pulangnya pas lebaran.

Continue reading

Advertisements

Tentang Senja & Malam

Saat itu rona-rona senja tampak gemilang karena sepasang anak manusia berjalan melengkapinya dengan penuh suka, di sisi dunia lain ada rona kecewa yang tak nampak selain kata-kata karena dia tak tahu hendak meminta pertolongan kemana, dia tak mengerti hendak berteriak apa karena kecewa itu dia sendiri yang hadirkan, kenapa? karena dia kurang menghargai apa yang dia miliki selain hanya mengeluh dan berharap yang lebih baik.

Selalu ada yang lebih baik dan tak akan pernah berhenti pencarian itu selama kita tidak mau mensyukuri yang sudah kita miliki. Senja yang indah pun tenggelam ditelan kekecewaan oleh karena kekurang tahuan akan besarnya arti syukur.
Continue reading

Hai, dengarkan teriakanku!


Hai, aku meneriakimu menjajal nyaliku untuk tak memikirkanmu!
dan…hai, kau tahu semakin aku mencoba semakin aku merindukanmu…

Hai! Siapa kau yang memenuhi ruang hatiku?
Kenapa kau hadir di setiap malam-malamku?
dan…hai, tak bisakah kau malam ini mencumbuhku walau hanya dalam mimpimu?

Hai, malam yang sunyi biarkan aku berkasih dengan ribuan bintang malam ini
Biarkan, hatiku terlelap bahagia mendengkurkan kasihku
dan…hai, jikakah engkau tahu kusumpahi dirimu agar menggilaiku!

Bersua kembali dalam Do’a


Dini hari ini, aku melakukan hal lama yang sudah lama aku tinggalkan bersentuhan dengan sajadahku di sepertiga malam-Mu…

Dan, dini hari ini aku merasa telah banyak melewatkan banyak moment bercengkeramah dengan sahabat-sahabatku bintang yang berpendar ceria menghiasi birunya langit, menemani indahnya sang rembulan….

Dini hari ini aku bersua kembali dengan ketenangan hati seperti saat-saat aku memaduh kasih dengan-Mu….

Keyakinan demi keyakinan yang mulai terbangun dan do’a demi do’a yang mulai terjamah, subhanallah semua atas kehendak-Mu.

Atas kehendak-Mu pula biarkan aku menjadi berguna, atas kehendak-Mu pula berilah orang-orang terkasihku ketenangan hati seperti halnya yang aku miliki dan atas kehendak-Mu biarkan keselarasan mimpi-mimpi kami bersua dalam tajuk “Do’a”.

Sajak malam


Kamu manis sekali dalam setiap waktu aku memikirkanmu,

Segar aromamu masih bisa kurasakan melalui hembusan angin yang mencumbuku..

Kau indah sekali, seperti malam ini saat aku memikirkanmu…

Kau seperti obat yang dikirim-Nya untuk setiap lemahku…hanya dengan mengingat senyummu

Sungguh indah mencintaimu wahai pangeran hatiku….

Kidung malam


Malam ini terasa panjang dan tak berujung dan haripun serasa lambat merayap tak mau beranjak, tanpa deruh dan detak irama jantung yang melantunkan cinta….

Aku merangkak, merayap menerbangkan jiwaku bersama angin malam menabur kasih berharap kemegahan surya menyambut harimu dan kau dapat tersenyum riang wahai pujaan hatiku….

Cintaku karena Allah, maka dia tak bisa mengering tak dapat layu dan akan senantiasa tumbuh indah melambai mengucap “aku cinta padamu”

Tak selalu sesuai harapan


Langit memang tak selalu cerah, seperti halnya malam tak selalu indah dan bertabur bintang. Tapi satu hal yang harus kita (saya pada khususnya) percaya bahwasannya tak satupun hal yang ALLAH ciptakan itu tanpa alasan dan alasan-NYA selalu untuk kebaikan kita.

