Cinta Damai atau Tidak Berani Bersuara?

Di dalam sebuah komunitas, sering kali kita terjebak dalam satu statement “Cinta damai” saat menghadapi konflik atau suatu permasalahan. Kita tidak akan tahu, apakahj kita terjebak dalam statement itu atau tidak sampai akhirnya kita benar-benar merasa dirugikan atau tidak nyaman berada di dalam komunitas itu. Jika, alasan mengapa kita menetap di dalam komunitas itu hanya “tidak ada pilihan, karena harus” karena terlalu sering kita menghadapi konflik dan masalah dan kita cenderung diam dan membiarkannya berlarut-larut.
Continue reading

Tegas Tapi Tidak Arrogant

Tegas? Oh… Saya suka itu, kebetulan selama ini saya dibesarkan dengan didikan orang tua yang tegas dan disiplin sehingga saya tidak lagi kaget dan heran apalagi shock jika dihadapkan dengan kondisi seperti ini.

Akan tetapi, sebenarnya kita tahu tidak tegas itu sebenarnya seperti aapa? Tegas itu bukan lantaranny kita salah langsung dicaci maki, ditegur seolah kesalahan kita tidak termaafkan terlebih bertindak seolah kita-lah yang paling benar.
Continue reading

Motivasi Diri

Saya merenungi sebuah peristiwa di mana cita terkadang menjadi kabur di saat saya sedang kehilangan sebuah motivasi untuk membuat saya selalu bersemangat. Saya adalah jenis orang yang selalu berusaha menyemangati diri sendiri, namun ada beberapa hal yang juga membuat saya terkadang benar-benar kehilangan self motivation itu.

Continue reading

Diskusi Para Pekerja

Hal yang jarang saya lakukan berdiskusi tentang pekerjaan dengan teman-teman saya, kecuali berdiskusi tentang bisnis-bisnis kecil yang tak pernah saya konsisten jalanin, he he he
Continue reading

Sebuah Renungan; Positive Attitude

Saya baru melakukan renungan kecil, ya…renungan lagi! Saya pikir tidak ada yang salah kan ya jika saya sering-sering melakukan perenungan demi memperbaiki diri?

Jadi, orang yang sering melakukan perenungan adalah orang yang baik? Well, tidak juga begitu…yang melakukan perenungan tetap manusia makanya sering melakukan perenungan karena belum baik.
Continue reading

Berhenti mengeluh dan ikhlas….

berpikir kerasSaya tak biasa mengeluh, selalu meyakinkan diri untuk semangat dan positive thinking kalau pun keceplosan itu pasti juga di luar kendali saya. Tapi, secara sadar saya usahakan untuk tidak pernah mengeluh karena mengeluh itu tidak pernah merubah keadaan menjadi baik, saya sadar dan sesadar-sadarnya itu.

Namun, terkadang ada hal-hal yang terkadang tanpa saya sadari membuat saya mengeluh, meski saya sadar dan menyesal telah mengeluh tapi saya juga mengerti bagaimana perasaan saya sendiri. Lagi pula saya ini kan juga manusia biasa yang kadang capek, lelah atau kadang ingin menyerah.

Satu hal yang membuat saya terkadang bilang “capek“, “males“, “lelah” atau bahkan yang lebih panjang dan complete”aku capek banget, aku lelah dan kayanya mau menyerah saja deh karena apa yang aku lakukan seeprtinya tidak dianggap” Kalimat panjang ini sebenarnya bukan “saya” banget tetapi memang sempat dan pernah keluar karena di saat itu begitulah yang saya rasakan.

Continue reading

Welcome December!

Setahun yang lalu, menyongsong Bulan December saya tak nyenyak tidur dan sedang sakit flu tapi menyongsong bulan December tahun ini saya tidur terlampau nyenyak sampai tidak terbangun bahkan untuk Tahajjud dan Subuh, keterlaluan memang!

Dari awal memang saya sudah menekankan diri untuk tidak tidur lebih dari jam 12 kalau kepaksa ya jadi begini, kebablasan.

Nah itu awal dari semuany yang terjadi di tepat tanggal 01 December 2012 ini!

Sebenarnya saya libur kerja hari Sabtu, tapi beruhubung ada Sales Representative baru dari Jakarta saya harus masuk dua Sabtu ini untuk training dia.

Baru saja datang ada yang bilang “Barang yang mau didelivery ke client kurang” belum juga yang itu teratasi ada lagi telpon dari client yang bilang “bahwasannya kamis alah produksi” dan yang itu juga belum beres ada email masuk dari client yang menginformasikan “Barang yang sudah kami kirimkan tidak lengkap” padahal kalau menurut packing list dan surat jalan harusnya client menerima lengkap barang.

Wow, banget deh….saya langsung spanneng meski semapt diledekin karena tak seharusnya saya spannng karena selama ini saat melihat orang spanneng saya selalu jadi penghibur mereka dan juga saya cenderung tenang saat ada masalah, tapi kali ini sedikit keterlaluan karena terjadi dalam satu waktu, but it’s ok! I believe all is well.

