​Bullying & Pertahanan Diri

Sedikit cerita tentang bullying yang terjadi di jaman saya dulu. Jaman saya juga sudah banyak bullying. Cuman ga ada media sosial jadi tidak pernah jadi perbincangan khalayak umum.

Dulu saat pertama kali masuk SD, saya pernah jadi korban bullying kakak-kakak kelas dan mereka main keroyokan. Tapi, konon saya denger memang mbak-mbak and the geng yang bullying saya ini emang dari keluarganya suka reseh ama tetangga ga khayal generasi mereka pun seperti itu. Kebetulan saat itu kami memang penduduk baru di lingkungan tersebut.

Continue reading

Pentingnya impian

Kalau dibaca judulnya mirip-mirip kata pembuka sebuah orasi di seminar motivasi MLM gitu ya…jangan begitu saya dulu aktif di MLM tertentu dan kalau kita ambil ilmu dari setiap motivasi seminarnya memang luaarrr biasa! Walau pun tetap tak ada motivator terhebat selain diri kita sendiri.

Tapi berbicara tentang impian, tak hanya mereka yang bergabung di MLM lho yang harus punya impian. Saya sadar betul butuhnya impian itu malahan dikenalkan pada anak-anak, ya tentunya kita harus mengenalkan mereka macam-macam impian yang terdekat; misalkan jjika orang tuanya musisi kenalkan dengan dunia musik, kalau orang tuanya penulis kenalkan dengan dunia tulis menulis. Continue reading

Potret Masa Depan

Bagaimana hubungan kita dengan orang tua? Saya yakin jawabannya “Baik” .

Bahasan saya kali ini bukanlah tentang orang tua dalam artian sebenarnya, akan tetapi para orang-orang tua yang sudah lanjut usia bisa jadi orang tua kita atau mungkin kakek dan nenek atau bahkan orang lain.

Saya ingin menyambung artikel saya yang berjudul “Pokoknya Tidak rela!” Di sana terjadi pertikaian antara Anak dan Bapak yang sudah lanjut usia, sangat disayangkan si Anak tidak begitu mengerti bagaimana physicist orang tua semakin bertambah umur akan seperti anak kecil, its not completely like that karena semua tidak bisa diukur dari usia. Bagi orang-orang yang otaknya masih productive, active bersosialisasi dan menutrisi otak mereka dengan pengetahuan (entah itu lewat media cetak, buku atau electronic) proses penuaan ini tentunya akan lebih lambat.

Continue reading

Fathers Day | I Love You, Papa..

Kita sudah terbiaasa dengan hari Ibu di Indonesia, ya…menyayangi atau memberi hadiah memang tak selalu dilakukan di hari Ibu. Saya sih, kapan saja jalan dan lagi banyak uang selalu berkeinginan membelikan hadiah buat Bunda meski pun berakhir di omelin karena dianggap boros dan membelikan apa yang sudah beliau miliki, he he he
Continue reading

Kado Buat Bunda

Tepat setahun lalu, lebih satu hari saya menuliskan sebuah artikel berjudul “Kado Buat Bunda”. Waktu berjalan sangat cepat, tidak terasa setahun sudah berlalu.

Setahun yang lalu, saya entah memberikan apa sebagai kado buat Bunda yang jelas kado itu pasti sesuatu yang Bunda inginkan. Alhamdulillah, meski tak banyak dan seberapa saya bisa memberikan sedikit demi sedikit apa yang selama ini Bunda inginkan meskipun sebenarnya beliau bisa membelinya sendiri.

Tahun ini, sama specialnya dengan tahun kemarin. Setiap tanggal 22 December menjadi hari special buat saya. Kesibukan memikirkan kado apa yang akan saya berikan ke Bunda selalu terjadi di awal December jadi di saat bertepatan harinya semua sudah saya bungkus rapih. Meskipun saya tak dapat pulang dan memberikannya sendiri saya sudah cukup senang karena saya bisa membuat 1 hari setiap tahunnya menjadi hari special buat Bunda.

Semoga tahun depan ananda dapat memberikanmu hadiah lebih besar dan berarti, Bunda. Semoga ananda mampu menjadi kebanggaanmu.

Surat Airin


Dear Mama,

Hari ini lagi-lagi aku menangis, aku melihat Tania yang buru-buru menelpon Mamanya hanya dengan alasan dia merasa Mamanya sedang memikirkan dia. Kenapa aku tak dapat demikian terhadap Mama? Bahkan saat Mama sakit pun aku tidak tahu karena aku tak pernah merasakan firasat apa-apa?