Saya selalu berbicara pada diri sendiri tentang positive thinking, namun bukan berarti saya tidak pernah menemui satu masalah yang membuat saya down dan menangis sehari semalam sampai saya tak kuat bangun dari tempat tidur. Tentu saja saya pernah, bahkan sampai kurus menangisinya.

Tapi, saya baru-baru ini mendapatkan satu pelajaran berharga selain pada kata “Jangan pernah berharap pada manusia, berharaplah hanya pada ALLAH” satu lagi alasan yang membuat saya memang tak boleh larut dalam satu masalah “Jangan pernah fokus pada ketidak baikan, selain ALLAH membencinya itu juga akan membawa pengaruh negative pada hidup kita”.

Subhanallah, ALLAH memang maha baik. Banyak pelajaran dan berkah-NYA yang jarang kita sadari. Syukur alhamdulillah, saya tulis ini di bawah indahnya langit yang berhias bintang di mana saya bisa melihat gambar saya di sana dengan senyuman.

Saya berdo’a semoga hari-hari kita semua penuh kasih.

Saya benar-benar sedang sakit


Saya sudah memejamkan mata, tiba-tiba saja saya ingat kalau tadi sore saya menelpon bunda dan bunda tidak mengangkat telpon saya. Bunda saya masih bekerja di jam 8 malam, padahal saya saja yang hanya di dalam kantor merasa lelah luar biasa dan jujur kondisi fisik juga sedang tidak baik, bagaimana dengan Bunda saya?

Bunda saya juga sedang tidak sehat, begitu katanya hari selasa lalu waktu saya telpon dan kami sempat menangis bersama, saya ingin sekali memeluknya, merawatnya, saya terkadang begitu mengutuk semua orang yang ada di sekitar Bunda yang tidak mengerti bagaimana lelahnya beliau. Tapi, saya sendiri tak bisa berbuat apa-apa…dan akhirnya hanya menangis sesenggukan di telpon.

Saya mendengar suara Bunda yang terputus-putus dan dengan jelas saya merasakan sakitnya. Saya bilang, saya sakit kalau Bunda sakit bahkan lebih sakit.

Dan tiba-tiba saja mata saya yg tadinya mengantuk langsung tak dapat dipejamkan. Saya tidak kuat, untuk masalah ini saya tidak bisa pura-pura baik.

Berkali-kali beliau bilang agar saya tak khawatir dan semakin khawatirlah saya, berkali-kali beliau meyakinkan kalau beliau baik-baik saja dan semakin galau-lah saya. Pikiran saya sudah lari kemana-mana.

Dan malam ini saya sangat merasakan kalau Bunda sedang inginkan saya di sampingnya. Sungguh saya bisa merasakannya karena saya merasakan nyeri di hati saya yang sangat sakit dan terbayang-bayang wajahnya di pelupuk mata saya saat setiap kali memejamkan mata.

Saya galau, bingung…dan saya hanya bisa menuliskan apa yang saya rasakan di sini, yang saya sebut sebagai media therapy saya.

Saya menelponnya, dan beliau bilang dia baik-baik saja. Apakah saya percaya? Saya dengar suaranya sedang tidak baik-baik saja dan saya percaya dia tahu saya sedang menangis saat saya menelpon tadi.

Ah…gimana sakit saya saat ini tak sesakit hati saya karena tak dapat berada di sisinya…Saya benar-benar sedang sakit….:cry:

Aku telah membunuhnya…..

Taken fron Google.com
Malam ini begitu hening, aku hanya mendengarkan suara gemercik air mancur di halaman….

Malam jg semakin larut, aku hanya membolak-balikkan badanku dengann gelisah karena kantuk tak kunjung datang….
Hatiku kian gelisah, berbagai masalah datang menghantui…khusus malam ini aku merasa tak bahagia…rentetan masalah datang, sedari pagi…

Pagi tadi aku terbangun tidak dengan semangat yang tinggi seperti pagi-pagi sebelumnya, itu adalah masalah buatku…
Semangat itu seakan menguap bersamaan dengan embun pagi, hanya karena hatiku yang sedang sedang merasakan getir kehampaan…
Continue reading