Welcome December, there will be smiles upon everybody faces 🙂

Murtad part #2 – My Stupid Boss Syndrome

Jadi, buku yang saya beli adalah Percepatan Rejeki yang ditulis oleh Bang Ippho karena saya masih penasaran dengan buku-buku pakar otak kanan ini, The Magic yang ditulis oleh penulisnya The Secret, awalnya sih saya mau beli Quantum Ikhlas tapi kayanya di Gunung Agung buku ini sudah tidak ada. Buku ke tiga Adalah How to win Friend and Influence People yang ditulis oleh Dale Carnegie, buku ini sudah pernah saya baca versi Inggrisnya tapi karena penasaran apakah edisi terjemahan itu isinya sama maka saya ambil, he he he aneh, ya? Nah, yang ke empat ini yang membuat semua orang berebut ingin membaca! Buku apakah itu?

Teman, sudah pernah membaca salah satu serial “My Stupid Boss?” saya yakin pasti banyak yang sudah tahu, saya beli ini tidak ada modus apa-apa lho…apalagi sampai berpikir bahwasannya saya punya pemikiran sepertiitu terhadap boss saya, nope! My boss isn’t stupid, kalau berbuat sesuatu yang konyol sih kadang iya…tapi kan everybody does, ya gak?

My stupid boss ini, buku yang lucu dan pasti bikin kita ketawa cekikikan! Kalau dulu saya piker Mr. Bean Jokes Book atau Kambing Hitam lucu ternyata yang ini lebih lucu, alami gitu,….meski terpikir juga apa iya sih ada jenis boss kaya dia? Parah banget soalnya! Kalau iya pasti-lah udah tumbang tuh perusahaan karena kalau dilihat dari ceritanya sih hubungan dengan karyawan dan supplier tak baik, tapi masa bodoh….toh buku ini ditulis untuk menghibur, he he he

Buku lucu ini berhasil membuat saya, adek dan calon suami saya berebut ingin membaca karena kalau sudah membacanya kami mulai cekikikan sendiri! Hanya dalam 2 hari buku yang tebal itu saya dan adek saya selesaikan! Yang butuh hiburan, buku ini recommended banget!

Murtad part #1 – Membaca & Menulis lagi!

Entah sudah berapa lama saya sudah tidak menulis pun membaca, padahal saya selalu bercerita ke siapa saja kalau menulis dan membaca adalah passion saya, see bukan sekedar hobby lho tapi passion! Kok, saya serasa mengkhianati diri sendiri.

Saya sedang menapaki kehidupan baru saya, ya…akhirnya setelah beberapa kali gagal akhirnya ada yang melamar saya juga (apa maksudnya?) dan insyaallah hanya menghitung bulan kami akan menikah, ya…bukan berarti oleh karena sibuk dengan calon suami saya saya jadi meninggalkan hobby yang saya cintai tentu saja tidak, karena dia mengenal saya pasti juga dari membaca tulisan saya, betul tidak? Jadi, saya memang benar-benar sibuk sehingga di saat senggang saya memilih tidur dan sisahnya itu tadi…saya harus mulai membiasakan diri untuk tidak terlampau konsentrasi dengan diri sendiri.

Jika saya bilang kesibukan saya paling banyak adalah pekerjaan kantor, pasti ada yang bilang time management saya kurang bagus! Honestly, terkadang saya merasa waktu 8 jam yang diberikan kepada saya memang tidak cukup untuk merampungkan semua pekerjaan itu, setiap pulang (jam 7 atau jam 8 malam) pasti masih ada outstanding task di agenda saya, belum lagi kalau pas ada sales baru saya harus training dia, paling tidak 2 jam waktu saya invest ke dia. Memangnya saya trainer, ya? Well…ya maybe suatu saat nanti saya akan menjadikan pilihan profesi trainer saat saya sudah men-training minimal 250 orang! He he he he

Nah, entah kenapa beberapa hari yang lalu hatis ay aini berontak, merontah-rontah, berteriak (sedikit hiperbolis, he he) ingin menulis dan membaca! Akhirnya dalam waktu istirahat I took 10 minutes to write an article in Kompasiana dan pulang kerja pergi ke Gunung Agung (took buku terdekat dari kost dan paling dekat dengan araea yang jual banyak macam makanan) dan langsung saya membeli 4 buku!

Buku apa saja yang saya beli? Mau tahu? Mau tahu aja apa mau tahu banget? He he he

Kerinduan…

Merindukan warna-warni hidup ditengah kesibukan

Di pagi ini, di tengah hiruk pikuk orang-orang yang sedang membicarakan material need, PO yang belum jalan, technical drawing dan lain sebagainya aku mencoba menorehkan kerinduanku.

Iya, mencoba seolah nyambung dengan pembicaraan mereka, tersenyum, mengiyakan dan hanya sekedar berkata “ok” atau “nanti tak forward-in”

Ada jenuh dan lelah juga dengan rutinitas seperti ini, saya rindu melihat baju-baju bagus, jajaran sepatu lucu dan tas-tas besar yang simple di etalase toko, kapan terakhir saya melihat mereka? Selama ini saya lebih suka belanja online. Ingat baju, ingat dress ungu saya yang raib gara-gara keteledoran laundry tempat saya mempercayakan baju-baju saya, sakit hati rasanya, mood ini rasanya langsung buruk karena baju itu kesukaan saya dan masih baru lagi!Di mana saya cari gantinya? ukh….untuk sesuatu yang tak tergantikan 10 poting baju juga gak bisa mengembalikan mood saya, lho 😀
Continue reading