Aku menangis Ma…karena aku tak pernah bisa merasakan yang dirasakan Tania. Selama ini aku selalu iri dengan Tania yang selalu mendapatkan pelukan saat pulang, mendapat belaian saat dia menangis, dan selalu bilang rindu sama Mamanya sampai menangis. Kenapa aku tak pernah merasakan itu, Ma? aku bahkan tidak tahu apa yang aku rindukan dari Mama, karena bahkan aku lupa kapan terakhir Mama membelaiku.
Continue reading

Renungan Menjelang Ramadhan

“Ma…minta itu” teriak seorang gadis (kira-kira)6 tahun menunjuk ke sebuah boneka besar di etalase toko boneka. Sang Mama masih sibuk dengan sang adik yang kira-kira masih berusia 2 tahun.

” Kan di rumah banyak boneka seperti itu… “ Ucap sang Mama kemudian sambil melihat ke arah sang Papa yang kini gantian menggendong si adik yang rewel dan juga meminta sesuatu.

Gadis kecil itu mulai merajuk dan tak mau bergerak dari etalasi toko toko boneka, sang Mama melempar pandang ke arah suaminya seperti meminta persetujuan.

” Kakak kan mau sekolah, katanya minta tas baru…. “ bujuk sang Mama, namun si gadis kecil tak bergerak dan mematung di depan etalase. Akhirnya, mereka masuk ke toko boneka itu dan membawa pulang boneka yang tingginya hampir sama dengan anak gadisnya.

Ah…kejadian di atas membuat saya merenung, betapa keterlaluannya kita jika sekarang setelah dewasa masih saja menyusahkan orang tua karena melihat kejadian itu membuat saya berpikir, bahwasannya orang tua demi anaknya mereka berani dan mau melakukan apa saja. Sedang kita apa yang sudah kita lakukan? Orang tua minta tolong sesuatu saja kadang kita bentak, astaugfirullah…saya benar-benar membenci anak model seperti ini dan yang terlintas dalam benak saya hanya ” Jangan mengeluh jika kelak kau juga dibentak-bentak oleh anakmu “.

Yang jelas, kejadian di atas membuat saya langsung berkaca-kaca karena ingat dengan Bunda saya. Ingat kejadian saat menjelang lebaran, ayah yang sednag keluar kota belum mengirim uang sedang saya belum dibelikannya baju baru, Bunda dengan tanpa lelah lembur membuat jala ikan yang harganya emang lumayan mahal karena jala ikan buatan Bunda memang terkenal kuat dan halus anyamannya. Demi sepotong baju lebaran beliau rela seperti itu, demi menyiapkan sarapan buat anaknya beliau rela bangun pagi. Masih ada alasan untuk berkelit kenapa kita berani membentak orang tua kita terutama Bunda kita?

Semoga ramadhan tahun ini menjadi awal yang baik buat kita semua untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Akhirnya saya mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin, mari kita sambut Ramadhan tahun ini dengan hati yang bersih dan semoga ibadah kita mendapatkan rodho Allah SWT.

Galau Membeli Kenangan Masa kecilku

Hari Minggu!!!! Histeris dech…..akhirnya libur….iya, kemarin Sabtu terpaksa masuk kerja gara-gara satu dan lain hal dan akhirnya bisa santai-santai membaca buku, mulai menulis buku [eh, serius lho!dido’ain ya ;)] Dan sekarang saya mengajak teman-teman untuk meng-galau-kan amal!

Ha ha ha ha, bingung ye…apa maksudnya gitu? 😀 maksudnya sih…menggalakkan amal, kan lagi mau deket Ramadhan juga jadi moment ini bisa kita gunakan sebagai moment tepat meningkatkan amal, hm…ada yang bisik-bisik begini? “Gak usah disuruh juga aku udah amal, jangan sok tahu!” he he he, gak apa….kalau sudah merasa amalnya udah bagus wong saya di sini juga niatnya sebenarnya mau kasih tahu “kalau kamu beli buku Kenangan Masa kecilku ini, kamu sekaligus ber amal. Harganya cuma 37.900, 100% royalti untuk disumbangkan ke anak-anak Indonesia yang berhak mendapatkan”

