Terlampau Peduli

Saat orang-orang terlalu peduli dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita dan kita bingung memikirkannya maka yang terjadi adalah kegalauan berjama’ah. Kita galau dan orang-orang terdekat kita pun galau.

Di saat banyak orang bergunjing dan membicarakan kehidupan kita, yang mesti kita ingat adalah mereka itu adalah penonton, mereka akan bertepuk tangan saat melihat tontonan bagus dan bersorak-sorai saat tontonan yang mereka lihat tidak-lah seindah yang mereka bayangkan. Kita jangan hidup dalam bayang-bayang “gunjingan”orang lain yang tidak tahu persis bagaimana hidup kita sebenarnya.

Hidup ini terlalu indah untuk memikirkan apa kata orang yang hanya melihat kita dari luar, mereka tak akan datang membantu saat kita butuh karena mereka yang bergunjing hanyalah orang-orang yang sebenarnya iri terhadap kehidupan kita, be happy 😉

Bintang Kecil Minta Diajak Mengaji

Masih sambungan artikel saya yang kemarin, di mana saya merasa mabok, yang namanya morning sick saya rasakan juga tadi pagi meski pun saya masih bisa beraktifitas seperti biasanya. Saya bingung sekali, karena biasanya saat tidak hamil dengan keadaan seperti ini pastilah saya sudah mengkonsumsi obat dan obat yang diberikan dokter seminggu lalu hanya suplement makanan dan penguat kandungan, hiks, hiks…

Jadi-lah saat suami menjemput di kantor dan pekerjaan saya belum rampung saya minta untuk dipijitin di punggung saya agar saya sedikit entengan dan bisa menyelesaikan pekerjaan, not really work but at least make me feel better deh…

Sampai di rumah, saya menceritakan kembali keluhan pada suami sambil tiduran karena kepala saya benar-benar berat dan badan rasanya lemas. Suami saya sempat mau menelpon dokter kandungan yang seminggu lalu kami temui dan saya juga bilang kalau besok tidak sembuh akan ke dokter. Sambil menahan sakit, saya beranjak dari kasur lalu mengambil wudlu ke kamar mandi dan sholat Magrib.

Continue reading

Ngidam

Jadi, setelah tanggak 19 Agustus 2013 yang lalu itu semua orang jadi tahu kalau saya sedang hamil ya masih hitungan minggu sih, akan tetapi tak ada hentinya saya bersyukur akhirnya saya dan suami dipercaya oleh Allah hingga dianugrahi kepercayaan ini sehingga yang kami lakukan adalah merawatnya.

Saya masih bingung saat orang-orang bertanya “ngidam apa?” Saya nggak ngidam apa-apa, saya nggak hamil saja suka ingin makan ini, makan itu sehingga suami saya suka niru-niruin cara merajuk saya kalau sedang meminta sesuatu, yaitu “Mau makan itu…” sambil manja, he he he
Continue reading

Happy Journal

Liburam telah usai, ada rasa lelah setelah berlibur panjang, entah itu liburan dihabiskan di kampung halaman atau menetap di kota kediaman yang pasti libur panjang tak mungkin dihabiskan dengan stay at home saja, bukan? Saya percaya liburan panjang yang bertepatan dengan Labaran Idul Fitri pasti diisi dengan banyak kegiatan.

Selamat kembali beractivitas di hari Senin nanti, semoga liburan panjangnya menyisakan rasa bahagia yang berkelanjutan bukan rasa bahagia atau tepatnya kesenangan sesaat yaitu saat kembali beractivitas rasa lelah dan malas kembali hinggap.
Continue reading

When I was A Teacher

Untuk orang seperti saya yang tidak memiliki jiwa telaten dalam diri sangatlah sulit jika harus menjadi guru. Dulu, dulu sekali Bunda pernah bilang kalau saya harus menjadi guru. Kalau ingat itu saya tertawa, mana mungkin saya menjadi guru? Namun, pada suatu ketika selama hampir satu tahun saya pernah mengisi hari-hari saya dengan mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak usia SD – SMP dan juga mengajar anak-anak usia Taman Kanak-kanan mengenal tulisan.

