Double Kopdar

Tara!!!! Hari Minggu, apa aja ney yang kita kerjakan kalau hari Minggu? Bangun siang? Malas-malasan? Atau waktu buat beres-beres rumah/kost? Menghabiskan waktu dengan keluarga? Hm….ini bukan sensus kok…hanya pertanyaan dan khusus Minngu ini pagi-pagi setelah sholat Shubu saya sudah SMS-an dengan seseorang dari Jakarta, siapa lagi kalau bukan Bunda Monda. Pasti udah pada kenal dunk, beliau kan blogger yang sudah cukup terkenal kalau nggak kenal berarti kamu Newbie! Ooops, bercanda, jangan marah dunk! he he he

Iya, teman tadi pagi-pagi sengaja saya nyamperin Bunda Monda di hotel tempatnya menginap di All season Bali. Di sana saya sudah janjian dengan si Ari – Tunsa dan akhirnya walau hanya bertiga kami tetap melakukan kopdaran, ehm, sebenarnya ber-5 karena saya membawa sepupu saya dan Ari – Tunsa membawa temannya. Waktu yang singkat tapi membawa keceriaan di Minggu mendung ini.

Tapi, sebelum kopdar di Minggu pagi nan mendung ini sebenarnya kami udah Kopdaran, cuma bedanya yang pertama ini cuma antara saya, Bunda Monda and keluarga! Sumpah saya serasa nggak kopdar ama teman blogger, serasa ketemu keluarga jauh yang sedang datang berkunjung makanya seusai makan malam bersama, eh saya nie yang ditraktirin, balik lagi karena saya serasa bertemu ama keluarga makanya saat ditawarin mau anter mau-mau aja. Sumpah dech, Bunda Monda, si Om (yang maunya dipanggil Abang aja, ha ha ha) ama si Adik udah kek keluarga yang lama gak ketemu.

Jadi ceritanya, hari Kamis jam 11-an WITA Bunda Monda kirim pesan lewat inbox FB yang isinya singkat bahwa beliau mau datang ke Bali and mau ketemuan sambil kasih nomer HP dan segeralah saya SMS Bunda Monda tapi kok gak ada balasan? ternyata emang masih sibuk ama si adik sih, he he he. Sorenya SMS lagi katanya baru balik ke hotel, ok akhirnya saya langsung memutuskan besuknyam, Jum’at malam pulang kantor langsung menemuinya. Yah…begitulah….makanya saya sebut “Double Kopdar”

Ini adalah foto Kopdar hari pertama!Pas pulang kantor.,

Kopdar ditutup dengan harapan ada waktu dan kesempatan bertemu kembali dengan waktu yang agak lama, sesugguhnya pingin traktir makan ayam bethuthu tapi waktunya mepet 😦 semoga pertemuan singkat ini berkesan ya Bunda…..mmmuach, mmuuach…

Mantra Pagi

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi mentari cerah yang menyapa pagimu,
Memberi rasa hangat dengan kecupan mesrah di kening untuk membuka matamu 🙂

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi kopi hangat menemani menu wajib pagimu,
Memberi rasa segar dan semangat di setiap kau mengawali hari 🙂

Selamat pagi sayang,

Aku akan menjadi udara segar yang kau hirup di setiap pagimu,
Memberimu nafas dalam setiap detikmu….

Sayang, sudahkah aku menjadi candumu?

Semoga hari-harimu penuh cinta dan selalu indah 🙂

Kidung malam


Malam ini terasa panjang dan tak berujung dan haripun serasa lambat merayap tak mau beranjak, tanpa deruh dan detak irama jantung yang melantunkan cinta….

Aku merangkak, merayap menerbangkan jiwaku bersama angin malam menabur kasih berharap kemegahan surya menyambut harimu dan kau dapat tersenyum riang wahai pujaan hatiku….

Cintaku karena Allah, maka dia tak bisa mengering tak dapat layu dan akan senantiasa tumbuh indah melambai mengucap “aku cinta padamu”

Kamu dan pagiku..

Temaram pagiku jika tak mendengarmu, panas hatiku jika tak mendengar puji rayumu…

Namun, semerbak harum mawarmu mengantar aroma rindumu yang memuncak. Tak adakah mesin waktu untuk kita?

Merindukan cerita-ceritamu yang membuatku merajuk manja, marah dan semakin rindu. Tak adakah kendaraan super express yang bisa membawa kita kesetiap moment itu?

Terima kasih sayang karena telah menjadikanku yang terakhir bagimu, I love you…

Menunggumu..

Langit cerah menggantung indah, layaknya langit malam kemarin di saat aku sedang menantimu.

Alunan lagu cinta yang engkau dendangkan masih terngiang menyambut pagiku, kau memintaku untuk menjaga selalu hatiku sampai engkau kembali.

Gugusan awan putih membentuk gumpalan awan kerinduan yang akan menurunkan hujan di sana, di saat kau menatap langit dan kau akan rasakan butiran hujan itu adalah kerinduanku yang akan menyejukkan hatimu.

17 kuntum mawar merah masih menemaniku, semerbak harumnya masih kurasakan seperti tulusnya kasihmu.

Kemana langkah pagi ini?


Selalu dengan senyum menyambutnya, meski mata enggan di ajak kompromi, dan ingin terpenjam terus namun sebuah kata tanggung jawab cukup menggugah nurani untuk mengusir kata malas.

Benarkah semua akhir itu tergantung awalnya? Tidak selalu benar tapi benar. Jika dari awal kita sudah mengawali suatu pekerjaan dengan malas-malasan bukannya tak mungkin hasil dari pekerjaan kita tak benar. Jadi, kita bicara tentang niat. Jika dari awal kita tidak punya niat baik jadi jangan berharap kebaikan mendatangi kita.

Jadi, kemana kita membawa langka pagi ini? Awali semua langkah kita dengan kemantaban hati dan niat yang baik.

Semoga hari kita selalu indah dan penuh kasih (dan semua tergantung kita, yah?