Pentingnya impian

Kalau dibaca judulnya mirip-mirip kata pembuka sebuah orasi di seminar motivasi MLM gitu ya…jangan begitu saya dulu aktif di MLM tertentu dan kalau kita ambil ilmu dari setiap motivasi seminarnya memang luaarrr biasa! Walau pun tetap tak ada motivator terhebat selain diri kita sendiri.

Tapi berbicara tentang impian, tak hanya mereka yang bergabung di MLM lho yang harus punya impian. Saya sadar betul butuhnya impian itu malahan dikenalkan pada anak-anak, ya tentunya kita harus mengenalkan mereka macam-macam impian yang terdekat; misalkan jjika orang tuanya musisi kenalkan dengan dunia musik, kalau orang tuanya penulis kenalkan dengan dunia tulis menulis. Continue reading

Potret Masa Depan

Bagaimana hubungan kita dengan orang tua? Saya yakin jawabannya “Baik” .

Bahasan saya kali ini bukanlah tentang orang tua dalam artian sebenarnya, akan tetapi para orang-orang tua yang sudah lanjut usia bisa jadi orang tua kita atau mungkin kakek dan nenek atau bahkan orang lain.

Saya ingin menyambung artikel saya yang berjudul “Pokoknya Tidak rela!” Di sana terjadi pertikaian antara Anak dan Bapak yang sudah lanjut usia, sangat disayangkan si Anak tidak begitu mengerti bagaimana physicist orang tua semakin bertambah umur akan seperti anak kecil, its not completely like that karena semua tidak bisa diukur dari usia. Bagi orang-orang yang otaknya masih productive, active bersosialisasi dan menutrisi otak mereka dengan pengetahuan (entah itu lewat media cetak, buku atau electronic) proses penuaan ini tentunya akan lebih lambat.

Continue reading

Fathers Day | I Love You, Papa..

Kita sudah terbiaasa dengan hari Ibu di Indonesia, ya…menyayangi atau memberi hadiah memang tak selalu dilakukan di hari Ibu. Saya sih, kapan saja jalan dan lagi banyak uang selalu berkeinginan membelikan hadiah buat Bunda meski pun berakhir di omelin karena dianggap boros dan membelikan apa yang sudah beliau miliki, he he he
Continue reading

Kado Buat Bunda

Tepat setahun lalu, lebih satu hari saya menuliskan sebuah artikel berjudul “Kado Buat Bunda”. Waktu berjalan sangat cepat, tidak terasa setahun sudah berlalu.

Setahun yang lalu, saya entah memberikan apa sebagai kado buat Bunda yang jelas kado itu pasti sesuatu yang Bunda inginkan. Alhamdulillah, meski tak banyak dan seberapa saya bisa memberikan sedikit demi sedikit apa yang selama ini Bunda inginkan meskipun sebenarnya beliau bisa membelinya sendiri.

Tahun ini, sama specialnya dengan tahun kemarin. Setiap tanggal 22 December menjadi hari special buat saya. Kesibukan memikirkan kado apa yang akan saya berikan ke Bunda selalu terjadi di awal December jadi di saat bertepatan harinya semua sudah saya bungkus rapih. Meskipun saya tak dapat pulang dan memberikannya sendiri saya sudah cukup senang karena saya bisa membuat 1 hari setiap tahunnya menjadi hari special buat Bunda.

Semoga tahun depan ananda dapat memberikanmu hadiah lebih besar dan berarti, Bunda. Semoga ananda mampu menjadi kebanggaanmu.

Surat Airin


Dear Mama,

Hari ini lagi-lagi aku menangis, aku melihat Tania yang buru-buru menelpon Mamanya hanya dengan alasan dia merasa Mamanya sedang memikirkan dia. Kenapa aku tak dapat demikian terhadap Mama? Bahkan saat Mama sakit pun aku tidak tahu karena aku tak pernah merasakan firasat apa-apa?

Aku menangis Ma…karena aku tak pernah bisa merasakan yang dirasakan Tania. Selama ini aku selalu iri dengan Tania yang selalu mendapatkan pelukan saat pulang, mendapat belaian saat dia menangis, dan selalu bilang rindu sama Mamanya sampai menangis. Kenapa aku tak pernah merasakan itu, Ma? aku bahkan tidak tahu apa yang aku rindukan dari Mama, karena bahkan aku lupa kapan terakhir Mama membelaiku.
Continue reading