Continue reading

Yang Penting Niatnya…..

Merujuk postingan saya sebelumnya “Wedges Orange pada paragraph terakhir di mana saya menangis mengetahui Bapak sopir di kantor kami mengambil sepatu yang saya buang buat anaknya, saya tuliskan ini tanpa ada maksu apapun selain sharing dan semoga tidak dianggap riya’ terlebih sombong.

Setelah peristiwa itu saya merenung, otak saya terus berputar dan berpikir. Saya sedih tapi tak bisa membantu, ada semacam rasa marah pada diri sendiri. Ingat perkataan Bunda yang mengatakan tak usah memaksakan diri jika tak mampu tapi hati kecil saya berkata lain, selama ini saya memang tak pernah sungkan membantu jika ada yang meminta bantuan, dengan kata lain saya bersedekah atau memberi jika saya lihat ada yang butuh. Akan tetapi peristiwa ini membuat saya mencari-cari di mana ada lembaga non profit yang bisa menfasilitasi donasi yang tak seberapa itu dan akhirnya saya bertemu kumpulan-kumpulan blogger baik hati yang membentuk yayasan lalu saya mendaftar menjadi donatur tetap walau tak banyak karena gaji saya saat itu jg tak seberapa.

Continue reading

Surat Buat Bunda…

Bukan sebuah keluhan atau amarah jika saya menulis surat ini untuk Bunda, melainkan sebuah ungkapan kerinduan yang rasanya tak pernah terobati bahkan oleh sebuah pertemuan.

Bunda, Ananda memang tak pernah punya waktu cukup banyak buat Bunda. Terkadang 3 hari kunjungan pun dengan langka terburu-buru dengan alasan pekerjaan. Bunda, Ananda memang tak punya waktu banyak melihat Bunda bertumbuh tua…setiap kali pertemuan Ananda sadar kulit Bunda semakin mengendur walau mungkin hanya beberapa mili namun demikian buat Ananda Bunda tetap yang tercantik.

Continue reading

Another Disaster

Bulan lalu saya menargetkan diri sendiri untuk menulis setiap hari dan hampir saja berhasil karena hampir setiap hari saya membuat tulisan, tak pernah panjang seperti tulisan saya yang lain tapi target untuk diri sendiri hampir berhasil karena saya sedang melatih diri untuk berdisiplin menulis, apapun itu. Continue reading

Disaster

Yang biasa nonton The Apprentice Asia  pasti hafal dengan kata “disaster” kata yang sering dikeluarkan oleh Tony Fernandez di ruang direksi saat menyidang para peserta setelah menyelesaikan satu project.

Nah, tidak ada hubungan dengan program acara tersebut saya ingin berbagi di mana saya merasakan kalau apa yang saya lakukan kemarin adalah disaster. Posting pertama saya melalui HP (ini kedua) terpublish dua kali karena saya entah salah pencet apa. Lalu esoknya di kantor disaster kedua terjadi di mana Outlook saya semua data hilang, huuu…..

Yasudah, tak mau terlalu mengeluh toh banyak hal baik juga yang terjadi…rasa syukur harus lebih besar apapun yang terjadi.

Rejeki Nomplok | Nemu Duit

Pernah, eh bukan pernah tapi sering sekali saat kepepet dan kantong menipis saya mulai beres-beres tas, dompet (karena saya juga memiliki dompet lebih dari satu) dan beberapa saat kemudian saya melompat kegirangan karena saya menemukan segepok uang (biar kesannya banyak padahal cuma beberapa lembar 50-an ribu kadang selembar seratus sama puluhan ribu, he he he) di selipan dompet-dompet atau tas itu.
Continue reading