Yang mau pesen silahkan langsung ke www.leutikaprio.com jika beli 3 bisa free ongkir ke seluruh Indonesia. Atau jika malas beli sendiri bisa juga pesan kak Julie hp 08126377918 atau teh Anny di 081646085494

Ya, ya…daripada galau trus (kaya bahasan di Twitter itu lho…) mending baca Kenangan Masa Kecilku, ada cerita masa kecil saya juga lho…yang pasti cerita-cerita ini diharapkan bisa memberikan inspirasi untuk semuanya. Karena cerita-ceritanya sangat inspirative! Jangan galau lagi ya, mendingan meng-galau-kan beli buku ini, ha ha ha ha

Sebuah Tragedi percobaan melarikan diri


Sehabis cerita hantu nenek buyut ada lagi hal yang bikin aku malu kalau Bunda mengungkitnya.

Dulu, saat aku kecil aku tidak pernah di kasih main ke luar rumah, pulang sekolah langsung dilanjut makan, lalu mandi dan bubu siang. Namun, satu hal yang aku tidak suka adalah bubu siang!

Jadi bisa ditebak setiap waktunya bubu siang aku selalu mencari cara bagaimana agar bisa kabur dan bermain seperti anak-anak kampung lainnya yang bisa keliaran di mana-mana pada jam-jam itu.

Suatu hari, seperti biasanya Bunda selalu memaksaku untuk cepat masuk kamar setelah dia memandikan aku dan membedaki wajahku dengan bedak talk (serasa bayi aja, padahal udah kelas 1 SD, tapi harumnya bikin yg deket pingin langsung nyium kata Bunda….pipinya ngegemesin, he he he). Setelah masuk kamar Bunda langsung Bunda menutup pintu kamar dan menguncinya tapi Bunda lupa mengambil kuncinya dan bisa ditebak saat aku yakin Bunda sudah terlelap aku langsung pelan-pelan buka pintu kamar lalu keluar dan mengambil mainan dan kadang menonton anak-anak tetangga bermain dari balik kaca rumah.

Bagaimana memastikan Bunda udah lelap atau belum? cukup melambaikan tangan di depan matanya kalau ga ada respond berarti Bunda udah lelap 😀

Hari berikutnya, Bunda mulai sedikit gak mau kalah beliau meletakkan kunci kamar di atas pintu, letakknya emang lumayan tinggi dan susah menjangkaunya tapi aku kan nggak bodoh, seperti biasa saat yakin Bunda lelap aku berjalan pelan dan hati-hati sambil pegangan di tembok, lalu naik ke sandaran ranjang yang lumayan tinggi and….I got the key in my hand 😉

Besuknya? Bunda sedikit jengkel karena sudah dua hari aku kabur mulu akhirnya beliau mengunci kamar dan menaruh kuncinya di bawah bantal tapi….tidak usah aku beri tahu bagaimana caranya karena kenyataannya aku masih bisa kabur 😀 (lihatlah betapa pintarnya aku).

Tapi, besuknya aku kurang beruntung. Seperti kemarin Bunda meletakkan kunci di bawah bantalnya..dan seperti biasa pula saat Bunda mendekapku aku pura-pura merem aja biar disangkahnya udah tidur, he he he kan kalau aku udah merem Bunda pasti juga akan melepaskan dekapannya.

Seperti yang aku duga Bunda melepaskan dekapannya, membelakangiku dan aku yakin Bunda juga udah lelap karena sudah agak lama juga (aku yang pura-pura tidur aja udah capek) lalu aku perlahan bangun, ooops, Bunda membalikkan badannya tapi tak membuka mata…syukurlah….lalu aku cek seperti biasanya, aku lambai-lambaikan tanganku di depan Bunda tak ada reaksi namun entah mengapa saat itu aku merasa tidak yakin saja karena setiap aku mulai menelusupkan tanganku ke bawah bantal Bunda langsung bergerak lalu dengan berani aku mencoba mengeceknya dengan cara lain yaitu dengan (bodohnya) aku mencoba membuka mata Bunda dengan jari-jariku perlahan, dan….Bunda langsung membuka matanya lebar…

“Lhaaaaaa…..mau kabur, ya???” pekiknya, kontan aku langsung kaget, marah-marah (karena malu) dan menangis…..sementara itu Bunda tertawa (penuh kemenangan) terpingkal-pingkal.

Huuuu…..semenjak itu aku gak pernah berusaha kabur lagi dn selalu rutin bubu siang.